Tuesday, June 15, 2021

Tips: Memanfaatkan Jastip Agar Tidak Rugi

Jastip atau jasa titip dewasa ini menjadi sangat populer terutama dan menjadi bisnis yang menjanjikan. Pun di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, aktivitas jastip masih terus diminati. Di Jepang, biasanya jastip akan dihargai sekitar 1000, 1500 atau 2000 yen per kilonya. Namun, di tahun ini, kenaikan harga jastip yang bersliweran pada linimasa sosial media Ai adalah 3000 yen per kilonya. 

Kenaikan harga jastip tak lepas dari pengaruh aktivitas pada pandemi. Tentu saja, orang yang melakukan jasa harus menjalani karantina terlebih dahulu setibanya di Indonesia pun juga di Jepang. Sehingga, biaya jastip mau tidak mau harus naik agar pelaku jasa tidak merugi. 



Tips menggunakan jasa titip (Jastip)


Kali ini Ai ingin berbagi tips untuk teman-teman pelaku titip untuk lebih cermat dan bijak dalam menggunakan jasa titip. Agar kita juga tidak rugi. Yang akan Ai bahas adalah terkait kita yang di Jepang (atau negara lain) yang ingin menggunakan jastip dikirimkan kepada saudara atau orang tua atau teman di Indonesia.

Baru saja, Ai mengirimkan paket ke Indonesia melalui EMS. Percobaan pertama kali ai mengirim paket EMS ke Indonesia adalah satu bulan yang lalu. Paket berhasil sampai di tangan penerima tepat 8 hari setelah dikirimkan. Dan kali ini, Ai kembali mengirimkan 2.6 kilogram dengan harga kirim hanya 4300 yen

Artinya bahwa satu kilogram EMS dihargai 1660 yen. Hampir setengah lebih murah dari harga jastip jepang tahun 2021 ini. Tapi, perlu dicatat bahwa ada barang-barang yang lebih baik dikirim menggunakan jastip, daripada EMS. Dan berikut adalah ulasannya.


Gunakan jastip untuk barang berharga dan bermerk




EMS mempunyai limitasi, yaitu total harga barang yang dikirimkan jika lebih dari 20000 yen, maka kita harus melampirkan surat pernyataan yang sangat ribet. Di samping itu, setibanya di Indonesia, barang tersebut pasti akan kena bea cukai dan si penerima harus membayar biaya cukai tersebut. 

Oleh karena itu, untuk barang yang nilai satuannya lebih dari 1500 yen, sebaiknya dikirimkan menggunakan jastip. Barang seperti sepatu Adidas, Onitsuka Tiger, Tas Hermes, hingga jam tangan Rolex akan lebih baik dikirimkan melalui jastip untuk menghemat ongkos pengiriman dan regulasi cukai yang terkadang penuh permainan busuk petugasnya. 

Gunakan jastip untuk make up dan skin care




EMS juga mempunyai kelemahan yaitu larangan mengirimkan cairan dan make up serta skin care berupa lotion dan cairan. Oleh karena itu, menggunakan jastip akan lebih disarankan supaya aman.


Gunakan EMS untuk bahan makanan dan snack ringan




Sebaliknya, untuk bahan makanan dan snack kering yang harga satuannya dibawah 100 yen, bahkan di bawah 500 yen, maka lebih baik dikirimkan melalui EMS. Ai baru saja mengirimkan Golden Curry, tepung puding, wasabi dan katsuo bushi dan lainnya sebanyak 21 barang seharga total 3880 yen. 

Barang-barang seperti ini akan lebih hemat dan mudah dikirimkan melalui EMS dibanding jastip. Dengan EMS, Ai hanya membayar 4300 yen, sedangkan jastip Ai pasti akan dikenakan biaya 7800 yen. Dengan EMS, Ai menghemat 3500 yen.

Namun, bagi teman-teman yang pesan jastip dari Indonesia, pilihan pengiriman bahan makanan melalui EMS ini tidak memungkinkan. Kecuali jika memang mempunyai teman yang akrab atau keluarga yang sedang berada di Jepang (atau negara tersebut). 

Semoga dengan sedikit tips dari Ai ini, readers bisa mempertimbangkan bagaimana bijaknya mengirimkan barang untuk sanak keluarga di Indonesia. Selamat berbelanja ^_^


Monday, May 24, 2021

Prosedur Menikah dengan Orang Jepang

 Halo readers, kali ini Ai ingin berbagi mengenai prosedur menikah di Jepang dengan orang Jepang. Mungkin saja, di antara readers semua akan ada yang menikah dengan warga negara Jepang dan menikah di Jepang. Berikut Ai akan berbagi pengalaman mengurus dokumen persyaratannya. 



Prosedur Menikah di Jepang


Mungkin banyak sekali pengalaman dari WNI yang menikah dengan orang Jepang. Namun, kali ini, Ai akan berbagi pengalaman dengan apa yang telah Ai tempuh. Pengalaman Ai mungkin akan sedikit berbeda dengan yang lainnya. Sehingga adanya penambahan pengalaman dari Ai diharapkan mampu menambah wawasan readers semua tentang proses mengurus pernikahan di Jepang.

Alur proses pengurusan pernikahan di Jepang


Alur untuk mengurus pernikahan di Jepang sebetulnya telah tertampil pada laman website KBRI Tokyo, di sini. Ai akan jelaskan kembali pada artikel ini.

1. Melengkapi persyaratan

Langkah pertama bagi WNI yang akan menikah dengan orang Jepang adalah membuat dokumen bernama Kekkon Gubi Shomeisho (KGS). Dokumen KGS ini bertindak seperti surat pernyataan belum menikah dari RT/RW/Kelurahan setempat. 

Untuk WNI, persyaratan dokumen untuk pembuatan KGS cukup banyak, adalah sebagai berikut.

a. N1 (Surat keterangan untuk nikah)
b. N2 (Surat keterangan asal usul)
c. N3 (Surat persetujuan mempelai)
d. N4 (Surat keterangan tentang orang tua)
e. Surat rekomendasi untuk menumpang nikah di Jepang. Dalam surat ini, perlu untuk dicantumkan lokasi pernikahan, yaitu KBRI Tokyo.
f. Surat pengantar nikah dari KUA atau Dukcapil. Dalam kasus saya, saya lampirkan keduanya. 
g. Surat ijin dari orang tua yang ditanda-tangani pada materai Rp. 10.000,00
h. Fotokopi akta kelahiran
i. Fotokopi paspor
j. Fotokopi kartu keluarga
k. Fotokopi KTP Indonesia
l. Fotokopi Residence Card
m. Pas foto 3x4 berwarna dengan latar putih (1 lembar)

Sedangkan untuk WNA Jepang, berikut adalah dokumen yang harus disiapkan.

a. Surat keterangan belum menikah atau Dokushin Shomeisho
b. Surat ijin dari kedua orang tua atau kazoku no Shodakusho
c. Kartu registrasi keluarga atau koseki tohon
d. Surat keterangan domisili atau juminhyo
e. Fotokopi paspor
f. Pas foto 3 x 4 berwarna dengan latar putih (1 lembar)

Seluruh dokumen dapat diambil pada tanggal kapanpun selama masih dalam tahun yang sama. 

2. Mengisi formulir Kekkon Gubi Shomeisho (結婚具備証明書)


Setelah persyaratan yang ada pada poin 1 terpenuhi, dokumen tersebut dibawa ke KBRI. Lalu, kita akan diminta untuk mengisi formulir KGS. Harus hati-hati dalam menulisnya karena tempatnya terbatas. Kita juga harus menulis dalam bahasa Jepangnya pada formulir itu. Foto yang diminta adalah untuk kemudian ditempelkan pada bagian bawah formulir tersebut, bukan untuk buku nikah.

Proses pembuatan KGS akan langsung jadi hari itu dan tidak dikenakan biaya. Jangan lupa untuk membuat janji terlebih dahulu dengan mengirimkan email ke staff KBRI. Alur yang saya ambil adalah mengirimkan email terlebih dahulu ke info@kbritokyo.jp lalu setelah itu akan disambungkan kepada bagian konsuler.

3. Mendaftar Pernikahan di Balai Kota Setempat


Setelah kita mendapatkan lembar KGS, lembar tersebut nantinya akan digunakan untuk mendaftarkan pernikahan secara hukum di Jepang, yaitu bertempat pada balai kota setempat. 

Menurutpetugas balai kota Gifu tempat saya tinggal, rupanya kasus pernikahan orang Jepang dengan orang Indonesia adalah yang pertama kalinya terjadi. Entah betul entah tidak informasi tersebut, namun begitulah adanya yang dikatakan oleh petugasnya. Oleh karenanya, persyaratan yang diminta mungkin saja akan berbeda dengan kota lain.

Berikut adalah persyaratan yang diminta kepada saya.

a. Lembar KGS
b. Akta kelahiran asli
c. Terjemahan akta kelahiran ke dalam bahasa Jepang
c. Paspor

Untuk dokumen persyaratan yang diminta kepada pasangan orang Jepang adalah sebagai berikut.

a. Surat keterangan belum menikah atau Dokushin Shomeisho
b. Kartu registrasi keluarga atau koseki tohon

Lalu, kita mengumpulkan juga formulir pendaftaran pernikahan yang dapat kita ambil ke balai kota dari jauh-jauh hari sebelumnya

Hal yang perlu diperhatikan ketika mengisi formulir adalah tentang nama kita, orang Indonesia yang tidak mempunyai nama keluarga. Saya menaruh nama lengkap saya pada box nama, bukan box family name. Setiap nama kita dipisahkan dengan tanda koma. 

Misalkan, nama kita adalah Adinda Sekar Ayu Sri Kenanga, maka dalam penulisan menjadi Adinda, Sekar, Ayu, Sri, Kenanga. Begitu juga dengan nama kedua orang tua. Lalu, kita dipandu untuk mengisi keterangan bahwa nama kita adalah satu kesatuan dan tidak dipindah penempatannya.
 

Setibanya di balai kota, petugas balai kota yang akan memfotokopi akta kelahiran dan paspor kita. Lalu kita akan menandatangai surat pernyataan yang menunjukkan bahwa fotokopi tersebut adalah benar dokumen saya. 

Setelah registrasi, kita diminta untuk menunggu selama kurang lebih satu minggu untuk kemudian mendapatkan dokumen Kekkon Juri Shomeisho (KJS). Di tahap ini, kita sudah dinyatakan menikah secara sah menurut hukum yang berlaku di Jepang.

Eits, tapi tunggu dulu. Perjalanan belum selesai. Meskipun sudah menikah secara sah di Jepang, namun kita harus mendaftarkan pernikahan itu ke KBRI/KJRI agar pernikahan kita juga tercatat secara sah di mata hukum Indonesia juga. 

4. Mencatat Pernikahan di KBRI/KJRI


Setelah mendapatkan KJS, kita mengirimkan berkas tersebut dan dikirimkan ke KBRI/KJRI untuk dicatatkan pernikahannya secara legal di Indonesia. Berikut adalah persyaratan dokumen yang harus dikirimkan bersama dengan KJS.

1. Foto copy paspor suami 1 lb
2. Foto copy paspor istri 1 lb
3. Kekkon Juri Shomeisho yang asli dari shiyakusho/balai kota 2 lb
4. Letter pack 370 yen sebagai balasan dengan sudah ditulis alamat kita

Pada website KBRI tercantum bahwa kita diminta untuk mengisi dan mengirimkan formulir, tetapi itu sudah dilakukan ketika kita mendaftar untuk mendapatkan KGS. Sehingga tidak perlu lagi mengunduh dan mengirimkan formulir tersebut.

Namun, apabila ketika mendaftarkan KGS kita tidak diminta untuk mengisi formulir, maka kita harus mencantumkan formulir itu pada saat mencatat pernikahan kita.

Setelah menunggu sekitar 5 hari kerja, kita akan mendapatkan surat pemberitahuan bahwa pernikahan kita telah tercatat secara sipil dan sah secara hukum yang berlaku di Indonesia. Kita akan mendapatkan 2 set dokumen. Set yang pertama adalah untuk keperluan pribadi dan harus dilaporkan maksimal 30 hari setelah kedatangan kita di Indonesia. Dan set kedua untuk dilampirkan ketika mengurus visa ke kantor imigrasi, 

Karena pernikahan tersebut tercatat secara sipil, artinya, untuk orang Islam guna mendapatkan buku nikah, harus melakukan proses akad nikah secara Islam terlebih dahulu. Untuk prosedur dan prosesi akad nikah Islam di Jepang dengan pasangan orang Jepang yang belum masuk Islam, akan di bahas pada tulisan selanjutnya.

Terima kasih telah membaca. Dan semoga pernikahanmu lancar ^_^ 




Thursday, April 29, 2021

SARABA

Setiap ada pertemuan, pasti akan ada sebuah perpisahan. Begitu juga dengan aku dan Nayla hari ini. Kami bertemu tiga setengah tahun yang lalu. 

Beberapa bulan sebelumnya, teman-temannya sudah heboh mencari kontak seseorang di Gifu untuknya. Dan aku menawarkan diri untuk dihubungi dan bersedia untuk menjemputnya. Namun Nayla bandel, hingga salah jalur Shinkanzen. 

Pada akhirnya kami bertemu di Gifu University. Nayla sudah aku anggap seperti adikku sendiri. Dia memang satu umur dengan adik perempuanku yang besar itu, si Mega. Kami jarang bertemu, tetapi bagiku, Nayla adalah adikku, dan akan selalu menjadi adikku yang unik. Meskipun mungkin aku saja yang merasa begitu hehe.

Ini adalah beberapa foto kenangan yang masih tersimpan dalam file komputerku.


Foto di atas diambil ketika kami berjalan bersama ke Fushimi Inari, Kyoto. Tahun 2017.


Foto ini juga masih di sekitar Kyoto.

Centilnya memang anak satu ini ya hihi.


Perjalanan kami di Kyoto dan Nara bersama dengan Arifin, sahabat kami yang lain.

Ah...aku sedang menangis saat ini. Cepat sekali rasanya Nayla pulang ke Indonesia. Rasanya kita belum banyak main bersama. Rasanya masih banyak tempat yang aku ingin ajak berkunjung.

Nayla, berbahagialah dengan hidupmu yang baru di Indonesia. Mengabdilah pada negara yang telah membesarkanmu. Perpisahan kali ini adalah sebuah awal baru untuk kita bertemu kembali. Suatu saat nanti, kita akan bertemu lagi dalam keadaan yang jauh lebih baik. 

Aku sudah merindukanmu, Nay. Jaga dirimu baik-baik.

Sunday, April 4, 2021

2021: New Life

 Halo readers!!

Sudah lama sekali ya Ai tidak mengurus blog ini. Semua karena negara api merah yang menyerang hehe. Tapi, Ai harus mengakui bahwa tulisan Ai memang lebih banyak dibaca di Quora daripada di blog si 😅

Anyways, mengawali postingan tahun 2021 ini, Ai ingin bercerita banyak hal. Mungkin kedepannya akan kembali banyak menulis ya. 

Untuk sedikit recap dari bulan Januari ke Maret, hidup Ai menjadi sangat roller coaster. Deadline bertumbukan dengan deadline lain. Urusan surat-surat menikah yang ribet. Visa yang belum pasti. Dan sebagainya. Segala macam emosi sudah bertumbukan menjadi satu. Air mata sudah mengering. Bahkan sekarang, Ai nonton Good Doctor ala Yamazaki Kento saja sudah tidak bisa menangis.

Tetapi, semua itu menjadi lega ketika semuanya selesai. 

Bulan ini, Ai mengawali hidup baru. Sebagai seorang pengangguran, peneliti pemula yang bukan mahasiswa, dan juga sebagai seorang istri. Hidup Ai ternyata tidak selamanya buruk. Banyak orang yang masih peduli dan mencintai Ai. Keluarga, teman, dan kolega yang baik adalah rejeki yang patut untuk disyukuri. Meskipun memang uang adalah rejeki di atas rejeki, ya. Tapi ternyata rejeki memang tidak hanya berupa uang. 

Mengakhiri tahun fiskal 2020 dengan status baru

Mari kita songsong masa baru dengan lebih berbahagia. Ai berharap, semoga readers semua menjadi lebih bahagia di tahun yang baru ini. 


Thursday, October 8, 2020

Alasan Mengapa Saya Sering Menolak Tawaran Makan

 Untuk readers yang sering berinteraksi dengan saya, pasti sering bertanya dalam hati, mengapa saya sering sekali menolak jika ditawari makan di rumah orang. Itu ada ceritanya loh.

Dulu, waktu saya masih sekolah, saya memang sering sekali pergi ke rumah teman dan sering ditawari makan oleh orang tuanya. Awalnya sih biasa saja, ikut makan, dan berterima kasih, seperti anak lainnya. Karena saya kalau main dan ditawari juga tidak sendirian. 

Suatu ketika, saya main ke rumah teman dekat. Saat itu, karena sebelum main saya makan banyak kue yang diterima keluarga dari tetangga yang sedang mempunyai hajatan. Seperti biasa, ibunya teman saya itu menawarkan makan lotek. Saya menolak dengan sopan.

Si ibu itu berkata pada saya, "Kenapa nolak?"

Saya jawab, "Sudah kenyang, bu."

Di luar dugaan, si ibu itu membalas, "Mergo anakku nek dolan mrono ra tau dipakani karo mbokmu?"

Itu diterjemahkan sebagai "Karena anakku kalau main ke rumahmu nggak pernah dikasih makan sama ibumu?"

Dan cara dia mengatakan itu, juga bahasanya itu kasar sekali. Saya kaget dengan perkataannya. Sakit hati sekali rasanya. Tapi, saya cuma anak-anak yang tidak punya kuasa untuk membalas. Jadinya saya cuma diam dan buru-buru pamit pulang.

Semenjak saat itu, saya tidak pernah mau diajak bermain ke rumah teman saya itu. Dan saya benci sekali dengan ibunya hehe. Dan semenjak saat itu pula, saya sering menolak ajakan makan di rumah orang. Sampai sekarang. Kecuali kalau memang ada acara party, saya akan menolaknya. 




Tuesday, September 15, 2020

Coretan Pagi Ini: Pasangan Beda Budaya

Beberapa hari yang lalu, saya dan sahabat sempat berbincang mengenai pasangan masing-masing. Saya kebetulan mempunyai pasangan beda negara, dan sahabat berbeda suku dengan pasangannya. Dari perbincangan kami, saya dapat mengambil beberapa tantangan yang terjadi ketika kita menjalin hubungan dengan pasangan yang berbeda budaya.

Beda tata krama


Meskipun satu negara, tetapi beda suku juga mempunyai perbedaan dalam budaya. Yang pertama adalah tata krama. Misalkan saja pengalaman saya makan dengan teman-teman dari salah satu suku di Indonesia.

sumber gambar

Saya yang orang Jawa ini akan ditampar ibu saya apabila ketika setelah makan saya bersendawa sangat keras dengan tidak menutup mulut atau menyingkir dari meja makan. Ketika saya berhadapan dengan teman dari suku lain yang justru kalau tidak bersendawa keras berarti tidak menghormati yang menyajikan makanan, saya sempat berpikiran buruk terhadapnya.

Saya menganggap dia tidak sopan. Begitu juga sebaliknya, dia menganggap saya tidak sopan.

Beda jenis makanan


Perbedaan budaya juga akan nampak dari makanannya. Orang Jawa seperti saya lebih cenderung menyukai masakan manis dan sayur-sayuran. Ketika saya bertandang ke rumah teman dari suku lain, saya pernah kaget mendapati pengakuannya bahwa orang di sukunya rata-rata tidak menyukai sayuran dan makan dengan daging-dagingan saja.

sumber gambar

Soal rasa juga ternyata berbeda antara suku satu dengan yang lain. Saya yang menyukai makanan manis-gurih, teman saya menyukai pedas-segar, yang satunya pedas-bersantan dan yang satunya asin-gurih ada pula yang menyukai rasa asam dalam masakan. Padahal kita satu negara.

Beda pemikiran


Beda budaya juga akan mempengaruhi jalan pikiran masing-masing individu, loh. Misalkan, orang Minangkabau berpendapat bahwa orang itu harus merantau. Tetapi orang Jawa punya prinsip "mangan ra mangan ngumpul" atau makan tidak makan yang penting bsia berkumpul dengan keluarga.

Perbedaan pemikiran itu yang pada akhirnya secara tidak sadar akan memicu perselisihan antar pasangan beda budaya. Dan hal ini yang nantinya akan membawa kepada masalah yang lebih luas lagi, yaitu ke ranah keluarga besar. 

Lalu bagaimana solusinya?


Komunikasi.


Komunikasi adalah kunci dari masalah perbedaan budaya yang ada. Adalah tentang keterbukaan dari masing-masing pasangan untuk mengenalkan budayanya, lalu berdiskusi mengambil jalan tengah. Adalah juga keberanian dari masing-masing pasangan beda budaya untuk mengkomunikasikan itu pada keluarganya masing-masing. 

Beruntung apabila kedua keluarga besar saling menerima perbedaan budaya dan mengambil jalan tengah. Apabila ada satu yang bersikukuh, maka salah satu harus mengalah. 

Lantas bagaimana jika keduanya tidak ada yang mau mengalah?

Hmmm...sepertinya kamu akan butuh biaya tambahan untuk memenuhi keduanya hehe.

Tapi, intinya adalah, tentang bagaimana kamu mengkomunikasikan itu dengan keluargamu, dengan pasanganmu, dan dengan keluarga pasanganmu.


Saturday, September 5, 2020

Tips Berkomunikasi dengan Orang Jepang dalam Bahasa Inggris

Untuk teman-teman yang sudah tinggal di Jepang, sudah menjadi rahasia umum bahwa komunikasi menjadi salah satu kendala yang sulit untuk dihindari. Terlebih lagi, apabila kita berkomunikasinya menggunakan bahasa Inggris. 

Ada gap komunikasi yang pasti akan terjadi jika kita berhubungan dengan orang dari negara lain dengan menggunakan bahasa asing. 

sumber


Berikut beberapa tips yang dapat saya bagikan ketika berkomunikasi dengan orang Jepang dengan menggunakan bahasa Inggris.

1. Gunakan bahasa yang sederhana


Ketika kita sama-sama tidak fasih dalam menggunakan bahasa Inggris, atau lawan bicaramu kurang mampu berbahasa Inggris darimu, maka gunakan bahasa Inggris yang sederhana. 

Bahasa yang sederhana bukan berarti harus singkat, lho. Bisa jadi malah lebih panjang. Karena istilah-istilah atau idiom yang kita ketahui belum tentu diketahui oleh lawan bicara. 

Menyederhanakan kalimat dengan bahasa yang mudah dicerna adalah kunci dari setiap komunikasi.

2. Atur tempo bicara dengan agak melambat


Sebagai sesama bukan penutur bahasa Inggris, sebaiknya kita memulai untuk bicara dengan tempo yang sedikit lebih lambat. Apalagi, jika lawan bicara kita tidak benar-benar paham tentang bahasa Inggris. Dengan berbicara dengan tempo yang melambat, kita akan membantu mereka untuk memahami apa yang sedang kita bicarakan, dan juga membantu kita untuk memahami apa yang mereka ingin katakan. Karena biasanya, lawan bicara akan mengikuti tempo yang kita gunakan.

3. Pemilihan Kata


Pemilihan kata yang kurang tepat terkadang membuat lawan bicara tidak mengerti atau bahkan marah karenanya. Terlebih lagi, bagi orang Jepang yang kurang percaya diri dengan kemampuan berbahasa Inggris, sering menyebabkan buruknya pemilihan kata yang digunakan. 

Sebagai contoh, ketika mereka ingin mengatakan "I don't mind", mereka justru mengatakan "I don't care". Dua frase ini serupa tapi tak sama. Yang satu menyiratkan mengijinkan sesuatu, yang satunya mengesankan keacuhan. 

Bagi kita yang menjadi lawan bicara orang dengan pemilihan kalimat yang buruk, yang harus kita lakukan adalah dengan tidak mengambil hati kalimat yang diucapkan. Sehingga, yang kita ambil adalah inti dari apa yang hendak dia katakan. Sehingga kita bisa saling memahami satu sama lain. Mungkin saja, kita justru bisa memberi tahu dia tentang penggunaan kalimat yang tepat, loh.

4. Ekspresif


Orang Jepang menyukai percakapan yang ekspresif. Hal itu juga tercermin dari setiap gaya mereka bercakap. Berbeda dengan orang dari kebanyakan orang di Eropa dan Amerika yang cenderung datar ketika berbicara, perasaan hati yang sedang dirasakan oleh orang Jepang tergambar jelas dari ekspresi kalimat yang diucapkannya.

Oleh karena itu, kita juga dapat menyesuaikan diri dengan menambahkan ekspresi pada setiap kalimat yang kita lontarkan agar mereka juga dapat mengerti ekspresi hati kita ketika berbicara dengan orang Jepang.


Itulah tips sederhana dari saya yang dapat readers lakukan ketika harus berhadapan dengan orang Jepang dalam forum diskusi dan lain sebagainya. Semoga membantu :)