Wednesday, June 13, 2018

Diary Ai: 13 Juni 2018

Halo readers, saya ingin berbagi cerita seru mengenai pengalaman saya berinteraksi dengan murid-murid saya, terutama untuk mereka yang mengikuti kelas after school nya.

Kemarin, salah satu murid saya di kelas hari Senin, Shigeharu, ngotot mau ikut kelas hari Rabu. Spontan saya tanya ke manager saya apakah Shigeharu ikut kelas Rabu atau tidak, mengingat ada beberapa anak yang mengikuti kelas bahasa Inggris 2 kali seminggu. Ternyata memang Shigeharu tidak ada jadwal di hari Rabu.

Usut punya usut, dia dicari-cari oleh guru kelasnya karena nggak kelihatan di barisan antrian bus yang mengantar ke rumahnya. Begitu tahu Shigeharu ada di barisan anak-anak yang saya bawa, guru kelasnya langsung memanggilnya. Ternyata Shigeharu tidak mau pulang. Dia mau ke kelas Inggris. Kemudian dia memeluk kaki saya erat, seakan mengatakan dia ga mau pulang. Lantas guru kelasnya menggendongnya, dan dia mulai menangis dan berteriak "Aku ingin belajar bahasa Inggris".

Belum pernah ada anak TK yang seantusias ini dalam belajar bahasa Inggris. Luar biasa Shigeharu.
Dia memang sejak trial lesson sudah menunjukkan minat dan bakatnya dalam berbahasa Inggris. Untuk anak seusianya (3 tahun), secara sadar mengikuti les bahasa Inggris dan mengikuti semua aktivitas dengan senyuman dan semangat itu adalah sebuah hal yang langka. Saya pikir, Shigeharu kelak akan jadi orang yang jago berbahasa Inggris dengan cepat.

Sunday, June 10, 2018

Jepang itu Mahal Kawan, Biasakanlah

Halo readers, apa kabar puasanya? Sudah menjelang Idul Fitri, semoga ibadahnya semakin lancar dan semakin berat timbangannya, amin.

Kali ini saya tidak akan membahas mengenai bagaimana puasa di Jepang, karena hal tersebut akan saya ceritakan mungkin minggu depan saat Idul Fitri, kalau nggak lupa.

Setelah beberapa waktu lalu saya sempat membahas mengenai biaya hidup di Jepang, kali ini akan saya lanjutkan dengan detail pengeluaran apa saja yang harus kita perhatikan selama hidup di Jepang. Karena kita sebagai orang asing, ada banyak sekali pengeluaran yang nantinya akan datang kepada kita, dan hal tersebut akan menjadi aneh bagi kita karena kita tidak pernah melakukan sebelumnya ketika di Indonesia.

http://www.smosh.com/articles/5-things-everyone-can-learn-spongebob-squarepants-patrick-star

Biaya hidup di Jepang yang perlu kita tahu

1. Deposit Money

Uang deposito ini adalah uang yang harus kita bayarkan saat kita ingin menyewa apartemen/asrama. Besarannya rata-rata adalah setara dengan satu bulan uang sewa, ada pula yang dua bulan uang sewa atau dalam nominal yang sudah ditentukan oleh pemilik apartemen. 

Uang deposito ini hanya dibayarkan sekali, yaitu pada awal perjanjian atau kontrak. Dan uang ini akan kembali apabila kita keluar dari apartemen/asrama. Besarannya bisa kembali penuh 100%, 50% atau jumlah tertentu, tergantung kerusakan dan kebersihan tempat kita ketika ditinggalkan. Karena biasanya, uang ini akan digunakan oleh pemilik apartemen untuk mengganti biaya kerusakan (bila ada) yang kita perbuat selama tinggal di tempat tersebut.

Oleh karena itu, readers sekalian, bagi yang hendak menetap di Jepang, diharapkan untuk mempersiapkan uang deposito ketika hendak berangkat ke Jepang. Ada baiknya bertanya terlebih dahulu dengan pengelola asrama, atau teman yang membantu tentang besaran uang deposito yang harus dibayarkan. Tujuannya adalah supaya tidak memberatkan readers semua ketika sampai di Jepang tau-tau harus membayar sekian puluh ribu yen.

2. National Health Insurance

Sebagai orang asing, kita tidak akan lepas dari asuransi kesehatan yang wajib dibayarkan oleh setiap penduduk yang tinggal di Jepang dalam kurun waktu minimal 6 bulan. Dan kita tidak akan bisa menghindari ini, karena asuransi kesehatan ini merupakan program pemerintah Jepang. Sehingga, setiap bulannya kita secara otomatis akan mendapatkan tagihan pembayaran asuransi langsung dari balai kota.

Besarannya berbeda-beda, tergantung oleh dimana kita tinggal dan status visa kita. Untuk mahasiswa, di Tokyo, beberapa tempat mewajibkan untuk setiap mahasiswa single untuk membayar kurang lebih 1000 yen. Di Gifu, setiap mahasiswa dibebankan 2200 yen setiap bulan untuk asuransinya. Sedangkan untuk orang yang sudah bekerja, jumlah yang dibebankan akan menjadi lebih banyak. Untuk single, di Gifu besarannya sekitar 10.000 yen, dan akan bertambah apabila kita sudah menikah dan punya anak. 

Berbeda dengan kebanyakan sistem asuransi di Indonesia yang akan hangus dalam kurun waktu tertentu apabila tidak ada klaim. Asuransi dari pemerintah jepang ini dapat digunakan untuk berbagai hal. Yang utama adalah potongan 70% biaya berobat di klinik maupun di rumah sakit. Selain itu, kita dapat menggunakannya sebagai jaminan dalam membeli handphone, atau mendaftar kartu kredit. 

Kita dapat membayar uang asuransi ini untuk 6 bulan sekali waktu, atau menyicil per bulan. 

Bagaimana jika telat membayar atau tidak terbayarkan? 
Tenang saja, pihak balai kota akan mengirimkan kembali tagihannya.

Bagaimana jika kita tidak pernah membayarkan dan kita tidak pernah menggunakannya? 
Menurut cerita beberapa teman yang pernah mengalami, ketika kita mengajukan permohonan untuk pemutusan segala hal yang berkaitan dengan kepulangan kita ke Indonesia, maka kita diwajibkan untuk melunasinya.
Namun ada beberapa cerita teman yang mereka lolos tidak ditagih.

Namun, ada baiknya jika kita rutin membayarkannya setiap bulan. Karena musibah siapa yang tahu?

Karena sudah subuh, dan saya mau lanjut tidur, maka dicukupkan dulu dengan 2 poin yang paling penting tentang biaya di jepang yang wajib kita tahu. 
Selanjutnya akan saya update sepulang kerja.






Monday, June 4, 2018

Apa yang harus dilakukan ketika di-bully?

Halo readers, barusan kebetulan banget habis mendengarkan ceramah dari Prof. Quraish Shihab disini, dan temanya adalah tentang apa yang kita harus lakukan menurut Islam ketika kita di-bully dan difitnah. Malam sebelumnya, kebetulan pula saya baru menerima telepon dari salah seorang kawan yang baru saja bercerita bahwa dia habis difitnah. Jauh sebelum itu, saya sendiri pun sempat menjadi korban bullying dan fitnah pada komunitas yang sama dengan kawan saya tersebut.

Ulasan dari Prof. Quraish Shihab ini sungguh sangat menyejukkan. Untuk itu, saya ingin merangkum apa yang telah disampaikan beliau, dengan menambahkan tips yang saya pernah lakukan ketika saya berusaha melawan banyaknya bullying dan fitnah yang menimpa diri saya. Nabi saw saja sering difitnah, apalagi Jokowi? Apalagi cuma seonggok saya?? Yuk kita simak tips bagaimana seharusnya kita menghadapi fitnah.

Sumber: http://liputanislam.com/kajian-islam/tafsir/fitnah-dalam-al-quran-2/


Tips melawan bullying dan fitnah

1. Berusaha menghindar dari tempat fitnah

Yang dapat kita lakukan pertama kali adalah dengan menghindari tempat-tempat datangnya fitnah. Dalam pemahaman saya, dan yang pernah saya lakukan, saat itu adalah bukan hanya menghindari tempat-tempat dimana fitnah itu berasal, tetapi juga menghindari si penyebar fitnah (yang kebetulan pada saat itu mereka tergabung dalam satu genk/kelompok).

Diharapkan, dengan kita menghindari tempat-tempat yang bisa menimbulkan fitnah dan kesalah pahaman ini, kita bisa lebih mengontrol emosi terlebih dahulu akan datangnya fitnah. Sehingga, jika ada fitnah dan kesalah pahaman, tidak akan serta merta orang menilai bahwa fitnah itu benar hanya karena kita termakan emosi.

2. Menjaga perilaku dan mencoba memahami perspektif orang lain

Kemudian, tentunya dengan adanya fitnah, hal ini merupakan juga peringatan bagi kita untuk menjaga perilaku. Mungkin, ada orang yang tidak suka dengan apa yang kita lakukan, baik atau buruk. Karena yang namanya manusia, apapun yang kita lakukan, entah itu baik atau buruk, pasti akan selalu saja ada orang yang mencari-cari kesalahan kita untuk sekedar mengatakan bahwa kita itu buruk. Sehingga, masa seperti ini, akan menjadi masa yang lebih tepat bila digunakan untuk memahami perspektif dari orang-orang yang menyebar fitnah tersebut, kenapa mereka sampai berfikiran seperti itu.

3. Berusaha menjelaskan secara obyektif dan argumentatif

Jika fitnah itu telah tersebar luas ketika kita sudah menjauhi tempat dan si penyebar fitnah itu, maka yang harus kita lakukan adalah menjelaskannya. Bagaimana kita menjelaskan duduk perkaranya? Jelaskanlah fitnah dan kesalah pahaman tersebut secara obyektif dan dengan argumentasi yang baik bahwa fitnah tersebut adalah tidak benar.

Selain itu, kita harus telusuri argumentasi orang tersebut. Apakah fitnah itu bersumber karena karya kita, tulisan kita, atau hanya karena sensitivitas tanpa alasan semata. Kebanyakan fitnah itu bersumber dari sensitivitas manusia semata yang menunjukkan betapa kotornya hati si penyebar fitnah tersebut.

Pengalaman saya, saya paling malas untuk menjelaskan kepada orang-orang. Saya hanya akan menjelaskan detail duduk perkaranya hanya kepada orang yang berani bertanya kepada saya secara langsung. Karena bagi saya, orang yang bertanya kepada saya mengenai sebuah kebenaran adalah orang yang betul-betul peduli kepada saya. Dan orang-orang yang seperti itu, saya anggap sebagai saudara saya, dan orang-orang seperti itu di mata saya adalah orang-orang yang baik hatinya.

4. Buktikanlah bahwa fitnah itu tidak benar

Kemudian, yang kita harus lakukan adalah membuktikan ketidakbenaran fitnah tersebut melalui sikap-sikap keseharian kita. Yakinlah bahwa dengan menunjukkan sikap kita yang apa adanya kita secara jujur dan bertentangan dari  fitnah itu, maka lama-kelamaan fitnah tersebut justru akan menjadi bumerang bagi si penyebar fitnah.

Dan bagi kita yang apabila kita mendapatkan informasi sebuah berita yang belum tentu kebenarannya, atau mendapati fitnah, yang harus kita lakukan adalah jangan terpancing dengan hal-hal tersebut. Jangan menanggapi fitnah dengan menyebarkannya, apalagi dengan menambahkannya.

Dan kepada orang yang memfitnah dan mem-bully kita, harus kita tanamkan ke diri kita, bahwa kita hidup bukan dari uang mereka. Kita hidup bukan dari hasil jerih payah dan keringat mereka. Kita sakit, mereka tidak pernah ada. Kita senang, mereka pun tidak pernah ada. Maka, sejatinya, orang-orang seperti itu bukanlah kawan kita, bahkan sejatinya pun kita dengan mereka tidak saling mengenal. Tapi jangan anggap mereka musuh kita. Doakanlah agar mereka suatu saat menyadari bahwa yang mereka lakukan itu salah. Dan doakanlah agar suatu saat mereka mengerti bagaimana rasanya berada di posisi kita.

Sebuah reminder untuk kita dalam konteks hubungan antar manusia, untuk selalu menjaga kebaikan diantara manusia satu dengan yang lainnya. Semoga kita senantiasa terhindar dari fitnah, dan semoga kita bukan termasuk orang yang suka membuat fitnah atau menyebarkan fitnah. Amin.


Saturday, June 2, 2018

Pengalaman Mencari Kerja di Jepang

Halo readers, apa kabar? Sepertinya sudah lama sekali saya tidak menulis. Mati ide menjadi alasan utama saya kenapa tidak menulis sekian lama. Tapi, saya paksakan juga hari ini untuk menulis tentang sesuatu yang pernah saya alami, yaitu tentang pengalaman saya kesana kemari mencari alamat kerja.

Sekedar berbagi pengalaman mencari kerja yang pernah saya lakukan, ada beberapa cara yang bisa kita tempuh untuk mencari kerja di Jepang.

Source: https://www.talentsquare.com/blog/9-qualities-great-job-seekers/

Beberapa cara mencari kerja di Jepang


1. Melalui rekomendasi tempat kerja dari kampus

Pertama, hal yang paling dekat dengan kita adalah kampus atau universitas tempat kita belajar. Kampus merupakan tempat utama dari perusahaan untuk berpromosi dan mencari calon-calon pekerja terbaik. Disamping itu, kita akan mendapatkan rekomendasi dari sensei kita secara langsung, yang akan menjadi pertimbangan kuat perusahaan untuk menerima kita.

2. Datang ke Job Fair

Di Jepang juga ada Job Fair. Memang tidak semua perusahaan yang membuka booth stand di Job Fair itu juga akan melakukan penerimaan formulir atau aplikasi penjaringan tenaga kerja, namun beberapa perusahaan melakukannya bahkan hingga ke tahap wawancara di tempat. Untuk yang bahasa Jepang-nya pas-pasan, jangan patah semangat, karena beberapa perusahaan, terutama perusahaan multinasional atau perusahaan besar dan berskala internasional, selalu menyediakan staff yang bisa berbahasa asing dan juga sangat welcome terhadap pelamar orang asing. Informasi mengenai Job Fair bisa didapatkan juga melalui universitas, ataupun situs-situs penyedia layanan pencarian kerja.

3. Melamar langsung ke perusahaan

Saya pernah beberapa kali melamar langsung ke perusahaan, atas rekomendasi dari beberapa orang-orang besar yang kebetulan saya pernah bekerja sama dengan beliau-beliau di sebuah kesempatan. Biasanya, tes seleksi akan dilakukan secara online, dan dalam waktu yang tidak bersamaan dengan pelamar lainnya. Meskipun gagal dalam wawancara terakhir, namun bagi saya, tipe melamar pekerjaan ini menjadi beban yang sangat berat dibandingkan dengan tipe melamar kerja lainnya. Karena kita membawa nama seseorang dan harus berjuang keras membuktikan bahwa rekomendasi nama kita ke perusahaan yang dibawa benar-benar terbukti akurat.

Ketiga cara diatas, pengalaman saya, saya harus mengisi Entry Sheet, formulir pendaftaran dan CV dengan bahasa Jepang dengan (tentu saja) ditulis tangan. Seperti melamar kerja jaman dulu pada umumnya, kadang saya juga kesal karena harus berkali-kali berganti lembar karena satu kesalahan dalam penulisan huruf kanji. Belum lagi, kalau salah kalimat dan tata bahasa. Menulis CV dalam bahasa Jepang haruslah berhati-hati. Karena jika tertinggal 1 huruf saja, maka formulirmu tidak akan dimengerti, bisa-bisa, kamu tidak akan mendapatkan email panggilan untuk wawancara.

4. Melamar melalui perusahaan pencari tenaga kerja (Recruiters/Hakken Kaisha)

Cara keempat yang saya tempuh adalah dengan mendaftarkan diri ke perusahaan-perusahaan recruiter di Jepang. Perusahaan ini ada yang berbasis bahasa jepang, ada pula yang berbasis bahasa Inggris, bahkan bahasa Indonesia. Beberapa perusahaan recruiter ini ada yang sengaja mencari bantuan melalui PPI atau grup-grup komunitas sebuah negara. Namun, kita juga harus berhati-hati, karena tidak semua perusahaan recruiter ini mempunyai reputasi yang baik juga. Ada juga yang sedikit nakal.

Ada perusahaan pencari tenaga kerja di Jepang yang menyediakan visa namin (visa pengungsi), bukannya visa kerja. Ada juga yang menahan paspor kita. Ada pula yang pekerjaan kita ternyata tidak sesuai dengan yang ditawarkan sebelumnya. Parahnya, banyak pula yang menjadi korban, terutama orang Indonesia, dengan iming-iming bisa bekerja dan mendapat gaji puluhan juta di Jepang. Nyatanya, kita malah kehilangan status kewarganegaraan karena kita malah diajukan visa pengungsi oleh perusahaan tersebut. Pernah suatu ketika, saya mendapatkan pesan dari seseorang yang menawarkan saya pekerjaan dengan visa pengungsi. Sontak saja saya tolak. Perusahaan-perusahaan yang seperti ini yang harus benar-benar kita hindari.

tetapi, ada banyak sekali perusahaan pencari tenaga kerja di Jepang yang memiliki reputasi bagus dan recommended. Berikut adalah beberapa situs perusahaan recruiter yang saya ikuti.

DODA JAPAN

NODE INC

YOLO Japan

Gaijin Pot

Daijobs

Asian Youth Network Japan

PASONA


FYI. Di Pasona, ternyata recruiters nya banyak yang merupakan orang Indonesia loh. 

Situs-situs tersebut menyediakan banyak sekali lowongan kerja untuk orang asing, terutama yang bisa berbahasa Inggris, selain bisa bahasa Jepang tentunya. Dan mudahnya, disini pula kita bisa mengirimkan CV dalam bahasa Inggris. Jadi, untuk readers yang belum terlalu pede menggunakan bahasa Jepang, bisa sedikit tenang karena bisa mengirimkan CV dan surat lamaran dalam bahasa Inggris.

Bagi saya, disini, saya bisa dengan bebas memilih pekerjaan yang saya inginkan. Karena setiap informasi lowongan diberikan gambaran secara detail, termasuk urusan gaji, lokasi dan persyaratan khusus. Dan puji syukur pada Tuhan, kerja yang saat ini saya dapatkan ternyata justru yang saya daftar melalui salah satu situs tersebut.

Nah, begitulah pengalaman saya kesana kemari mencari alamat pekerjaan di jepang. Semoga pengalaman saya ini bisa membantu readers yang sedang bingung mau bagaimana mencari pekerjaan di Jepang ini. Semoga bermanfaat :)


Wednesday, April 11, 2018

Tahun Baru, Hidup Baru, Kesibukan Baru

Haloo......

Sepertinya sudah berdebu sekali Red Momiji ini. Sampai-sampai si pemilik MyST ini sudah malas untuk mengingatkanku menulis di laman yang dia buat ini. Hehe maafkan ya...

Readers yang budiman dan tidak julid, saya ingin berbagi kesenangan yang saya terima sejak hari Valentine 2018. Tepatnya di hari itu, 2 kebahagiaan terbesar saya terjadi. Pagi hari, saya mendapat email mengenai penerimaan di tempat saya bekerja full time ini, dan sore harinya, dosen pembimbing saya diganti. Kenapa dosen pembimbing saya diganti? Nanti akan saya ceritakan ketika bertemu langsung saja. Biar readers ga jadi julid hehehe.

Maka dari itu, tepat 4 April, saya resmi menyandang status Working Visa. Dan kemudian, mulai tanggal itu pula kesibukan saya bertambah. 9 ke 9 bekerja, pulang mengerjakan data penelitian baru, 4 am - 9 am persiapan masak bekal dll. Sungguh menjadi seorang yang sudah bekerja itu melelahkan sekali. Dan, saya jadi bertepuk tangan luar biasa untuk ibu2 bekerja di Jepang ini. Bayangkan saja, mereka sudah bekerja, kemudian masih merawat anak2nya di rumah, masih melayani suaminya. Dan semua itu dilakukan tanpa pembantu. Bagaimana tidak luar biasanya mereka??

Anyway, nanti kalau sabtu-minggu, saya usahakan untuk menulis update. Ditunggu yaa....

Salam dari yang sedang merindukan masa full kuliah,

Ai


Wednesday, January 17, 2018

Biaya Hidup Di Jepang

Halo readers, apa kabar? Semoga selalu dalam lindungan Tuhan YME.

Kali ini, atas banyaknya permintaan yang masuk, saya akan membahas mengenai biaya hidup di jepang. Berapa perkiraan biaya yang kita butuhkan untuk tinggal seorang diri di Jepang. dikarenakan saya masih single bukan jomblo dan belum menikah, maka saya akan memaparkan perkiraan biaya dari segi individu. Yuk dibaca sampai akhir.


Sumber dari sini.

Rincian Biaya Hidup di Jepang per Bulan


Untuk memperkirakan biaya hidup di jepang, kita harus dibagi menjadi beberapa bagian. Sebelum itu, penting untuk kita mengetahui berbagai pertimbangan yang menentukan besar kecilnya biaya yang akan dikeluarkan.

Pertimbangan dasar tinggal di Jepang:

a. Daerah tempat tinggal

Poin ini sangat penting dalam menentukan perkiraan biaya hidup di jepang. Pasalnya, biaya hidup di Tokyo berbeda jauh dengan biaya hidup di Gifu. Semakin besar kota tempat tinggal, maka semakin besar pula pengeluaran kita.

b. Moda transportasi yang digunakan


Moda transportasi juga merupakan poin terpenting dalam menentukan perkiraan biaya hidup di jepang. Karena, akan menjadi berbeda pengeluaran kita apabila kita berangkat ke kampus dengan berjalan kaki atau bersepeda dibandingkan dengan yang menggunakan mobil atau transportasi umum.

Dengan dua pertimbangan di atas, maka saya akan mencoba membedah perkiraan biaya melalui rata-rata terendah (diperuntukkan bagi readers yang akan tinggal di kota kecil) dan rata-rata terendah tertinggi (diperuntukkan bagi readers yang akan tinggal di kota besar). Rata-rata terendah tertinggi ini adalah rata-rata  terendah dari pengeluaran tertinggi yang dapat dikeluarkan oleh teman-teman yang tinggal di daerah metropolitan. Disini saya akan mengeluarkan perkiraan biaya apabila tinggalnya di Asrama Kampus. Karena sudah pasti biaya untuk sewa tempat tinggal beserta pemakaian listrik, gas dan air dapat berkurang hingga 50%.

Perkiraan Biaya Hidup di Jepang
Berikut adalah hasil pembedahan saya tentang biaya hidup di jepang tidak termasuk biaya transportasi. Karena, biaya transportasi adalah salah satu biaya yang bagi saya sulit untuk diperkirakan. jadi, saya asumsikan biaya perkiraan ini adalah untuk kita yang menggunakan moda transportasi jalan kaki dan bersepeda.

1. Biaya Sewa Apartemen di Jepang

Seperti yang sudah dijelaskan di atas pada poin pertimbangan (a), semakin besar kota tempat kita tinggal, semakin tinggi pula biaya pengeluaran kita. contohnya, untuk sewa apartemen saya, satu bulan sebesar 25.000 yen untuk single room. Untuk kota kecil seperti saya, harga tersebut merupakan harga sewa yang tergolong murah, meskipun ada yang lebih murah lagi sekitar 12.000 yen. Namun, mari kita pakai harga apartemen saya sebagai patokan rata-rata terendah. Untuk kota besar, rata-rata biaya apartemen murah adalah sekitar 40.000 hingga 60.000 yen (bisa lebih) untuk ukuran single room. Mari kita ambil rata-rata tertinggi, yaitu 60.000 yen per bulan.

2. Biaya Pemakaian Air, Gas dan Listrik di Jepang


Pemakaian air, gas dan listrik tentu saja menyesuaikan dengan penggunaan. namun, mari kita asumsikan pemakaian tertinggi dari kebutuhan tersebut. Pemakaian tertinggi gas dan listrik di jepang akan terjadi pada saat menjelang akhir musim gugur ke musim dingin hingga menjelang akhir musim semi. Sedangkan untuk musim panas, kita masih bisa mengontrol sedikit pengeluaran terutama di pengeluaran gas.

Untuk pemakaian air, dapat berbeda-beda. Beberapa apartemen memasukkan biaya air dalam biaya sewa bulanan, dan beberapa apartemen menarik biaya air per bulan sebesar 1000 yen hingga 2000 yen.

Untuk pemakaian gas, akan berbeda juga tergantung dengan penggunaan. Berapa kali sehari kita mandi, dan berapa sering kita memasak juga mempengaruhi besarnya biaya gas. Satu lagi yang paling penting dalam menentukan biaya perkiraan gas adalah, apakah apartemenmu menggunakan jasa perusahaan gas yang menarik biaya abodemen atau tidak. Untuk kasus apartemen saya, saya diwajibkan membayar biaya abodemen sebesar 2200 yen setiap bulan, dimana apabila 1 bulan saya tidak menggunakan gas sekalipun, saya tetap harus membayar sejumlah sekian kepada perusahaan gas. Buat saya itu sungguh lintah darat memberatkan. Kita ambil pemakaian gas sebesar 5000 yen hingga 7000 yen per bulan. Pemakaian tersebut saya dapat pada saat musim gugur. Dimana saya tidak terlalu sering memasak dan juga tidak terlalu sering mandi. Ingat, biaya gas dapat membengkak di tengah musim dingin.

Pemakaian listrik pun sangat tergantung seberapa borosnya kita. Namun, di masa musim dingin, kita benar-benar tidak bisa lepas dari penggunaan Air Conditioner (AC). AC di jepang adalah ebnar-benar Air Conditioner yang bisa diatur sebagai pendingin dan juga pemanas. Saya ambil contoh penggunaan rata-rata listrik saya satu bulan, yaitu 10.000 yen hingga 18.000 yen.

Mari kita jumlahkan dua poin penting ini terlebih dahulu kedalam biaya dasar.

Biaya Apartemen       : 25.000 yen             hingga            60.000 yen
Biaya Air                   :   1.000 yen             hingga               2.000 yen
Biaya Gas                   :  5.000 yen             hingga               7.000 yen
Biaya Listrik              : 10.000 yen             hingga            18.000 yen

Total biaya dasar       : 41.000 yen hingga 87.000 yen

3. Biaya Makan dan Belanja Makanan di Jepang


Biaya tersebut bisa kita bagi menjadi biaya masak sendiri dan biaya makan diluar. Untuk readers yang tidak bisa memasak, atau tidak punya waktu memasak, maka kita bisa kategorikan sebagai biaya makan diluar. Tentunya, jika biaya makan diluar akan mengurangi biaya pemakaian gas.

Untuk masak sendiri, dalam satu minggu, rata-rata saya berbelanja kebutuhan saya sebesar 5000 yen. Jumlah tersebut sudah saya asumsikan dengan harga beras sebulan yang dibagi per minggu dan biaya daging dan ayam per kilo yang tentu saja kita tidak mungkin memasak itu dalam seminggu, kecuali untuk kebutuhan acara kumpul-kumpul. sehingga kita akan membutuhkan sekitar 20.000 yen per bulan.

Untuk makan di luar, biayanya pun bervariasi. Jika makannya bento dari convenience store, kita dapatkan harga rata-rata 500 yen (bento dan minum) sekali makan. Namun, jika kita makan di warung makan, kita ambil rata-rata 1000 yen untuk sekali makan. Mari kita asumsikan kita makan di rumah makan. Jadi, untuk 1 kali makan, kita dapatkan biaya 750, maka kita akan menghabiskan 2250 yen dalam sehari. Itu artinya, kita membutuhkan  67500 yen sebulan.

4. Biaya Rumah Tangga Bulanan di Jepang


Tentu saja kita memerlukan keperluan lain, misalkan membeli pembalut untuk wanita, membeli air minum galon (apabila air ledeng nya terasa tidak enak), kebutuhan mandi, bersih-bersih rumah dan sebagainya. Kita asumsikan antara 10.000 yen hingga 20.000 yen.

5. Biaya Tidak Terduga


Untuk biaya tidak terduga adalah biaya yang saya asumsikan untuk keperluan seperti kesehatan atau kecelakaan, tiba-tiba ingin beli baju atau sepatu dan lain sebagainya. Kita asumsikan besarnya biaya tersebut adalah 10.000 yen hingga 20.000 yen.

6. Biaya Komunikasi


Terakhir dan yang paling penting adalah biaya komunikasi. Biaya ini mencakup telepon dan juga internet. Biaya ini tergantung oleh model telepon/smartphone yang digunakan, dan juga paket data internet yang digunakan. Saya akan menjabarkan paket terendah hingga pemakaian tertinggi, yaitu mulai dari 1.980 yen hingga 15.000 yen.

Total

Maka dengan begitu, perkiraan biaya hidup di jepang adalah:

Biaya dasar                : 41.000 yen   hingga   87.000 yen
Biaya makan              : 20.000 yen   hingga   67.500 yen
Biaya rumah tangga   : 10.000 yen   hingga   20.000 yen
Biaya tak terduga       : 10.000 yen   hingga   20.000 yen
Biaya komunikasi      :   1.980 yen   hingga   15.000 yen
Biaya asuransi            :  2.200 yen 

Total pengeluaran dalam sebulan: 85.180 yen hingga 211.700 yen.

Tentu saja kita bisa menyesuaikan pengeluaran tersebut menjadi lebih kecil. Tetapi, sebagai gambaran readers dalam mencari beasiswa, diharapkan jumlahnya melebehi jumlah pengeluaran rata-rata terendah yang saya rumuskan tersebut.

Jepang itu keras, kawan. Biasakanlah.

Semoga hitungan saya ini dapat menjadi manfaat untuk readers semua yang akan tinggal di jepang dan sedang mencari beasiswa.

Friday, January 12, 2018

Tips: Bagaimana cara PDKT dengan cowok atau cewek Jepang

Hai readers, selamat datang kembali di blog saya. Ijinkan saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 2018, semoga di tahun yang baru ini, kita senantiasa diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi segala macam ujian. Amin.

Kali ini, saya akan memberikan tips dan trik tentang bagaimana cara memdapatkan perhatian orang jepang. Setelah beberapa jam yang lalu, saya melemparkan insta story di Instagram saya, karena saya ingin membuat konten YouTube saya. Ternyata, banyak dari teman-teman yang menanyakan hal yang sama, yaitu bagaimana cara bisa mendapatkan cewek / cowok jepang (sebagai pacar). Maka, kebetulan sekali karena saya pun kurang ide untuk menulis apa di awal 2018 ini, saya putuskan untuk berbagi pengalaman saya mendapatkan pasangan orang jepang.

Tips Mendapatkan Perhatian dari Cowok atau Cewek Jepang

Pada dasarnya, PDKT dengan orang jepang itu sama dengan orang Indonesia. Yang membedakan tentu saja adalah masalah bahasa. Mau tidak mau, kita harus menyesuaikan dengan keadaan. Minimal, kita menguasai bahasa Inggris dengan lancar, akan lebih baik lagi apabila kita bisa menguasai bahasa Jepang setingkat conversation level. Gunanya adalah, tentu saja supaya PDKT mu berjalan lancar dan bebas dari kesalahpahaman.

sumber dari sini

Berikut adalah beberapa tips dari pacar saya untuk kalian yang ingin PDKT dengan orang Jepang.

1. Jadi Diri Sendiri

Jadilah dirimu sendiri, jangan berusaha untuk menjadi orang lain, apalagi melebih-lebihkan dirimu sendiri. Orang jepang memang bukanlah orang yang direct dalam hal mengatakan perasaan, tetapi tidak berarti bahwa mereka juga suka dengan kita yang berpura-pura.

Pun dengan hal yang kita sukai atau kita tidak sukai. Jangan sekali-kali berusaha menyukai apa yang dia sukai meskipun sebenarnya kita tidak menyukainya. Misalkan saja, gebetan suka dengan drama korea, jangan memaksakan diri nonton drama korea padahal sukanya sebetulnya dramanya Marvel atau DC Comic. Karena sebetulnya kepribadian kita akan tercermin pada saat kita berbicara langsung dengannya. Dan itu tidak bisa kita tutupi, karena hal itu tercermin secara alami, secara naluriah.

Jika, pait2nya kita sudah menjadi diri sendiri ternyata dia nggak tertarik, jangan menyerah. Cari gebetan lain adalah jalan keluar paling mudah. Bisa jadi, si gebetan tidak cocok dengan kepribadianmu. Tapi, kalau misalkan kamu masih mau mencoba, berikut tips kedua.

2. Beri Perhatian Lebih

Tips kedua adalah, berikan dia perhatian, tapi jangan berharap diperhatikan lebih. Contoh sederhananya adalah, ketika kamu mengucapkan selamat tidur, jangan harap dia akan mengucapkannya balik. Itu saja.

Berikan dia perhatian kecil yang orang lain tidak memperhatikan. Misalnya, ketika dia berganti warna cat kuku, berikan sedikit pujian dengan itu. Orang jepang suka sekali dipuji, apalagi cewek jepang. Meskipun terkesan receh, dan kadang tanggapan mereka malu2, tapi kalau kita rajin memberi pujian dengan tidak berlebih, dia pasti akan menangkap sinyal cinta dari kita juga, koq.

Kalau misalkan trik ini belum berhasil, mari kita coba tips yang ketiga.

3. Obrolan Menarik yang Panjang

Tips ketika saya PDKT adalah mengajak  berbincang dengan berbagai macam topik. Dari situ, dia bisa menilai saya orangnya seperti apa, cara pikirnya bagaimana, sifat saya seperti apa.Disisi lain, dengan cara itu, saya jadi tertarik dengan dia, kepribadiannya, pembawaan dia dan karakternya juga. Lalu, berawal dari chat tersebut, kita jadi banyak sekali topik yang menarik untuk dibicarakan.

Dengan adanya banyak perbincangan yang menarik, maka akan makin bertambah dekatlah kita. Setelah itu, tidak menutup kemungkinan jika kamu bisa mengutarakan perasaanmu kepadanya.

4. Jangan Ngomongin Agama

Tidak disarankan ngomongin soal agama di masa PDKT. Jika kamu memang niat untuk mendapatkan perhatian dari gebetan jepangmu, maka jangan bicarakan soal agama di awal kalian PDKT. Cukup katakan bahwa kamu punya agama. Orang jepang tidak buta soal agama. Sejatinya, mereka menganut agama Budha, meski lebih banyak penganut kepercayaan Shinto, tetapi ada juga yang beragama Kristen maupun Islam.

kecuali kamu memang PDKT dengan orang jepang yang beragama Islam, maka saya tidak menyarankan untuk ngomongin soal agama. Karena, agama merupakan hal yang sensitif. Dan menurut pendapat saya yang masih cethek ilmu agamanya ini, urusan hidayah itu datangnya dari Tuhan. Sepaham apapun mereka mengenai agamamu, tetapi apabila Tuhan belum menyentuh hati mereka, maka tidak akan mungkin mereka akan tertarik mengikutimu.

Nah, untuk yang ini, saya juga belum bisa banyak memberikan tips, karena saat ini saya masih dalam proses bagaimana caranya agar Tuhan memberikan hidayah untuk cuppycake saya. Tetapi yang pasti, orang jepang akan lari apabila di awal PDKT kamu sudah ngomongin soal agama, apalagi ditambah embel2 kalau kamu ingin pasanganmu beragama sama. Percaya deh, mereka mundur duluan atau lari menghindar.

5. Kejutan Kecil

Berikan dia kejutan kecil yang dia tidak akan duga sebelumnya. Seperti misalkan berikan dia masakanmu disaat dia sedang ada deadline. Atau berikan dia coklat kesukaannya tanpa harus ada alasan atau hari istimewa.

Saya yakin 100%, cewek jepang mana yang akan nolak? Dia sudah punya pacar pun pasti akan menoleh padamu.

Nah, itu sekedar tips singkat dari saya. Pada akhirnya, kesuksesan kamu dalam mendapatkan pasangan orang jepang itu tergantung seberapa nyali kamu, dan apakah gebetan jepangmu itu adalah orang yang selama ini kamu doakan atau tidak.

Selamat mencoba dan semoga lekas jadian dengan gebetanmu yaaa...

Bisa dilihat versi youtube nya di SINI LOH