Sunday, June 10, 2018

Jepang itu Mahal Kawan, Biasakanlah

Halo readers, apa kabar puasanya? Sudah menjelang Idul Fitri, semoga ibadahnya semakin lancar dan semakin berat timbangannya, amin.

Kali ini saya tidak akan membahas mengenai bagaimana puasa di Jepang, karena hal tersebut akan saya ceritakan mungkin minggu depan saat Idul Fitri, kalau nggak lupa.

Setelah beberapa waktu lalu saya sempat membahas mengenai biaya hidup di Jepang, kali ini akan saya lanjutkan dengan detail pengeluaran apa saja yang harus kita perhatikan selama hidup di Jepang. Karena kita sebagai orang asing, ada banyak sekali pengeluaran yang nantinya akan datang kepada kita, dan hal tersebut akan menjadi aneh bagi kita karena kita tidak pernah melakukan sebelumnya ketika di Indonesia.

http://www.smosh.com/articles/5-things-everyone-can-learn-spongebob-squarepants-patrick-star

Biaya hidup di Jepang yang perlu kita tahu

1. Deposit Money

Uang deposito ini adalah uang yang harus kita bayarkan saat kita ingin menyewa apartemen/asrama. Besarannya rata-rata adalah setara dengan satu bulan uang sewa, ada pula yang dua bulan uang sewa atau dalam nominal yang sudah ditentukan oleh pemilik apartemen. 

Uang deposito ini hanya dibayarkan sekali, yaitu pada awal perjanjian atau kontrak. Dan uang ini akan kembali apabila kita keluar dari apartemen/asrama. Besarannya bisa kembali penuh 100%, 50% atau jumlah tertentu, tergantung kerusakan dan kebersihan tempat kita ketika ditinggalkan. Karena biasanya, uang ini akan digunakan oleh pemilik apartemen untuk mengganti biaya kerusakan (bila ada) yang kita perbuat selama tinggal di tempat tersebut.

Oleh karena itu, readers sekalian, bagi yang hendak menetap di Jepang, diharapkan untuk mempersiapkan uang deposito ketika hendak berangkat ke Jepang. Ada baiknya bertanya terlebih dahulu dengan pengelola asrama, atau teman yang membantu tentang besaran uang deposito yang harus dibayarkan. Tujuannya adalah supaya tidak memberatkan readers semua ketika sampai di Jepang tau-tau harus membayar sekian puluh ribu yen.

2. National Health Insurance

Sebagai orang asing, kita tidak akan lepas dari asuransi kesehatan yang wajib dibayarkan oleh setiap penduduk yang tinggal di Jepang dalam kurun waktu minimal 6 bulan. Dan kita tidak akan bisa menghindari ini, karena asuransi kesehatan ini merupakan program pemerintah Jepang. Sehingga, setiap bulannya kita secara otomatis akan mendapatkan tagihan pembayaran asuransi langsung dari balai kota.

Besarannya berbeda-beda, tergantung oleh dimana kita tinggal dan status visa kita. Untuk mahasiswa, di Tokyo, beberapa tempat mewajibkan untuk setiap mahasiswa single untuk membayar kurang lebih 1000 yen. Di Gifu, setiap mahasiswa dibebankan 2200 yen setiap bulan untuk asuransinya. Sedangkan untuk orang yang sudah bekerja, jumlah yang dibebankan akan menjadi lebih banyak. Untuk single, di Gifu besarannya sekitar 10.000 yen, dan akan bertambah apabila kita sudah menikah dan punya anak. 

Berbeda dengan kebanyakan sistem asuransi di Indonesia yang akan hangus dalam kurun waktu tertentu apabila tidak ada klaim. Asuransi dari pemerintah jepang ini dapat digunakan untuk berbagai hal. Yang utama adalah potongan 70% biaya berobat di klinik maupun di rumah sakit. Selain itu, kita dapat menggunakannya sebagai jaminan dalam membeli handphone, atau mendaftar kartu kredit. 

Kita dapat membayar uang asuransi ini untuk 6 bulan sekali waktu, atau menyicil per bulan. 

Bagaimana jika telat membayar atau tidak terbayarkan? 
Tenang saja, pihak balai kota akan mengirimkan kembali tagihannya.

Bagaimana jika kita tidak pernah membayarkan dan kita tidak pernah menggunakannya? 
Menurut cerita beberapa teman yang pernah mengalami, ketika kita mengajukan permohonan untuk pemutusan segala hal yang berkaitan dengan kepulangan kita ke Indonesia, maka kita diwajibkan untuk melunasinya.
Namun ada beberapa cerita teman yang mereka lolos tidak ditagih.

Namun, ada baiknya jika kita rutin membayarkannya setiap bulan. Karena musibah siapa yang tahu?

Karena sudah subuh, dan saya mau lanjut tidur, maka dicukupkan dulu dengan 2 poin yang paling penting tentang biaya di jepang yang wajib kita tahu. 
Selanjutnya akan saya update sepulang kerja.






Neither Queen nor Princess. I'm just a Luminous Angel. Too much, huh?? Nah! That's my name, Luminous Angel or let say in my language, Diana Hapsari :)


EmoticonEmoticon