Wednesday, July 21, 2021

Unagi, Anago, Belut, dan Sidat

 Halo readers, musim panas di Jepang identik dengan menu unagi. Bagi readers yang belum tahu, unagi adalah ikan yang orang Indonesia sering menyebutnya sebagai belut Jepang. Bentuknya mirip dengan belut di sawah namun dengan ukuan yang lebih besar.


Unadon, olahan unagi yang terkenal


Rasa dagingnya juga sangat mirip dengan daging belut namun dengan porsi yang lebih banyak. Rasa dagingnya banyak disamakan dengan ikan Sidat. Di Jepang sendiri, ada pula ikan Anago yang juga mempunyai tekstur yang mirip dengan unagi. Wah, jadi bingung ya??

Oleh karena itu, kali ini, Ai ingin memberikan informasi singkat mengenai apa itu Unagi, Belut, Sidat dan Anago.


UNAGI


Unagi berasal dari spesies Anguila japonica, dikenal di dunia internasional sebagai Japanese eel. Sedangkan eel adalah bangsa belut-belutan atau ikan yang mempunyai tubuh memanjang seperti ular dari keluarga Anguillidae. 


Ikan unagi


Unagi ini berasal dari tentu saja Jepang, China dan Korea hingga Filipina bagian utara. Dan ikan unagi mempunyai habitat di air tawar. Uniknya, unagi akan tumbuh dari kecil hingga dewasa di air tawar, lalu ketika sudah dewasa, unagi akan bermigrasi ke laut untuk bertelur. Sesaat setelah telurnya menetas, para induk segera membawa larva unagi berenang kembali ke sungai air tawar.

Percaya atau tidak, spesies ini ternyata masuk dalam kategori sebagai spesies yang terancam punah. Oleh karenanya, Jepang mulai membuka alternatif makanan pengganti unagi yang mempunyai tekstur dan rasa yang mirip. Oleh karena itu, Indonesia menawarkan Sidat.

SIDAT


Sidat sebetulnya merupakan semua belut yang masuk dalam ordo Anguilliformes. Unagi adalah sidat. Namun, apakah unagi dengan sidat di Indonesia itu berasal dari spesies yang sama?Tidak. Sidat di Indonesia adalah berasal dari spesies Anguilla malgumora. Atau yang lebih dikenal dalam dunia internasional sebagai marbled eel.

Sidat Indonesia


Ternyata, ikan sidat pun statusnya saat ini sudah terancam punah. Saya ingat dahulu kala, orang tua saya sering mengolah ikan sidat. Karena murah dan mudah didapat. Pantas saja, Ai di Jepang sangat menggemari unagi. Ternyata memang unagi dan sidat itu bersaudara.

Lantas, apa itu belut dan anago? Kita bahas mengenai belut sawah terlebih dahulu.

BELUT SAWAH


Ternyata, belut sawah itu justru tidak masuk ke dalam kategori belut-belutan atau ordo Anguilliformes loh. Belut sawah, atau yang lebih dikenal dalam dunia internasional sebagai Asian swamp eel ini berasal dari spesies Monopterus albus dari ordo Synbranchiformes. 

Belut sawah

Dibandingkan dengan sidat dan unagi, ukuran belut sawah lebih kecil dan lebih ramping. Jumlahnya di alam masih sangat banyak. Belut sawah mempunyai kemiripan bentuk dengan unagi dan sidat adalah karena mereka berasal dari kelas yang sama, yaitu kelas Actinopterygii atau kelas ikan bersayap kipas.

ANAGO


Anago juga merupakan anggota kelas ikan bersayap yang juga dari ordo Anguillidae namun dari spesies Conger myriaster. Jika unagi, sidat dan belut sawah itu mempunyai habitat pada air tawar dan sawah, maka anago ini hidup di lautan. 

Ikan anago

Ukurannya lebih kecil dari unagi dan sidat, namun lebih besar dari belut sawah. Perbedaannya adalah bahwa anago berbau lebih amis dibandingkan dengan tiga belut lainnya. Jumlahnya di alam juga masih sangat banyak.

Di antara keempatnya, anago menjadi pilihan kesukaan Ai yang terakhir karena amisnya. Sedangkan unagi menjadi pilihan pertama kesukaan Ai. Bagaimana dengan readers semuanya? Belut mana yang menjadi kesukaan kalian?

Sunday, July 18, 2021

Prosedur Menikah Islam di Jepang

Hello readers, seperti janji Ai dan melanjutkan artikel mengenai prosedur menikah sipil di Jepang, maka kali ini Ai akan melanjutkan menulis mengenai prosedur menikah secara Islam di Jepang.

Setelah kita mendapatkan dokumen Surat Bukti Pencatatan Pencatatan Perkawinan Di Luar Negeri yang telah dijelaskan di artikel sebelumnya, baru kita bisa mengajukan pernikahan secara Islam. 


Prosedur Menikah Islam di Jepang


Informasi yang akan Ai bagikan ini adalah mengenai pernikahan Islam di mana mempelai pria belum masuk Islam. Sehingga, prosesnya melalui pengislaman terlebih dahulu. Namun, jika mempelai pria sudah masuk Islam, maka prosesnya akan langsung pada khotbah nikah, 

Apakah boleh diislamkan beberapa saat sebelum akad nikah? BOLEH!!!

Alur proses pengurusan pernikahan Islam di Jepang


Alur proses pengurusan pernikahan Islam di Jepang sudah tertulis pada website resmi KBRI. Namun, Ai akan tambahkan beberapa detil yang tidak tertulis pada laman tersebut dan sesuai dengan yang Ai alami.

Pesan penting untuk readers yang akan melakukan pernikahan Islam di Jepang: Menikah melalui KBRI/KJRI itu GRATIS!!!!


1. Melengkapi dokumen untuk pengajuan


Setelah mendapatkan Surat Bukti Pencatatan Pernikahan di Luar Negeri, maka untuk mengajukan pernikahan Islam, berikut adalah persyaratannya.

  • Fotocopy Kekkon Gubi Shomeisho (KGS)
  • Fotocopy Surat Bukti Pencatatan Perkawinan Luar Negeri dan Acceptance Marriage yang diterbitkan oleh KBRI Tokyo
  • Surat Kuasa dari orang tua mempelai perempuan ke Penghulu KBRI, karena Bapak tidak bisa hadir secara langsung ke Jepang dikarenakan kondisi Covid-19
  • Pas Photo berwarna mempelai masing-masing 1 lembar, Ukuran 4×6 untuk Akte Nikah
  • Pas Photo berwarna mempelai masing-masing 2 lembar, Ukuran 2×3 untuk Buku Nikah

Untuk fotonya, di Indonesia memang ada peraturannya. Misalkan, untuk tahun kelahiran ganjil harus berlatar warna biru, sedangkan untuk tahun kelahiran genap harus berlatar merah. Namun, ketika saya tanyakan kembali kepada staff yang menangani, ternyata warna latar belakang foto tidak terlalu berpengaruh untuk pengurusan di KBRI. Sehingga, kami berdua sepakat menggunakan warna biru sebagai latar. Saya mempunyai tahun kelahiran genap,d an suami mempunyai tahun kelahiran ganjil. Pengajuan pas photo kami pun diterima dengan tanpa revisi. Namun sekali lagi, kami memprosesnya di KBRI, untuk di KJRI mungkin akan berbeda peraturannya, mungkin juga sama.


2. Membuat surat permohonan kepada Penghulu


Setelah dokumen pada poin 1 terkumpul, kita lengkapi dengan surat permohonan kepada Bapak penghulu, yaitu Bapak Akhmad Munir. Berikut adalah contoh surat permohonan yang saya buat.


Gifu, dd mm yy,


Perihal : Permohonan Menikah Islam di KBRI Tokyo

Kepada: Penghulu KBRI Tokyo

Bapak Akhmad Munir


Dengan hormat,

Kami mengajukan  permohonan kehendak pernikahan untuk atas nama kami calon suami: ________, dengan calon istri: _________, pada hari _____, tanggal __ bulan _______ tahun ____, pukul __________, bertempat di KBRI Tokyo (atau di lokasi yang telah ditentukan).

Kami telah melangsungkan pencatatan pernikahan sipil, tercatat dengan nomor ____________________ pada tanggal _____________.

Bersama ini kami lampirkan surat-surat yang diperlukan untuk diperiksa sebagai berikut:

1. Fotocopy Surat Pengantar Nikah/ Kekkon Gubi Shomeisho (結婚具備証明書) di KBRI Tokyo.

2. Fotocopy Surat Bukti Pencatatan Perkawinan Luar Negeri dan Acceptance Marriage (yang diterbitkan KBRI setelah mempelai mendaftarkan pernikahan di Kantor Catatan Sipil setempat/ Kuyakusho/ Shiyakusho Jepang).

3. Surat Kuasa dari orang tua mempelai perempuan ke Penghulu KBRI *Bila Ayah mempelai perempuan berhalangan hadir

4. Pas Photo berwarna mempelai masing-masing 1 lembar, Ukuran 4×6 untuk Akte Nikah

5. Pas Photo berwarna mempelai masing-masing 2 lembar, Ukuran 2×3 untuk Buku Nikah

Demikian surat permohonan ini kami buat untuk mendapatkan ijin melangsungkan pernikahan Islam di KBRI.


Hormat kami,

(nama lengkap salah satu)


3. Mengirimkan dokumen


Dokumen pada poin 1 dan 2 tersebut dikirimkan menggunakan Letter Pack 370 yen dengan alamat surat sebagai berikut:

​Kepada Penghulu KBRI Tokyo
Bapak Akhmad Munir
Indonesian Embassy
4 Chome-4-1 Yotsuya, Shinjuku City
Tokyo 160-0004
Kontak: (03) 3441-4201 ext. 326
Email: munir@kbritokyo.jp

Disarankan untuk menghubungi Bapak Munir terlebih dahulu jauh-jauh hari sebelum hari pernikahan. Setidaknya 2 atau 3 bulan sebelumnya. Hal tersebut untuk mengantisipasi bentrok jadwal dengan pernikahan pasangan yang lain. Nomor Bapak Munir dapat ditanyakan kepada staff KBRI ketika mengurus KGS.


Setelah mengirimkan dokumen, harap menghubungi Bapak munir dan melakukan konfirmasi melalui email atau WA. Mungkin pada prosesnya akan mengalami beberapa kali penyesuaian tanggal akibat bentrok jadwal.

Alur Menikah Islam di Jepang


Pada hari pernikahan, berikut adalah alur yang dapat Ai bagikan kepada readers semua.

1. Persiapan


Beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk dibawa ke acara akad adalah sebagai berikut:

  • Set Mahar
  • Cincin kawin
  • Kado atau hadiah dari suami ke istri (tidak wajib dibawa)
Karena kami melakukan pernikahan di masa pandemi, maka kami membuat acara sekecil mungkin, sesingkat mungkin dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sehingga, barang bawaan yang kami bawa hanyalah simbolis secara sederhana saja.


2. Proses Pengislaman


Acara pertama adalah proses pengislaman mempelai pria. Proses ini sangat singkat. Diawali dengan khotbah tentang Islam kurang lebih hanya 7 menit, lalu dipandu mengucapkan dua kalimat syahadat dan ditutup dengan doa. 

3. Khotbah Nikah


Setelah proses pengislaman, dilanjutkan dengan khotbah nikah kira-kira 10-15 menit saja.

4. Ijab Qobul


Lalu segera saja dilanjutkan dengan ijab qobul. Penghulu menawari untuk latihan dulu, namun puji syukur karena sudah berlatih selama 1 bulan, suami mampu mengucapkan ikrar dengan lumayan lancar dalam bahasa Indonesia.

Ikrar boleh diucapkan juga dalam bahasa Jepang atau bahkan bahasa Arab, sesuai dengan yang diinginkan. Namun, ada baiknya jika ingin menggunakan bahasa Arab, dikonsultasikan terlebih dulu kepada penghulu.

Wajib membawa minimal 2 saksi laki-laki dewasa beragama Islam untuk menjadi saksi pernikahan. 

5. Penandatanganan dokumen


Selanjutnya, proses penandatanganan dokumen pernikahan. lalu kita akan mendapatkan buku nikah saat itu juga.

Kemudian, selesailah sudah prosesi menikah secara Islam di Jepang. Simple dan cepat.

Perlu diingat kembali bahwa:

Menikah melalui KBRI/KJRI itu GRATIS!!!!!

Menikah melalui KBRI/KJRI itu gratis dan tidak dipungut biaya apapun. Segala bentuk akomodasi transportasi staff KBRI sudah menjadi tanggungjawab KBRI dan bukan tanggungjawab mempelai. Dan dipersilakan untuk menghubungi bagian konsuler KBRI Tokyo apabila ada pungutan biaya:

Bapak Yuvi Shandy Amisadai
consular@kbritokyo.jp

Untuk readers yang ingin menghubungi Bapak Yuvi dan berkonsultasi secara langsung mengenai hal tersebut, mohon mengirimkan pesan ke saya untuk mendapatkan nomor WA Bapak Yuvi.

Sekian pengalaman dari Ai. Semoga berguna bagi readers yang sedang berproses.

Salam hangat :*

Tuesday, June 15, 2021

Tips: Memanfaatkan Jastip Agar Tidak Rugi

Jastip atau jasa titip dewasa ini menjadi sangat populer terutama dan menjadi bisnis yang menjanjikan. Pun di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, aktivitas jastip masih terus diminati. Di Jepang, biasanya jastip akan dihargai sekitar 1000, 1500 atau 2000 yen per kilonya. Namun, di tahun ini, kenaikan harga jastip yang bersliweran pada linimasa sosial media Ai adalah 3000 yen per kilonya. 

Kenaikan harga jastip tak lepas dari pengaruh aktivitas pada pandemi. Tentu saja, orang yang melakukan jasa harus menjalani karantina terlebih dahulu setibanya di Indonesia pun juga di Jepang. Sehingga, biaya jastip mau tidak mau harus naik agar pelaku jasa tidak merugi. 



Tips menggunakan jasa titip (Jastip)


Kali ini Ai ingin berbagi tips untuk teman-teman pelaku titip untuk lebih cermat dan bijak dalam menggunakan jasa titip. Agar kita juga tidak rugi. Yang akan Ai bahas adalah terkait kita yang di Jepang (atau negara lain) yang ingin menggunakan jastip dikirimkan kepada saudara atau orang tua atau teman di Indonesia.

Baru saja, Ai mengirimkan paket ke Indonesia melalui EMS. Percobaan pertama kali ai mengirim paket EMS ke Indonesia adalah satu bulan yang lalu. Paket berhasil sampai di tangan penerima tepat 8 hari setelah dikirimkan. Dan kali ini, Ai kembali mengirimkan 2.6 kilogram dengan harga kirim hanya 4300 yen

Artinya bahwa satu kilogram EMS dihargai 1660 yen. Hampir setengah lebih murah dari harga jastip jepang tahun 2021 ini. Tapi, perlu dicatat bahwa ada barang-barang yang lebih baik dikirim menggunakan jastip, daripada EMS. Dan berikut adalah ulasannya.


Gunakan jastip untuk barang berharga dan bermerk




EMS mempunyai limitasi, yaitu total harga barang yang dikirimkan jika lebih dari 20000 yen, maka kita harus melampirkan surat pernyataan yang sangat ribet. Di samping itu, setibanya di Indonesia, barang tersebut pasti akan kena bea cukai dan si penerima harus membayar biaya cukai tersebut. 

Oleh karena itu, untuk barang yang nilai satuannya lebih dari 1500 yen, sebaiknya dikirimkan menggunakan jastip. Barang seperti sepatu Adidas, Onitsuka Tiger, Tas Hermes, hingga jam tangan Rolex akan lebih baik dikirimkan melalui jastip untuk menghemat ongkos pengiriman dan regulasi cukai yang terkadang penuh permainan busuk petugasnya. 

Gunakan jastip untuk make up dan skin care




EMS juga mempunyai kelemahan yaitu larangan mengirimkan cairan dan make up serta skin care berupa lotion dan cairan. Oleh karena itu, menggunakan jastip akan lebih disarankan supaya aman.


Gunakan EMS untuk bahan makanan dan snack ringan




Sebaliknya, untuk bahan makanan dan snack kering yang harga satuannya dibawah 100 yen, bahkan di bawah 500 yen, maka lebih baik dikirimkan melalui EMS. Ai baru saja mengirimkan Golden Curry, tepung puding, wasabi dan katsuo bushi dan lainnya sebanyak 21 barang seharga total 3880 yen. 

Barang-barang seperti ini akan lebih hemat dan mudah dikirimkan melalui EMS dibanding jastip. Dengan EMS, Ai hanya membayar 4300 yen, sedangkan jastip Ai pasti akan dikenakan biaya 7800 yen. Dengan EMS, Ai menghemat 3500 yen.

Namun, bagi teman-teman yang pesan jastip dari Indonesia, pilihan pengiriman bahan makanan melalui EMS ini tidak memungkinkan. Kecuali jika memang mempunyai teman yang akrab atau keluarga yang sedang berada di Jepang (atau negara tersebut). 

Semoga dengan sedikit tips dari Ai ini, readers bisa mempertimbangkan bagaimana bijaknya mengirimkan barang untuk sanak keluarga di Indonesia. Selamat berbelanja ^_^


Monday, May 24, 2021

Prosedur Menikah dengan Orang Jepang

 Halo readers, kali ini Ai ingin berbagi mengenai prosedur menikah di Jepang dengan orang Jepang. Mungkin saja, di antara readers semua akan ada yang menikah dengan warga negara Jepang dan menikah di Jepang. Berikut Ai akan berbagi pengalaman mengurus dokumen persyaratannya. 



Prosedur Menikah di Jepang


Mungkin banyak sekali pengalaman dari WNI yang menikah dengan orang Jepang. Namun, kali ini, Ai akan berbagi pengalaman dengan apa yang telah Ai tempuh. Pengalaman Ai mungkin akan sedikit berbeda dengan yang lainnya. Sehingga adanya penambahan pengalaman dari Ai diharapkan mampu menambah wawasan readers semua tentang proses mengurus pernikahan di Jepang.

Alur proses pengurusan pernikahan di Jepang


Alur untuk mengurus pernikahan di Jepang sebetulnya telah tertampil pada laman website KBRI Tokyo, di sini. Ai akan jelaskan kembali pada artikel ini.

1. Melengkapi persyaratan

Langkah pertama bagi WNI yang akan menikah dengan orang Jepang adalah membuat dokumen bernama Kekkon Gubi Shomeisho (KGS). Dokumen KGS ini bertindak seperti surat pernyataan belum menikah dari RT/RW/Kelurahan setempat. 

Untuk WNI, persyaratan dokumen untuk pembuatan KGS cukup banyak, adalah sebagai berikut.

a. N1 (Surat keterangan untuk nikah)
b. N2 (Surat keterangan asal usul)
c. N3 (Surat persetujuan mempelai)
d. N4 (Surat keterangan tentang orang tua)
e. Surat rekomendasi untuk menumpang nikah di Jepang. Dalam surat ini, perlu untuk dicantumkan lokasi pernikahan, yaitu KBRI Tokyo.
f. Surat pengantar nikah dari KUA atau Dukcapil. Dalam kasus saya, saya lampirkan keduanya. 
g. Surat ijin dari orang tua yang ditanda-tangani pada materai Rp. 10.000,00
h. Fotokopi akta kelahiran
i. Fotokopi paspor
j. Fotokopi kartu keluarga
k. Fotokopi KTP Indonesia
l. Fotokopi Residence Card
m. Pas foto 3x4 berwarna dengan latar putih (1 lembar)

Sedangkan untuk WNA Jepang, berikut adalah dokumen yang harus disiapkan.

a. Surat keterangan belum menikah atau Dokushin Shomeisho
b. Surat ijin dari kedua orang tua atau kazoku no Shodakusho
c. Kartu registrasi keluarga atau koseki tohon
d. Surat keterangan domisili atau juminhyo
e. Fotokopi paspor
f. Pas foto 3 x 4 berwarna dengan latar putih (1 lembar)

Seluruh dokumen dapat diambil pada tanggal kapanpun selama masih dalam tahun yang sama. 

2. Mengisi formulir Kekkon Gubi Shomeisho (結婚具備証明書)


Setelah persyaratan yang ada pada poin 1 terpenuhi, dokumen tersebut dibawa ke KBRI. Lalu, kita akan diminta untuk mengisi formulir KGS. Harus hati-hati dalam menulisnya karena tempatnya terbatas. Kita juga harus menulis dalam bahasa Jepangnya pada formulir itu. Foto yang diminta adalah untuk kemudian ditempelkan pada bagian bawah formulir tersebut, bukan untuk buku nikah.

Proses pembuatan KGS akan langsung jadi hari itu dan tidak dikenakan biaya. Jangan lupa untuk membuat janji terlebih dahulu dengan mengirimkan email ke staff KBRI. Alur yang saya ambil adalah mengirimkan email terlebih dahulu ke info@kbritokyo.jp lalu setelah itu akan disambungkan kepada bagian konsuler.

3. Mendaftar Pernikahan di Balai Kota Setempat


Setelah kita mendapatkan lembar KGS, lembar tersebut nantinya akan digunakan untuk mendaftarkan pernikahan secara hukum di Jepang, yaitu bertempat pada balai kota setempat. 

Menurutpetugas balai kota Gifu tempat saya tinggal, rupanya kasus pernikahan orang Jepang dengan orang Indonesia adalah yang pertama kalinya terjadi. Entah betul entah tidak informasi tersebut, namun begitulah adanya yang dikatakan oleh petugasnya. Oleh karenanya, persyaratan yang diminta mungkin saja akan berbeda dengan kota lain.

Berikut adalah persyaratan yang diminta kepada saya.

a. Lembar KGS
b. Akta kelahiran asli
c. Terjemahan akta kelahiran ke dalam bahasa Jepang
c. Paspor

Untuk dokumen persyaratan yang diminta kepada pasangan orang Jepang adalah sebagai berikut.

a. Surat keterangan belum menikah atau Dokushin Shomeisho
b. Kartu registrasi keluarga atau koseki tohon

Lalu, kita mengumpulkan juga formulir pendaftaran pernikahan yang dapat kita ambil ke balai kota dari jauh-jauh hari sebelumnya

Hal yang perlu diperhatikan ketika mengisi formulir adalah tentang nama kita, orang Indonesia yang tidak mempunyai nama keluarga. Saya menaruh nama lengkap saya pada box nama, bukan box family name. Setiap nama kita dipisahkan dengan tanda koma. 

Misalkan, nama kita adalah Adinda Sekar Ayu Sri Kenanga, maka dalam penulisan menjadi Adinda, Sekar, Ayu, Sri, Kenanga. Begitu juga dengan nama kedua orang tua. Lalu, kita dipandu untuk mengisi keterangan bahwa nama kita adalah satu kesatuan dan tidak dipindah penempatannya.
 

Setibanya di balai kota, petugas balai kota yang akan memfotokopi akta kelahiran dan paspor kita. Lalu kita akan menandatangai surat pernyataan yang menunjukkan bahwa fotokopi tersebut adalah benar dokumen saya. 

Setelah registrasi, kita diminta untuk menunggu selama kurang lebih satu minggu untuk kemudian mendapatkan dokumen Kekkon Juri Shomeisho (KJS). Di tahap ini, kita sudah dinyatakan menikah secara sah menurut hukum yang berlaku di Jepang.

Eits, tapi tunggu dulu. Perjalanan belum selesai. Meskipun sudah menikah secara sah di Jepang, namun kita harus mendaftarkan pernikahan itu ke KBRI/KJRI agar pernikahan kita juga tercatat secara sah di mata hukum Indonesia juga. 

4. Mencatat Pernikahan di KBRI/KJRI


Setelah mendapatkan KJS, kita mengirimkan berkas tersebut dan dikirimkan ke KBRI/KJRI untuk dicatatkan pernikahannya secara legal di Indonesia. Berikut adalah persyaratan dokumen yang harus dikirimkan bersama dengan KJS.

1. Foto copy paspor suami 1 lb
2. Foto copy paspor istri 1 lb
3. Kekkon Juri Shomeisho yang asli dari shiyakusho/balai kota 2 lb
4. Letter pack 370 yen sebagai balasan dengan sudah ditulis alamat kita

Pada website KBRI tercantum bahwa kita diminta untuk mengisi dan mengirimkan formulir, tetapi itu sudah dilakukan ketika kita mendaftar untuk mendapatkan KGS. Sehingga tidak perlu lagi mengunduh dan mengirimkan formulir tersebut.

Namun, apabila ketika mendaftarkan KGS kita tidak diminta untuk mengisi formulir, maka kita harus mencantumkan formulir itu pada saat mencatat pernikahan kita.

Setelah menunggu sekitar 5 hari kerja, kita akan mendapatkan surat pemberitahuan bahwa pernikahan kita telah tercatat secara sipil dan sah secara hukum yang berlaku di Indonesia. Kita akan mendapatkan 2 set dokumen. Set yang pertama adalah untuk keperluan pribadi dan harus dilaporkan maksimal 30 hari setelah kedatangan kita di Indonesia. Dan set kedua untuk dilampirkan ketika mengurus visa ke kantor imigrasi, 

Karena pernikahan tersebut tercatat secara sipil, artinya, untuk orang Islam guna mendapatkan buku nikah, harus melakukan proses akad nikah secara Islam terlebih dahulu. Untuk prosedur dan prosesi akad nikah Islam di Jepang dengan pasangan orang Jepang yang belum masuk Islam, akan di bahas pada tulisan selanjutnya.

Terima kasih telah membaca. Dan semoga pernikahanmu lancar ^_^ 




Thursday, April 29, 2021

SARABA

Setiap ada pertemuan, pasti akan ada sebuah perpisahan. Begitu juga dengan aku dan Nayla hari ini. Kami bertemu tiga setengah tahun yang lalu. 

Beberapa bulan sebelumnya, teman-temannya sudah heboh mencari kontak seseorang di Gifu untuknya. Dan aku menawarkan diri untuk dihubungi dan bersedia untuk menjemputnya. Namun Nayla bandel, hingga salah jalur Shinkanzen. 

Pada akhirnya kami bertemu di Gifu University. Nayla sudah aku anggap seperti adikku sendiri. Dia memang satu umur dengan adik perempuanku yang besar itu, si Mega. Kami jarang bertemu, tetapi bagiku, Nayla adalah adikku, dan akan selalu menjadi adikku yang unik. Meskipun mungkin aku saja yang merasa begitu hehe.

Ini adalah beberapa foto kenangan yang masih tersimpan dalam file komputerku.


Foto di atas diambil ketika kami berjalan bersama ke Fushimi Inari, Kyoto. Tahun 2017.


Foto ini juga masih di sekitar Kyoto.

Centilnya memang anak satu ini ya hihi.


Perjalanan kami di Kyoto dan Nara bersama dengan Arifin, sahabat kami yang lain.

Ah...aku sedang menangis saat ini. Cepat sekali rasanya Nayla pulang ke Indonesia. Rasanya kita belum banyak main bersama. Rasanya masih banyak tempat yang aku ingin ajak berkunjung.

Nayla, berbahagialah dengan hidupmu yang baru di Indonesia. Mengabdilah pada negara yang telah membesarkanmu. Perpisahan kali ini adalah sebuah awal baru untuk kita bertemu kembali. Suatu saat nanti, kita akan bertemu lagi dalam keadaan yang jauh lebih baik. 

Aku sudah merindukanmu, Nay. Jaga dirimu baik-baik.

Sunday, April 4, 2021

2021: New Life

 Halo readers!!

Sudah lama sekali ya Ai tidak mengurus blog ini. Semua karena negara api merah yang menyerang hehe. Tapi, Ai harus mengakui bahwa tulisan Ai memang lebih banyak dibaca di Quora daripada di blog si 😅

Anyways, mengawali postingan tahun 2021 ini, Ai ingin bercerita banyak hal. Mungkin kedepannya akan kembali banyak menulis ya. 

Untuk sedikit recap dari bulan Januari ke Maret, hidup Ai menjadi sangat roller coaster. Deadline bertumbukan dengan deadline lain. Urusan surat-surat menikah yang ribet. Visa yang belum pasti. Dan sebagainya. Segala macam emosi sudah bertumbukan menjadi satu. Air mata sudah mengering. Bahkan sekarang, Ai nonton Good Doctor ala Yamazaki Kento saja sudah tidak bisa menangis.

Tetapi, semua itu menjadi lega ketika semuanya selesai. 

Bulan ini, Ai mengawali hidup baru. Sebagai seorang pengangguran, peneliti pemula yang bukan mahasiswa, dan juga sebagai seorang istri. Hidup Ai ternyata tidak selamanya buruk. Banyak orang yang masih peduli dan mencintai Ai. Keluarga, teman, dan kolega yang baik adalah rejeki yang patut untuk disyukuri. Meskipun memang uang adalah rejeki di atas rejeki, ya. Tapi ternyata rejeki memang tidak hanya berupa uang. 

Mengakhiri tahun fiskal 2020 dengan status baru

Mari kita songsong masa baru dengan lebih berbahagia. Ai berharap, semoga readers semua menjadi lebih bahagia di tahun yang baru ini. 


Thursday, October 8, 2020

Alasan Mengapa Saya Sering Menolak Tawaran Makan

 Untuk readers yang sering berinteraksi dengan saya, pasti sering bertanya dalam hati, mengapa saya sering sekali menolak jika ditawari makan di rumah orang. Itu ada ceritanya loh.

Dulu, waktu saya masih sekolah, saya memang sering sekali pergi ke rumah teman dan sering ditawari makan oleh orang tuanya. Awalnya sih biasa saja, ikut makan, dan berterima kasih, seperti anak lainnya. Karena saya kalau main dan ditawari juga tidak sendirian. 

Suatu ketika, saya main ke rumah teman dekat. Saat itu, karena sebelum main saya makan banyak kue yang diterima keluarga dari tetangga yang sedang mempunyai hajatan. Seperti biasa, ibunya teman saya itu menawarkan makan lotek. Saya menolak dengan sopan.

Si ibu itu berkata pada saya, "Kenapa nolak?"

Saya jawab, "Sudah kenyang, bu."

Di luar dugaan, si ibu itu membalas, "Mergo anakku nek dolan mrono ra tau dipakani karo mbokmu?"

Itu diterjemahkan sebagai "Karena anakku kalau main ke rumahmu nggak pernah dikasih makan sama ibumu?"

Dan cara dia mengatakan itu, juga bahasanya itu kasar sekali. Saya kaget dengan perkataannya. Sakit hati sekali rasanya. Tapi, saya cuma anak-anak yang tidak punya kuasa untuk membalas. Jadinya saya cuma diam dan buru-buru pamit pulang.

Semenjak saat itu, saya tidak pernah mau diajak bermain ke rumah teman saya itu. Dan saya benci sekali dengan ibunya hehe. Dan semenjak saat itu pula, saya sering menolak ajakan makan di rumah orang. Sampai sekarang. Kecuali kalau memang ada acara party, saya akan menolaknya.