Monday, October 11, 2021

The Power of Semangat!

 Beberapa hari yang lalu, Ai berbincang dengan Cahyo, teman di Gifu, mengenai semangat. Dia bertanya di Instagram Story miliknya kepada para pengikutnya apakah ada orang yang selalu menyemangati mereka. Dan Ai sempat bercerita tentang salah satunya. 

Ya, semangat kadang sering diremehkan oleh sebagian orang. Namun Ai sadari betul bahwa semangat ibaratkan bahan bakar dari sebagian orang untuk sukses. Sayangnya, Ai baru menyadarinya baru-baru ini. 


Bagi yang mengenal Ai secara langsung dan sering berinteraksi, pasti sudah lelah mendengar cerita kengenesan hidup Ai. Namun, dibalik itu semua, bisa survive hingga sekarang itu adalah berkat semangat dari keluarga dan orang-orang terdekat yang tak pernah putus.

Semangat ibaratkan kayu bakar, yang semakin ditambah maka apinya akan semakin besar dan banyak. Semakin berkurang, maka apinya akan segera padam. Rupanya, baru disadari bahwa ada korelasi antara pemberi semangat dan yang disemangati. 

Terkadang, kita sering merasa lelah menyemangati seseorang. "Malas aku menyemangati dia lagi, karena dia nggak ada kemajuan." Pasti sering begitu bukan? Namun rupanya, tidak seperti itu, readers. Orang itu tidak ada kemajuan karena semangat dari kita kurang. Mungkin kurang ikhlas, mungkin karena kita lelah dan energi negatif kita tersampaikan dari tulisan semangat atau ucapan semangat yang terlontar. Hal itu membuat orang yang kita semangati justru akan semakin padam.

Ai sendiri merasakan hal ini dalam kehidupan nyata. Selain keluarga, ada Senge sensei, Mas Hase, sahabat-sahabat Ai, dan teman-teman Gifu (circa covid yang tidak toksik) yang selalu memberika semangat yang tak pernah putus. Tidak pernah putus. 

Senge sensei misalnya, sudah ribuan kali Ai menangis di depan sensei, melontarkan kata-kata putus asa, berniat mengakhiri hidup, atau pulang. Tapi setiap kali Ai datang dengan air mata, sensei selalu berkata, "Ganbare!!!". Selalu. Hingga akhir perjuangan Ai. Bahkan setelah lulus pun, sensei masih selalu menyelipkan kata Ganbatte kudasai di akhir emailnya. 

Semangat yang tak putus itulah yang menjadikan Ai bertahan hidup sampai sekarang. Masalah itu akan selalu ada dan tak putus juga, namun jika kita mendapatkan banyak semangat, maka niscaya kita akan menyelesaikannya satu per satu. 

Karenanya, tekad Ai sekarang adalah satu, menjadi orang yang bisa menyemangati teman-teman hingga mereka sukses. Karena seperti kata Senge sensei, tidak ada yang lebih membahagiakan dari melihat orang yang kita selalu semangati itu sukses. Rasa itu adalah kelegaan luar biasa. 

Tentunya, menyemangatinya ketika merasa dia mampu ya. Kalau dia tidak mampu dari awal, ya jangan disemangati terus, nanti halu. Contohnya, kalau temanmu kepengen menikah dengan Nicholas Saputra, tapi temanmu ini bukan tipenya Nicholas Saputra, ya jangan disemangati untuk mengejar mas Nicho, tapi disemangati untuk mengejar cinta yang nyata. begitu.

Semoga Ai dan readers, pembaca kesayangan blog Ai, bisa menjadi orang yang selalu menyebarkan semangat positif baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Kurangi pamer dan perang antar pengguna media sosial, perbanyak hal positif dan menyemangati orang lain. 

Monday, October 4, 2021

10 Tahun di Jepang

 Halo readers,

Hari ini, tepat 10 tahun Ai merantau di Jepang. Dari gadis 39 kilo menjadi emak-emak 59 kilo. Mengapa merayakan 10 tahun ini dengan naik 20 kilo ya? Rasanya sedih sekali hahaha.

Dari wanita muda yang galauan hingga jadi emak-emak yang nggak pedulian. Sudah berbagai hal yang dilewati selama 10 tahun ini. 

Dulu, rasanya 10 tahun itu lama sekali. Setelah menjalaninya sendiri, koq cepat sekali. Rasanya ada banyak hal yang hilang. Ada kebahagiaan yang sempat hilang karena masa sulit yang segera ingin dilupakan. Masa sulit itu yang kemudian membuat waktu terasa sangat cepat ketika kembali mengingatnya. 

Merefleksi 10 tahun  ini, ada masanya ketika Ai benar-benar menjadi dewasa. Ada masa keimanan Ai berada di titik tertinggi dan sebaliknya. Dan sekarang, yang Ai rasakan adalah, biasa saja. Hahaha.

Bersyukur sekali Tuhan berikan nikmat untuk bisa tinggal di tanah impian Ai sedari kecil. Jika ditengok lagi kebelakang, rasanya dulu hampir tidak mungkin Ai bisa ke Jepang memenuhi mimpi Ai. 

Bagaimana tidak? Ai bukan terlahir pntar dan berprestasi. Bukan pula dari keluarga yang sangat berada. Tapi jika Tuhan telah menulis takdir? Maka rejeki tidak akan tertukar, begitu kata Bu Kokom, dosen Ai yang membawa Ai menggapai impian.



Tepat di 10 tahun ini, Ai pun juga harus ikhlas meninggalkan kota Gifu untuk pindah ke tempat jauh, yaitu Tsukuba. Sama-sama di desa, tapi ternyata meskipun dulu Ai sering mengutuk Gifu karena cuacanya yang ekstrim dan ingin pindah ke Tsukuba yang cantik, ternyata sekarang malah rasanya ingin kembali ke Gifu yang cantik hahaha. Dasar manusia.

Tapi benarlah, bahwa Tuhan itu Maha Mendengar. Tuhan mendengar setiap detil doa kita. Lalu mengabulkannya entah beberapa masa kemudian. I Fall in the Autumn, novel yang Ai tulis ini lahir berkat kunjungan pertama ke Tsukuba di tahun 2013. Dan Ai saat ini berada di tepat satu blok dari tempat Ai dulu berbisik, "Kayaknya enak ya tinggal di Tsukuba."

Apa yang akan terjadi 10 tahun mendatang? Ai sudah tidak sabar menantinya. Semoga Tuhan masih memberikan Ai rejeki melimpah berupa kesehatan dan hidup yang panjang. Amin.... Oh!!! Juga rejeki tentang blog ini yang akan terus ada 10 tahun mendatang. 

Friday, September 3, 2021

Tentang Perpisahan

 Halo readers,


Sudah banyak Ai jumpai penyambutan dan perpisahan selama 10 tahun ini. Ada senang, ada haru. Ada senyum, ada tangis. Seperti yin dan yang. Seperti kutub utara dan kutub selatan.

Rasanya tak pernah cukup untuk bisa memberikan kenangan manis bagi mereka yang akan pergi. Kenangan di atas pertikaian yang mungkin saja mereka lewati sepanjang tinggal. Tapi tetap saja, ketika hari berpisah itu tiba, pertikaian yang dulu menjadi santapan hari-hari, meluruh menjadi pelukan hangat disertai isak tangis. 

Melihat mereka yang saling mengucap kata berpisah, membuat Ai sering kali merinding. Bagaimana jika itu adalah waktuku? Sepertinya Ai belum siap meninggalkan kampung ketiga ini dengan begitu saja. Tapi, akhirnya saat itu tiba juga. Kali ini, giliran Ai yang pergi.

Rasanya sudah lama sekali di sini. Tapi masih belum juga cukup waktu untuk menjelajah kota ini. Kota yang sedari awal menginjak kaki, sudah terasa seperti kota sendiri. Meskipun kadang mengeluh cuaca yang ekstrim dan pajak yang terlalu tinggi. Tapi Gifu memang sangat istimewa.

10 tahun itu ternyata sebentar. Sepertinya baru kemarin Ai datang dengan jaket hitam di Jepang. Berat badan masih 38 Kg. Taunya sekarang sudah harus meninggalkan kota ini dengan jaket biru dan berat badan 58 Kg. 20 kilo selama 10 tahun, sungguh pencapaian yang menyebalkan. 

Dulu, ada masa dimana Ai membenci kota ini. Akibat ulah beberapa orang yang jahat kepada Ai. Tapi, ternyata masa itu terbayarkan oleh hadirnya teman-teman yang sangat manis. Yang membuat Ai punya kenangan sangat manis di Gifu.

Ah.....rasanya masih tidak percaya harus pindah. Hatiku masih tertinggal di sini.



I love you, Avengers-ku


Wednesday, July 21, 2021

Unagi, Anago, Belut, dan Sidat

 Halo readers, musim panas di Jepang identik dengan menu unagi. Bagi readers yang belum tahu, unagi adalah ikan yang orang Indonesia sering menyebutnya sebagai belut Jepang. Bentuknya mirip dengan belut di sawah namun dengan ukuan yang lebih besar.


Unadon, olahan unagi yang terkenal


Rasa dagingnya juga sangat mirip dengan daging belut namun dengan porsi yang lebih banyak. Rasa dagingnya banyak disamakan dengan ikan Sidat. Di Jepang sendiri, ada pula ikan Anago yang juga mempunyai tekstur yang mirip dengan unagi. Wah, jadi bingung ya??

Oleh karena itu, kali ini, Ai ingin memberikan informasi singkat mengenai apa itu Unagi, Belut, Sidat dan Anago.


UNAGI


Unagi berasal dari spesies Anguila japonica, dikenal di dunia internasional sebagai Japanese eel. Sedangkan eel adalah bangsa belut-belutan atau ikan yang mempunyai tubuh memanjang seperti ular dari keluarga Anguillidae. 


Ikan unagi


Unagi ini berasal dari tentu saja Jepang, China dan Korea hingga Filipina bagian utara. Dan ikan unagi mempunyai habitat di air tawar. Uniknya, unagi akan tumbuh dari kecil hingga dewasa di air tawar, lalu ketika sudah dewasa, unagi akan bermigrasi ke laut untuk bertelur. Sesaat setelah telurnya menetas, para induk segera membawa larva unagi berenang kembali ke sungai air tawar.

Percaya atau tidak, spesies ini ternyata masuk dalam kategori sebagai spesies yang terancam punah. Oleh karenanya, Jepang mulai membuka alternatif makanan pengganti unagi yang mempunyai tekstur dan rasa yang mirip. Oleh karena itu, Indonesia menawarkan Sidat.

SIDAT


Sidat sebetulnya merupakan semua belut yang masuk dalam ordo Anguilliformes. Unagi adalah sidat. Namun, apakah unagi dengan sidat di Indonesia itu berasal dari spesies yang sama?Tidak. Sidat di Indonesia adalah berasal dari spesies Anguilla malgumora. Atau yang lebih dikenal dalam dunia internasional sebagai marbled eel.

Sidat Indonesia


Ternyata, ikan sidat pun statusnya saat ini sudah terancam punah. Saya ingat dahulu kala, orang tua saya sering mengolah ikan sidat. Karena murah dan mudah didapat. Pantas saja, Ai di Jepang sangat menggemari unagi. Ternyata memang unagi dan sidat itu bersaudara.

Lantas, apa itu belut dan anago? Kita bahas mengenai belut sawah terlebih dahulu.

BELUT SAWAH


Ternyata, belut sawah itu justru tidak masuk ke dalam kategori belut-belutan atau ordo Anguilliformes loh. Belut sawah, atau yang lebih dikenal dalam dunia internasional sebagai Asian swamp eel ini berasal dari spesies Monopterus albus dari ordo Synbranchiformes. 

Belut sawah

Dibandingkan dengan sidat dan unagi, ukuran belut sawah lebih kecil dan lebih ramping. Jumlahnya di alam masih sangat banyak. Belut sawah mempunyai kemiripan bentuk dengan unagi dan sidat adalah karena mereka berasal dari kelas yang sama, yaitu kelas Actinopterygii atau kelas ikan bersayap kipas.

ANAGO


Anago juga merupakan anggota kelas ikan bersayap yang juga dari ordo Anguillidae namun dari spesies Conger myriaster. Jika unagi, sidat dan belut sawah itu mempunyai habitat pada air tawar dan sawah, maka anago ini hidup di lautan. 

Ikan anago

Ukurannya lebih kecil dari unagi dan sidat, namun lebih besar dari belut sawah. Perbedaannya adalah bahwa anago berbau lebih amis dibandingkan dengan tiga belut lainnya. Jumlahnya di alam juga masih sangat banyak.

Di antara keempatnya, anago menjadi pilihan kesukaan Ai yang terakhir karena amisnya. Sedangkan unagi menjadi pilihan pertama kesukaan Ai. Bagaimana dengan readers semuanya? Belut mana yang menjadi kesukaan kalian?

Sunday, July 18, 2021

Prosedur Menikah Islam di Jepang

Hello readers, seperti janji Ai dan melanjutkan artikel mengenai prosedur menikah sipil di Jepang, maka kali ini Ai akan melanjutkan menulis mengenai prosedur menikah secara Islam di Jepang.

Setelah kita mendapatkan dokumen Surat Bukti Pencatatan Pencatatan Perkawinan Di Luar Negeri yang telah dijelaskan di artikel sebelumnya, baru kita bisa mengajukan pernikahan secara Islam. 


Prosedur Menikah Islam di Jepang


Informasi yang akan Ai bagikan ini adalah mengenai pernikahan Islam di mana mempelai pria belum masuk Islam. Sehingga, prosesnya melalui pengislaman terlebih dahulu. Namun, jika mempelai pria sudah masuk Islam, maka prosesnya akan langsung pada khotbah nikah, 

Apakah boleh diislamkan beberapa saat sebelum akad nikah? BOLEH!!!

Alur proses pengurusan pernikahan Islam di Jepang


Alur proses pengurusan pernikahan Islam di Jepang sudah tertulis pada website resmi KBRI. Namun, Ai akan tambahkan beberapa detil yang tidak tertulis pada laman tersebut dan sesuai dengan yang Ai alami.

Pesan penting untuk readers yang akan melakukan pernikahan Islam di Jepang: Menikah melalui KBRI/KJRI itu GRATIS!!!!


1. Melengkapi dokumen untuk pengajuan


Setelah mendapatkan Surat Bukti Pencatatan Pernikahan di Luar Negeri, maka untuk mengajukan pernikahan Islam, berikut adalah persyaratannya.

  • Fotocopy Kekkon Gubi Shomeisho (KGS)
  • Fotocopy Surat Bukti Pencatatan Perkawinan Luar Negeri dan Acceptance Marriage yang diterbitkan oleh KBRI Tokyo
  • Surat Kuasa dari orang tua mempelai perempuan ke Penghulu KBRI, karena Bapak tidak bisa hadir secara langsung ke Jepang dikarenakan kondisi Covid-19
  • Pas Photo berwarna mempelai masing-masing 1 lembar, Ukuran 4×6 untuk Akte Nikah
  • Pas Photo berwarna mempelai masing-masing 2 lembar, Ukuran 2×3 untuk Buku Nikah

Untuk fotonya, di Indonesia memang ada peraturannya. Misalkan, untuk tahun kelahiran ganjil harus berlatar warna biru, sedangkan untuk tahun kelahiran genap harus berlatar merah. Namun, ketika saya tanyakan kembali kepada staff yang menangani, ternyata warna latar belakang foto tidak terlalu berpengaruh untuk pengurusan di KBRI. Sehingga, kami berdua sepakat menggunakan warna biru sebagai latar. Saya mempunyai tahun kelahiran genap,d an suami mempunyai tahun kelahiran ganjil. Pengajuan pas photo kami pun diterima dengan tanpa revisi. Namun sekali lagi, kami memprosesnya di KBRI, untuk di KJRI mungkin akan berbeda peraturannya, mungkin juga sama.


2. Membuat surat permohonan kepada Penghulu


Setelah dokumen pada poin 1 terkumpul, kita lengkapi dengan surat permohonan kepada Bapak penghulu, yaitu Bapak Akhmad Munir. Berikut adalah contoh surat permohonan yang saya buat.


Gifu, dd mm yy,


Perihal : Permohonan Menikah Islam di KBRI Tokyo

Kepada: Penghulu KBRI Tokyo

Bapak Akhmad Munir


Dengan hormat,

Kami mengajukan  permohonan kehendak pernikahan untuk atas nama kami calon suami: ________, dengan calon istri: _________, pada hari _____, tanggal __ bulan _______ tahun ____, pukul __________, bertempat di KBRI Tokyo (atau di lokasi yang telah ditentukan).

Kami telah melangsungkan pencatatan pernikahan sipil, tercatat dengan nomor ____________________ pada tanggal _____________.

Bersama ini kami lampirkan surat-surat yang diperlukan untuk diperiksa sebagai berikut:

1. Fotocopy Surat Pengantar Nikah/ Kekkon Gubi Shomeisho (結婚具備証明書) di KBRI Tokyo.

2. Fotocopy Surat Bukti Pencatatan Perkawinan Luar Negeri dan Acceptance Marriage (yang diterbitkan KBRI setelah mempelai mendaftarkan pernikahan di Kantor Catatan Sipil setempat/ Kuyakusho/ Shiyakusho Jepang).

3. Surat Kuasa dari orang tua mempelai perempuan ke Penghulu KBRI *Bila Ayah mempelai perempuan berhalangan hadir

4. Pas Photo berwarna mempelai masing-masing 1 lembar, Ukuran 4×6 untuk Akte Nikah

5. Pas Photo berwarna mempelai masing-masing 2 lembar, Ukuran 2×3 untuk Buku Nikah

Demikian surat permohonan ini kami buat untuk mendapatkan ijin melangsungkan pernikahan Islam di KBRI.


Hormat kami,

(nama lengkap salah satu)


3. Mengirimkan dokumen


Dokumen pada poin 1 dan 2 tersebut dikirimkan menggunakan Letter Pack 370 yen dengan alamat surat sebagai berikut:

​Kepada Penghulu KBRI Tokyo
Bapak Akhmad Munir
Indonesian Embassy
4 Chome-4-1 Yotsuya, Shinjuku City
Tokyo 160-0004
Kontak: (03) 3441-4201 ext. 326
Email: munir@kbritokyo.jp

Disarankan untuk menghubungi Bapak Munir terlebih dahulu jauh-jauh hari sebelum hari pernikahan. Setidaknya 2 atau 3 bulan sebelumnya. Hal tersebut untuk mengantisipasi bentrok jadwal dengan pernikahan pasangan yang lain. Nomor Bapak Munir dapat ditanyakan kepada staff KBRI ketika mengurus KGS.


Setelah mengirimkan dokumen, harap menghubungi Bapak munir dan melakukan konfirmasi melalui email atau WA. Mungkin pada prosesnya akan mengalami beberapa kali penyesuaian tanggal akibat bentrok jadwal.

Alur Menikah Islam di Jepang


Pada hari pernikahan, berikut adalah alur yang dapat Ai bagikan kepada readers semua.

1. Persiapan


Beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk dibawa ke acara akad adalah sebagai berikut:

  • Set Mahar
  • Cincin kawin
  • Kado atau hadiah dari suami ke istri (tidak wajib dibawa)
Karena kami melakukan pernikahan di masa pandemi, maka kami membuat acara sekecil mungkin, sesingkat mungkin dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sehingga, barang bawaan yang kami bawa hanyalah simbolis secara sederhana saja.


2. Proses Pengislaman


Acara pertama adalah proses pengislaman mempelai pria. Proses ini sangat singkat. Diawali dengan khotbah tentang Islam kurang lebih hanya 7 menit, lalu dipandu mengucapkan dua kalimat syahadat dan ditutup dengan doa. 

3. Khotbah Nikah


Setelah proses pengislaman, dilanjutkan dengan khotbah nikah kira-kira 10-15 menit saja.

4. Ijab Qobul


Lalu segera saja dilanjutkan dengan ijab qobul. Penghulu menawari untuk latihan dulu, namun puji syukur karena sudah berlatih selama 1 bulan, suami mampu mengucapkan ikrar dengan lumayan lancar dalam bahasa Indonesia.

Ikrar boleh diucapkan juga dalam bahasa Jepang atau bahkan bahasa Arab, sesuai dengan yang diinginkan. Namun, ada baiknya jika ingin menggunakan bahasa Arab, dikonsultasikan terlebih dulu kepada penghulu.

Wajib membawa minimal 2 saksi laki-laki dewasa beragama Islam untuk menjadi saksi pernikahan. 

5. Penandatanganan dokumen


Selanjutnya, proses penandatanganan dokumen pernikahan. lalu kita akan mendapatkan buku nikah saat itu juga.

Kemudian, selesailah sudah prosesi menikah secara Islam di Jepang. Simple dan cepat.

Perlu diingat kembali bahwa:

Menikah melalui KBRI/KJRI itu GRATIS!!!!!

Menikah melalui KBRI/KJRI itu gratis dan tidak dipungut biaya apapun. Segala bentuk akomodasi transportasi staff KBRI sudah menjadi tanggungjawab KBRI dan bukan tanggungjawab mempelai. Dan dipersilakan untuk menghubungi bagian konsuler KBRI Tokyo apabila ada pungutan biaya:

Bapak Yuvi Shandy Amisadai
consular@kbritokyo.jp

Untuk readers yang ingin menghubungi Bapak Yuvi dan berkonsultasi secara langsung mengenai hal tersebut, mohon mengirimkan pesan ke saya untuk mendapatkan nomor WA Bapak Yuvi.

Sekian pengalaman dari Ai. Semoga berguna bagi readers yang sedang berproses.

Salam hangat :*

Tuesday, June 15, 2021

Tips: Memanfaatkan Jastip Agar Tidak Rugi

Jastip atau jasa titip dewasa ini menjadi sangat populer terutama dan menjadi bisnis yang menjanjikan. Pun di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, aktivitas jastip masih terus diminati. Di Jepang, biasanya jastip akan dihargai sekitar 1000, 1500 atau 2000 yen per kilonya. Namun, di tahun ini, kenaikan harga jastip yang bersliweran pada linimasa sosial media Ai adalah 3000 yen per kilonya. 

Kenaikan harga jastip tak lepas dari pengaruh aktivitas pada pandemi. Tentu saja, orang yang melakukan jasa harus menjalani karantina terlebih dahulu setibanya di Indonesia pun juga di Jepang. Sehingga, biaya jastip mau tidak mau harus naik agar pelaku jasa tidak merugi. 



Tips menggunakan jasa titip (Jastip)


Kali ini Ai ingin berbagi tips untuk teman-teman pelaku titip untuk lebih cermat dan bijak dalam menggunakan jasa titip. Agar kita juga tidak rugi. Yang akan Ai bahas adalah terkait kita yang di Jepang (atau negara lain) yang ingin menggunakan jastip dikirimkan kepada saudara atau orang tua atau teman di Indonesia.

Baru saja, Ai mengirimkan paket ke Indonesia melalui EMS. Percobaan pertama kali ai mengirim paket EMS ke Indonesia adalah satu bulan yang lalu. Paket berhasil sampai di tangan penerima tepat 8 hari setelah dikirimkan. Dan kali ini, Ai kembali mengirimkan 2.6 kilogram dengan harga kirim hanya 4300 yen

Artinya bahwa satu kilogram EMS dihargai 1660 yen. Hampir setengah lebih murah dari harga jastip jepang tahun 2021 ini. Tapi, perlu dicatat bahwa ada barang-barang yang lebih baik dikirim menggunakan jastip, daripada EMS. Dan berikut adalah ulasannya.


Gunakan jastip untuk barang berharga dan bermerk




EMS mempunyai limitasi, yaitu total harga barang yang dikirimkan jika lebih dari 20000 yen, maka kita harus melampirkan surat pernyataan yang sangat ribet. Di samping itu, setibanya di Indonesia, barang tersebut pasti akan kena bea cukai dan si penerima harus membayar biaya cukai tersebut. 

Oleh karena itu, untuk barang yang nilai satuannya lebih dari 1500 yen, sebaiknya dikirimkan menggunakan jastip. Barang seperti sepatu Adidas, Onitsuka Tiger, Tas Hermes, hingga jam tangan Rolex akan lebih baik dikirimkan melalui jastip untuk menghemat ongkos pengiriman dan regulasi cukai yang terkadang penuh permainan busuk petugasnya. 

Gunakan jastip untuk make up dan skin care




EMS juga mempunyai kelemahan yaitu larangan mengirimkan cairan dan make up serta skin care berupa lotion dan cairan. Oleh karena itu, menggunakan jastip akan lebih disarankan supaya aman.


Gunakan EMS untuk bahan makanan dan snack ringan




Sebaliknya, untuk bahan makanan dan snack kering yang harga satuannya dibawah 100 yen, bahkan di bawah 500 yen, maka lebih baik dikirimkan melalui EMS. Ai baru saja mengirimkan Golden Curry, tepung puding, wasabi dan katsuo bushi dan lainnya sebanyak 21 barang seharga total 3880 yen. 

Barang-barang seperti ini akan lebih hemat dan mudah dikirimkan melalui EMS dibanding jastip. Dengan EMS, Ai hanya membayar 4300 yen, sedangkan jastip Ai pasti akan dikenakan biaya 7800 yen. Dengan EMS, Ai menghemat 3500 yen.

Namun, bagi teman-teman yang pesan jastip dari Indonesia, pilihan pengiriman bahan makanan melalui EMS ini tidak memungkinkan. Kecuali jika memang mempunyai teman yang akrab atau keluarga yang sedang berada di Jepang (atau negara tersebut). 

Semoga dengan sedikit tips dari Ai ini, readers bisa mempertimbangkan bagaimana bijaknya mengirimkan barang untuk sanak keluarga di Indonesia. Selamat berbelanja ^_^


Monday, May 24, 2021

Prosedur Menikah dengan Orang Jepang

 Halo readers, kali ini Ai ingin berbagi mengenai prosedur menikah di Jepang dengan orang Jepang. Mungkin saja, di antara readers semua akan ada yang menikah dengan warga negara Jepang dan menikah di Jepang. Berikut Ai akan berbagi pengalaman mengurus dokumen persyaratannya. 



Prosedur Menikah di Jepang


Mungkin banyak sekali pengalaman dari WNI yang menikah dengan orang Jepang. Namun, kali ini, Ai akan berbagi pengalaman dengan apa yang telah Ai tempuh. Pengalaman Ai mungkin akan sedikit berbeda dengan yang lainnya. Sehingga adanya penambahan pengalaman dari Ai diharapkan mampu menambah wawasan readers semua tentang proses mengurus pernikahan di Jepang.

Alur proses pengurusan pernikahan di Jepang


Alur untuk mengurus pernikahan di Jepang sebetulnya telah tertampil pada laman website KBRI Tokyo, di sini. Ai akan jelaskan kembali pada artikel ini.

1. Melengkapi persyaratan

Langkah pertama bagi WNI yang akan menikah dengan orang Jepang adalah membuat dokumen bernama Kekkon Gubi Shomeisho (KGS). Dokumen KGS ini bertindak seperti surat pernyataan belum menikah dari RT/RW/Kelurahan setempat. 

Untuk WNI, persyaratan dokumen untuk pembuatan KGS cukup banyak, adalah sebagai berikut.

a. N1 (Surat keterangan untuk nikah)
b. N2 (Surat keterangan asal usul)
c. N3 (Surat persetujuan mempelai)
d. N4 (Surat keterangan tentang orang tua)
e. Surat rekomendasi untuk menumpang nikah di Jepang. Dalam surat ini, perlu untuk dicantumkan lokasi pernikahan, yaitu KBRI Tokyo.
f. Surat pengantar nikah dari KUA atau Dukcapil. Dalam kasus saya, saya lampirkan keduanya. 
g. Surat ijin dari orang tua yang ditanda-tangani pada materai Rp. 10.000,00
h. Fotokopi akta kelahiran
i. Fotokopi paspor
j. Fotokopi kartu keluarga
k. Fotokopi KTP Indonesia
l. Fotokopi Residence Card
m. Pas foto 3x4 berwarna dengan latar putih (1 lembar)

Sedangkan untuk WNA Jepang, berikut adalah dokumen yang harus disiapkan.

a. Surat keterangan belum menikah atau Dokushin Shomeisho
b. Surat ijin dari kedua orang tua atau kazoku no Shodakusho
c. Kartu registrasi keluarga atau koseki tohon
d. Surat keterangan domisili atau juminhyo
e. Fotokopi paspor
f. Pas foto 3 x 4 berwarna dengan latar putih (1 lembar)

Seluruh dokumen dapat diambil pada tanggal kapanpun selama masih dalam tahun yang sama. 

2. Mengisi formulir Kekkon Gubi Shomeisho (結婚具備証明書)


Setelah persyaratan yang ada pada poin 1 terpenuhi, dokumen tersebut dibawa ke KBRI. Lalu, kita akan diminta untuk mengisi formulir KGS. Harus hati-hati dalam menulisnya karena tempatnya terbatas. Kita juga harus menulis dalam bahasa Jepangnya pada formulir itu. Foto yang diminta adalah untuk kemudian ditempelkan pada bagian bawah formulir tersebut, bukan untuk buku nikah.

Proses pembuatan KGS akan langsung jadi hari itu dan tidak dikenakan biaya. Jangan lupa untuk membuat janji terlebih dahulu dengan mengirimkan email ke staff KBRI. Alur yang saya ambil adalah mengirimkan email terlebih dahulu ke info@kbritokyo.jp lalu setelah itu akan disambungkan kepada bagian konsuler.

3. Mendaftar Pernikahan di Balai Kota Setempat


Setelah kita mendapatkan lembar KGS, lembar tersebut nantinya akan digunakan untuk mendaftarkan pernikahan secara hukum di Jepang, yaitu bertempat pada balai kota setempat. 

Menurutpetugas balai kota Gifu tempat saya tinggal, rupanya kasus pernikahan orang Jepang dengan orang Indonesia adalah yang pertama kalinya terjadi. Entah betul entah tidak informasi tersebut, namun begitulah adanya yang dikatakan oleh petugasnya. Oleh karenanya, persyaratan yang diminta mungkin saja akan berbeda dengan kota lain.

Berikut adalah persyaratan yang diminta kepada saya.

a. Lembar KGS
b. Akta kelahiran asli
c. Terjemahan akta kelahiran ke dalam bahasa Jepang
c. Paspor

Untuk dokumen persyaratan yang diminta kepada pasangan orang Jepang adalah sebagai berikut.

a. Surat keterangan belum menikah atau Dokushin Shomeisho
b. Kartu registrasi keluarga atau koseki tohon

Lalu, kita mengumpulkan juga formulir pendaftaran pernikahan yang dapat kita ambil ke balai kota dari jauh-jauh hari sebelumnya

Hal yang perlu diperhatikan ketika mengisi formulir adalah tentang nama kita, orang Indonesia yang tidak mempunyai nama keluarga. Saya menaruh nama lengkap saya pada box nama, bukan box family name. Setiap nama kita dipisahkan dengan tanda koma. 

Misalkan, nama kita adalah Adinda Sekar Ayu Sri Kenanga, maka dalam penulisan menjadi Adinda, Sekar, Ayu, Sri, Kenanga. Begitu juga dengan nama kedua orang tua. Lalu, kita dipandu untuk mengisi keterangan bahwa nama kita adalah satu kesatuan dan tidak dipindah penempatannya.
 

Setibanya di balai kota, petugas balai kota yang akan memfotokopi akta kelahiran dan paspor kita. Lalu kita akan menandatangai surat pernyataan yang menunjukkan bahwa fotokopi tersebut adalah benar dokumen saya. 

Setelah registrasi, kita diminta untuk menunggu selama kurang lebih satu minggu untuk kemudian mendapatkan dokumen Kekkon Juri Shomeisho (KJS). Di tahap ini, kita sudah dinyatakan menikah secara sah menurut hukum yang berlaku di Jepang.

Eits, tapi tunggu dulu. Perjalanan belum selesai. Meskipun sudah menikah secara sah di Jepang, namun kita harus mendaftarkan pernikahan itu ke KBRI/KJRI agar pernikahan kita juga tercatat secara sah di mata hukum Indonesia juga. 

4. Mencatat Pernikahan di KBRI/KJRI


Setelah mendapatkan KJS, kita mengirimkan berkas tersebut dan dikirimkan ke KBRI/KJRI untuk dicatatkan pernikahannya secara legal di Indonesia. Berikut adalah persyaratan dokumen yang harus dikirimkan bersama dengan KJS.

1. Foto copy paspor suami 1 lb
2. Foto copy paspor istri 1 lb
3. Kekkon Juri Shomeisho yang asli dari shiyakusho/balai kota 2 lb
4. Letter pack 370 yen sebagai balasan dengan sudah ditulis alamat kita

Pada website KBRI tercantum bahwa kita diminta untuk mengisi dan mengirimkan formulir, tetapi itu sudah dilakukan ketika kita mendaftar untuk mendapatkan KGS. Sehingga tidak perlu lagi mengunduh dan mengirimkan formulir tersebut.

Namun, apabila ketika mendaftarkan KGS kita tidak diminta untuk mengisi formulir, maka kita harus mencantumkan formulir itu pada saat mencatat pernikahan kita.

Setelah menunggu sekitar 5 hari kerja, kita akan mendapatkan surat pemberitahuan bahwa pernikahan kita telah tercatat secara sipil dan sah secara hukum yang berlaku di Indonesia. Kita akan mendapatkan 2 set dokumen. Set yang pertama adalah untuk keperluan pribadi dan harus dilaporkan maksimal 30 hari setelah kedatangan kita di Indonesia. Dan set kedua untuk dilampirkan ketika mengurus visa ke kantor imigrasi, 

Karena pernikahan tersebut tercatat secara sipil, artinya, untuk orang Islam guna mendapatkan buku nikah, harus melakukan proses akad nikah secara Islam terlebih dahulu. Untuk prosedur dan prosesi akad nikah Islam di Jepang dengan pasangan orang Jepang yang belum masuk Islam, akan di bahas pada tulisan selanjutnya.

Terima kasih telah membaca. Dan semoga pernikahanmu lancar ^_^