Tuesday, September 6, 2022

Cerita Melahirkan di Jepang

Halo readers! Sudah lama sekali Ai tidak menuliskan sesuatu di blog ini ya. Maklum saja, hamil besar dan sembari menyiapkan persalinan itu menyita waktu. Ah..sebetulnya itu alasan Ai saja menutupi kemalasan hehe. Jadi, kali ini, Ai ingin berbagi pengalaman mengenai cerita Ai melahirkan di Jepang.

Cerita Sebelum Melahirkan


Jadi, kelahiran bayi Ai ini sudah lewat satu minggu dari hari perkiraan lahir (HPL). Keadaannya sehat dan aktif sekali. Bahkan sampai menjelang kelahiran pun gerakannya masih sangat aktif. Kata orang, gerakan bayi akan menurun ketika sudah memasuki 37 minggu karena semakin sempitnya ruang gerak di dalam rahim. Namun ternyata, gerakan bayi ini malah semakin aktif. 

Mungkin karena saking aktifnya, dia sangat betah di dalam. Pada saat itu, bayi dalam keadaan sehat, dan tidak terlilit tali pusar. Hanya memang "belum mau keluar" saja. Akhirnya, dokter mengatakan bahwa apabila dalam satu minggu ke depan (satu minggu setelah HPL), bayi Ai tidak segera lahir, maka Ai diminta untuk dirawat inap untuk diberikan suntik induksi. 

Sayangnya, setelah menunggu dengan was-was, bayi Ai tidak kunjung ingin keluar. Tidak ada kontraksi sama sekali. Karena sebelumnya, Ai mendengar banyak cerita dari teman mengenai sakitnya pemberian tindakan suntik induksi, maka Ai sangat ketakutan. Dalam pikiran saat itu, Ai tidak mau ke rumah sakit karena takut menghadapi sakitnya. Ai ingin melahirkan ketika si bayi memang sudah ingin keluar. Jadi, di malam kamis, Ai sudah merencanakan ingin kabur dari rumah, bahkan Ai sudah memesan hotel di Tokyo sebagai tempat kabur. Rencananya, Ai akan kabur di pagi hari sebelum si mamas bangun.

Tapi ternyata, Allah itu tidak mengijinkan Ai kabur dari suami. Kamis malam Ai sudah mulai merasakan kontraksi dan semakin kuat di Jumat dini hari mulai jam 2-an pagi. Kontraksi semakin sakit dan sering lalu pada pagi hari sudah mengeluarkan flek darah. Pukul 8 pagi, kami berangkat ke rumah sakit, namun ditolak oleh pihak rumah sakit karena "belum butuh dilakukan tindakan". Oleh karenanya, kami menunggu hingga pukul 3 sore di mana waktu reservasi untuk dilakukan suntik induksi. 

Proses Persalinan


Pukul 4 sore, Ai diperiksa USG untuk mengetahui keadaan janin. Janin Ai masih nampak baik-baik saja. Namun sayangnya, Ai masih ada di pembukaan 2 dan itu sudah terjadi sejak 2 minggu sebelumnya dan tidak ada perkembangan. Dokter lalu memutuskan untuk memasukkan balon ke dalam vagina untuk memacu pembukaan hingga ke pembukaan 4. Dengan menangis-nangis karena merasa ada guntingan sesuatu, balon itu masuk juga.

Pukul 7 malam, bidan mengecek keadaan balon Ai, dan bidan berkata bahwa Ai sudah sampai di pembukaan 4, lalu balonnya diambil dan Ai diminta untuk menunggu hingga pembukaan 10. Dan ternyata, kontraksinya semakin hebat. Pukul 8 malam, bidan kembali mengecek dan Ai sudah sampai di pembukaan 5. Karena prosesnya satu jam, Ai pikir akan cepat sampai ke pembukaan 10, namun ternyata kenyataan berkata lain.

Hingga pukul 11 malam, Ai masih di pembukaan 5 dan tidak bergerak. kontraksi semakin hebat dan Ai sudah tidak bisa menahan sakit, akhirnya mulai berteriak kesakitan. Di monitor dipantau tentang detak jantung bayi dan level kekerasan perut karena kontraksi. Saat itu menunjukkan level kekerasan perutnya ada di angka 110. Ai berteriak sangat keras hingga terdengar ke luar kamar. Akhirnya bidan jaga masuk dan mulai khawatir dengan keadaan Ai. 

Bidan menawarkan Ai untuk diberikan suntik epidural atau suntik bius lokal untuk mengurangi level sakitnya. Namun Ai masih berusaha sabar karena merasa akan segera lahir. Namun lagi-lagi perkiraan Ai salah. Pada pukul 2 pagi hari Sabtunya, level kekerasan perut mencapai angka 138 dan Ai berteriak sangat kencang. Itu adalah teriakan paling kencang dan kesakitan paling sakit yang Ai pernah rasakan selama hidup. Akhirnya dengan derai air mata, Ai memanggil bidan untuk meminta suntik epidural. 

Pukul 3 pagi, dilakukan pemasangan selang-selang untuk bius epiduralnya. Setelah itu, Ai merasakan sedikit lega karena level sakitnya bisa berkurang sekitar 70 - 80%. Ketika puncak kontraksi pada pukul 4:30 pagi, di mana level kekerasan perut di angka 160, Ai merasakan sakit namun rasanya seperti berada di angka 70 tanpa suntik biusnya. 

Hingga pukul 5 pagi, ternyata Ai masih berada di pembukaan 7 dan kepala bayi masih tinggi (masih jauh dari mulut rahim). Akhirnya pada pukul 6 pagi, dokter memberikan suntikan induksi. Karena sudah berada pada bius lokal, Ai tidak begitu merasakan sakitnya induksi. Bidan melatih Ai untuk pernapasan ketika janin nanti akan keluar. Ternyata di klinik ini, metode pernapasan hii-hii-huuu tidak berlaku. Ai diminta untuk menarik nafas panjang dan dikeluarkan tanpa membuka mulut. 

Pukul 9:15 akhirnya masuk ke pembukaan 10. Bidan-bidan sudah menyiapkan alat-alat persalinan. Ai sudah diminta untuk bernafas sesuai dengan yang sudah diajarkan. Tapi ternyata lagi-lagi kenyataan berkata lain. Si bayi tetap tidak mau keluar. Akhirnya lagi-lagi dokter harus mengambil keputusan cepat. Dan diputuskan untuk menggunakan vakum!!!

Jadilah, vagina ai digunting-gunting agar alat vakumnya bisa masuk. Dan sekali lagi, karena sudah dibius, Ai tidak merasakan apa-apa ketika digunting. Lalu kemudian pukul 9:45, metode vakum tidak juga berhasil. Meski kepala bayi sudah didapatkan, namun si bayi tetap tidak mau keluar. Akhirnya dokter yang menangani Ai meminta bidan untuk memanggil dokter lain. Dan kemudian dokter itu naik ke menggunakan pijakan lalu menekan dan mengurut perut Ai. Ketika ditekan dan diurut itu rasanya sakit sekali, padahal Ai sudah dalam pengaruh bius. 

Dan kemudian lahirlah. Tidak bisa berkata apa-apa lagi selain berucap syukur alhamdulillah pada Tuhan. Bidan langsung memotong tali pusarnya dan Ai mendengar tangisannya. Lucu sekali, si bayi hanya menangis kurang dari 30 detik, lalu diam ketika bidan menghanduki menyeka darahnya lalu diletakkan di box bayi untuk dilakukan pengecekan dan pemeriksaan.

Setelah itu, dokter kemudian melakuan penjahitan. Dan penjahitannya sangat lama, Ai rasakan sekitar 30-45 menit. Dalam proses kelahiran ini, Ai kehilangan darah sebanyak 985 ml. Kata bidannya, sedikit lagi kehilangan darah, mungkin Ai akan meninggal. Karena normalnya, kehilangan 500 ml darah sudah dikategorikan sebagai keadaan yang cukup berbahaya. Rata-rata pada setiap kelahiran, ibu akan kehilangan darah sebanyak 250-400 ml saja. 

Ternyata, bayi Ai terlilit tali pusar di leher pada sepanjang proses kontraksi itu. Karena pada hari jumat pukul 3 ketika di USG, bayi Ai masih nampak baik-baik saja dan tidak terlilit tali pusar. Baik Ai dan bayi kami sama-sama nyaris meninggal. Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan kepada Tuhan.

Pasca Melahirkan


Karena Ai kehilangan banyak darah, maka Ai mendapatkan infus hemoglobin karena kadar hemoglobinnya sangat rendah, yaitu di angka 50-an. Normalnya, hemoglobin berada di angka 90. Namun Ai tidak mendapatkan transfusi darah. Hingga 5 hari di rumah sakit, kadar hemolobin Ai masih rendah, hari terakhir di rumah sakit, masih di angka 77. Sehingga Ai harus minum obat penambah darah.

Karena Corona, mamas tidak boleh menemani dan menjenguk. Kami hanya bertemu terpisah kaca. Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan atas keselamatan yang dilimpahkan pada kami. Dan kami namakan bayi mungil ini dengan nama Paramitha Najwa Arunika.

Paramitha, adalah harapan untuk sebuah kesempurnaan dalam ketidaksempurnaan. Karena sepanjang kehamilan, kami berdua tidak pernah bisa melihat wajah janin. Meskipun Ai sudah banyak minum air hingga beser, namun ternyata memang janinnya tidak mau menampakkan wajahnya. Malah Ai menyalahkan rumah sakitnya karena mengira alatnya rusak.

Najwa, adalah doa dan dialog kepada Tuhan. Karena kami mendoakan untuk segera mempunyai buah hati segera setelah kami menikah. Dan nama Najwa ini juga sebagai doa-doa kami untuk segala kebaikan untuk bayi kami. Najwa juga diambil dari tokoh idola Ai, yaitu Najwa Shihab.

Arunika, adalah hangatnya sinar matahari pagi. Nama ini cukup unik. Karena pada awalnya, kami akan menamai bayi ini dengan nama Aruna. Namun ayahnya masih kurang cocok. Lalu dia menambahkan nama Keika dan menggabungkannya dengan nama Aruna. Aruna dan Keika menjadi Arunika. Aruna berarti sinar merah matahari pagi, dan Keika artinya sinar kunang-kunang di malam hari. Harapan dengan nama Arunika sebetulnya adalah agar bayi ini mempunyai kehidupan yang indah di sepanjang hidupnya. 

Kami mendoakan agar Paramitha Najwa Arunika tumbuh sehat dan bahagia.








Wednesday, April 20, 2022

Tentang Cincin Pertunangan yang Kebesaran

 Ada cerita tentang cincin pertunanganku yang kebesaran. 

Ketika dia berlutut di hadapanku untuk memintaku menikah dengannya adalah saat di kebun bunga kosmos. Begitu indah, dan tidak pernah aku bisa melupakan kenangan itu. Dia tidak membawa cincin. Sederhana saja, karena memang begitulah dia. Tentu saja aku langsung berkata, "Yes, I do!"


Satu minggu kemudian, dai mengajakku membeli cincin. Lalu dapatkan cincin perak bermata bunga yang sangat indah. Kita beli ketika ada diskon 50%. Aku pikir, itu adalah cincin pertunangan kami. Aku sangat bahagia karenanya. Tak hentinya aku memeluk lengannya ketika kami berjalan selepas dari toko perhiasan.



Namun ketika hari pertunangan yang resmi, yang di dalam bahasa Jepang disebut dengan yuino, dia dan kedua orang tuanya memberikan cincin pertunangan baru dengan tanpa sepengetahuanku sebelumnya. Cincin yang didesain khusus untuk saya oleh pamannya yang merupakan seorang kepala pengrajin perhiasan di salah satu brand cukup terkenal di Tokyo.


Hanya saja, ternyata ukurannya sedikit kebesaran. Padahal cincinnya sangat indah. Aku sampai menangis ketika melihatnya. Sedih rasanya tidak bisa menggunakan cincin itu di dalam keseharian, karena aku takut cincinnya akan jatuh tanpa sengaja. Akhirnya aku memakai cincin perak bermata bunga yang kami beli, dan menyimpan cincin pertunanganku di dalam kotak perhiasan. Lalu ketika kami menikah, tentu saja cincin pernikahan kami yang dipakai. 


Ternyata, memang rencana Tuhan itu luar biasa tidak pernah terprediksi oleh manusia. Di saat badan ini membengkak karena adanya anak kecil di dalam perutku, cincin pernikahanku tidak muat lagi. Dia menyarankan untuk aku memakai cincin pertunangan kami. Dan itu pas!!!! 


Akhirnya, aku punya kesempatan untuk menggunakan cicin pertunanganku. Rasanya senang sekali. Entah kenapa. Bahagia itu ternyata bisa sesederhana ini ya.....Terima kasih adek chan, karena kamu ada di perut ibu, ibu bisa memakai cincin pertunangan, kejutan terindah dari ayahmu untuk ibu.

Thursday, April 7, 2022

Morning Setto: Sebuah Servis Sarapan Murah di Daerah Chubu, Jepang

Halo readers, musim semi di Jepang sudah berlangsung hampir 3 minggu dan bunga sakura sedang mekar-mekarnya, loh. Ketika Ai mengawali tulisan ini, adalah di pagi hari. Karena sedang puasa, jadi Ai bengong saja pagi ini. Tiba-tiba Ai teringat dengan masa-masa di Gifu. Dulu, setiap pagi seperti ini, Ai sesekali mampir sarapan ke cafe atau restoran sebelum berangkat ke kampus. 


Kalau pagi itu rasanya pengen ngemil ini


Daerah Chubu, yaitu sekitar Perfektur Aichi, Mie, Gifu, dan Nagano, mempunyai kesamaan yang khas mengenai sarapan pagi. Yaitu adanya モーニングセット atau morning setto atau morning set. Apa itu? Morning setto adalah sebuah set sarapan yang sangat dikenal dari daerah Chubu dan tidak banyak atau tidak lazim ditemukan di daerah lain di Jepang. Morning setto terdiri dari minuman dan set sarapan dengan kudapan yang khas dari cafe atau restoran tersebut dan harganya sangat murah. Biasanya, dipatok dengan harga 500 yen.


Dengan harga 500 yen, kita sudah bisa kenyang plus minum kopi atau teh. Beberapa contoh Morning Setto yang menjadi favorit Ai adalah sebagai berikut.


Restoran GUSTO



Ini adalah menu morning set dari restoran Italia, Gusto. Gusto adalah sebuah family restaurant yang harganya sangat bersahabat dengan kantong mahasiswa. Saya biasanya mengorder set A dengan tidak menyertakan sosis dan bacon dan biasanya mereka ganti dengan kentang rebus. Dua telur dengan kentang rebus cukup untuk mengisi perut saya sampai makan siang nanti. 


Komeda Cafe



Lain halnya dengan kafe Komeda. Di kafe ini, morning setnya adalah berupa setengah roti tawar tebal dengan pilihan pilihan selai ditambah dengan telur rebu atau pasta kacang merah manis atau mashed egg sesuai pilihan yang disuka. Favorit saya adalah dengan telur rebus. Harganya sesuai dengan harga kopi yang dipesan. Saya biasanya memesan cafe au lait dengan harga hanya 300 yen. jadi, 300 yen sudah nambah morning set. Jika sudah lewat jam 11 pagi, dengan 300 yen itu kita hanya dapat cafe au lait saja tanpa morning set.


Ranpu Cafe



Di kafe Ranpu juga sama, menunya adalah potongan roti tawar tebal dengan selai, telur rebus dan ditambah yogurt. 


Hampir semua menu morning set adalah menu sarapan ala western, yaitu roti tawar dan telur rebus. Ada juga yang menyajikan sandwich ringan dengan isian telur juga. Ada juga yang menyajikan pizza sayuran dengan saus tomat dengan ukuran kecil. 


Morning set di daerah Chubu, terutama di Gifu adalah sesuatu yang a real deal. Karena biasanya, kakek dan nenek akan melepas lelah setelah jalan-jalan pagi dengan pergi ke kafe, nongkrong dengan teman-temannya, sesama kakek-nenek, bercerita sambil menyesap kopi dan memakan morning set. Harganya pun cukup murah. Maka tak heran jika kita pergi ke cafe di pagi hari, akan banyak ditemui kakek dan nenek. 


Meskipun begitu, Ai tetap saja pergi berburu morning set tiap pagi. Mungkin Ai seleranya seperti kakek nenek ya hehe. Ah...jadi rindu dengan Gifu. Di Tsukuba, rupanya tidak ada yang menyediakan Morning Set. Bahkan di Gusto sekalipun yang merupakan restoran franchise yang sama, rupanya tidak menyediakan Morning Set seperti Gusto yang ada di daerah Chubu. Ah..jadi semakin malas untuk keluar pagi hehe.

Friday, April 1, 2022

Rekomendasi Oleh-Oleh Murah dari Jepang

Halo readers! Berhubung Jepang sepertinya sudah mulai membuka kedatangan yang sementara ini masih untuk kalangan pelajar dan pelaku bisnis, ada kemungkinan akan dibuka kembali untuk para turis beberapa waktu nanti. Dan setelah tempo lalu Ai menulis rekomendasi oleh-oleh untuk orang Jepang dari Indonesia di sini, kali ini, Ai akan menulis beberapa rekomendasi oleh-oleh dari Jepang untuk dibagikan pada keluarga dan kerabat di Indonesia. Dan berikut adalah ulasannya.


Kalau ini sih bukan toko oleh-oleh,
namun toko halal di Nagoya


REKOMENDASI OLEH-OLEH DARI JEPANG UNTUK KERABAT DI INDONESIA


Beberapa rekomendasi yang akan Ai ulas di sini adalah mengenai oleh-oleh apa yang kira-kira akan cocok untuk diberikan kepada spesifik orang. Karena terkadang, ketika kita bepergian ke luar negeri, rasanya akan susah sekali menolak permintaan "oleh-oleh donk" dari beberapa teman ya, terlebih teman yang sebelumnya tidak dekat lalu ketika tahu kita akan ke luar negeri jadi mendadak sok dekat untuk mengharap oleh-oleh. Pasti readers ada yang pernah punya pengalaman seperti itu kan? Atau sendirinya yang seperti itu? Hayo.........


Oleh-Oleh untuk Atasan dan Dosen


Beberapa rekomendasi oleh-oleh dengan harga murah di bawah ini cocok untuk diberikan kepada atasan di kantor atau kepada dosen pembimbing. 


Hiasan dinding


Hiasan dinding, baik berupa gantungan kain maupun pernak-pernik lainnya akan terasa lebih sopan dan afdol untuk diberikan kepada atasan dan dosen. Salah satu toko yang menyediakan oleh-oleh tersebut dengan harga murah adalah toko yang bernama AKKY yang dapat ditemui di beberapa lokasi Shopping Center di berbagai kota. Pusat toko ini adalah di Akihabara. 


Hiasan dinding ini yang berukuran kecil harganya cuma 400 yen
Yang ukuran panjang, 750 yen.


Hiasan Kipas


Selain hiasan dinding, pajangan berupa kipas Jepang juga cocok sebagai oleh-oleh untuk atasan.


Pastikan kita beli dengan dudukannya ya

Hiasan Piring Cantik


Hiasan piring cantik juga cocok untuk diberikan kepada atasan. Ukurannya juga tersedia dari yang diameter kecil hingga besar.


Piringnya cantik ya


Oleh-Oleh untuk Teman Kantor dan Teman Sekolah/Kuliah


Rekomendasi oleh-oleh murah untuk teman kantor, teman sekolah, atau teman kuliah adalah snack atau makanan ringan. Dan berikut adalah rekomendasi snack yang dapat menjadi pilihan ketika readers ke Jepang nanti. Snack ini dapat ditemukan hampir di semua kota dan ada di setiap bandara di Jepang. Sehingga tidak perlu untuk pergi ke sebuah kota tertentu untuk mendapatkannya.


Sugar Butter Sand Tree


Snack dari Sugar Butter Sand Tree lumayan enak dan sangat cocok di lidah orang Indonesia. Snacknya manis dan mempunyai beberapa pilihan rasa. Favorit saya adalah rasa roasted apple.


Yang warna biru ini adalah rasa butter original

Tokyo Milk Cheese Factory


Snack ini juga sangat direkomendasikan. Dasarnya adalah kue lidah kucing yang tengahnya terdapat adonan keju dengan campuran beberapa rasa. Terdapat berbagai pilihan rasa yang bisa dipilih. Rasa kesukaan saya adalah honey and gorgonzola. Produk ini sangat mudah dikenali karena lambang sapinya sangat mencolok. Dan meskipun bernama Tokyo, namun produk ini mudah ditemukan di bandara mana saja.


Rasa salt and camembert cocok utnuk yang tidak suka manis

Berne Millefeuille


Bosan dengan KitKat? Coba snack ini. Perpaduan coklat dan puff pastry dengan tampilan millefeuille ini juga sangat cocok untuk dibagikan ke teman sekantor atau teman sekelas. Dengan isi yang mencapai 30 bungkus dalam satu kotaknya, cukup diletakkan di meja kantor atau kelas, pasti menjadi rebutan teman-teman.


Cokelat favorit saya

Royce


Produk dari Royce baik nama chocholate, cookies dan lain sebagainya juga cocok untuk menjadi oleh-oleh. Meskipun secara pribadi, saya kurang begitu suka dengan produk ini. Rasanya biasa saja, tampilannya biasa saja, tapi harganya lebih mahal karena sudah punya nama yang terkenal. Kalau saya sih, lebih memilih coklat Meiji atau Morinaga dibandingkan dengan Royce sih. Namun apa salahnya juga readers ingin memberikan oleh-oleh yang sedikit fancy kepada teman-teman.


Asli sungguh produk ini B aja
tapi sangat terkenal sebagai oleh-oleh populer

Sebetulnya masih ada banyak sekali rekomendasi snack, namun nanti kalau artikelnya kepanjangan, readers jadi malas membacanya ya hehe. Readers bisa langsung bertanya ke Ai saja nanti melalui pesan di media sosial Ai ya....

Oleh-Oleh untuk Teman Dekat


Selain make up dan barang-barang yang disukai oleh teman dekat, gantungan kunci dan tempelan magnet adalah barang yang sangat direkomendasikan untuk diberikan kepada teman dekat dan sahabat. 


Gantungan kunci olimpiade ini sebetulnya masih dipasarkan loh
meskipun sudah jarang sekali bisa ditemukan

Tempelan kulkas seperti ini juga menjadi pilihan yang bagus

Oleh-Oleh untuk Keluarga dan Kerabat


Untuk keluarga dan kerabat, tentu saja boleh memberikan barang-barang di atas. Selain itu, oleh0oleh seperti teh hijau dan snack yang lebih umum seperti KitKat yang bisa dinikmati bersama juga dapat menjadi pilihan yang bagus. 


KitKat Jepang yang selalu diburu

Nah itu tadi adalah rekomendasi oleh-oleh murah yang dapat dibawa oleh readers ketika sedang melancong ke Jepang. Semoga membantu memberikan ide yaaa....

Wednesday, March 23, 2022

Oleh-Oleh yang Harus Dibawa Ketika ke Jepang Pertama Kali

Halo readers! Apa kabar hari ini? Semoga sehat selalu ya. Kali ini, Ai ingin berbagi mengenai tips membawa oleh-oleh dari Indonesia ketika readers akan berangkat pertama kali ke Jepang baik untuk bekerja maupun belajar. 


Kapan hari itu, Ai sempat mendapat komentar di salah satu jawaban Ai di Quora dari orang yang rasanya sok tau dan superior tentang kehidupan di Jepang. Terus terang, Ai benci banget dengan orang seperti itu. Padahal dia hanya come and go saja di sini. Intinya, orang itu berkata bahwa dia ingin membawa oleh-oleh berupa mangga berkilo-kilo begitu. 


Anyways, daripada bergunjing kekesalan Ai terhadap orang tersebut, lebih baik kita simak ulasan dari Ai mengenai oleh-oleh apa yang harus dibawa ke Jepang. Karena hal ini menjadi sangat penting untuk impresi pertama kita dari orang Jepang di lingkungan kantor maupun kampus. Mengapa hal ini menjadi sangat penting? Karena ada budaya pada orang Jepang untuk membawa oleh-oleh ketika mereka berkunjung satu sama lain. Ketika Ai pertama kali ke Jepang, Ai diberitahukan oleh Bu Kokom, dosen Ai, mengenai hal ini. 


Tentu saja ini bukan oleh-oleh
Ai sedang berdiri di toko oleh-oleh di Gifu Castle


OLEH-OLEH UNTUK ORANG JEPANG


Oleh-oleh yang readers akan bawa, hendaknya disesuaikan dengan posisi atau jabatan dari si penerima nantinya. Berikut adalah rekomendasi dari Ai mengenai oleh-oleh apa saja yang bisa diberikan untuk siapa penerimanya. 


Oleh-oleh untuk Sensei atau Petinggi Perusahaan


Sebaiknya, readers membawa oleh-oleh untuk sensei atau petinggi perusahaan atau institusi tempat readers bekerja nanti dengan sesuatu yang bisa dipakai atau dipajang dan bukan berupa makanan. Terlebih untuk sensei, ada beberapa sensei yang sangat senang mengoleksi barang pemberian dari mahasiswanya yang berasal dari luar Jepang. Dan berikut adalah rekomendasinya.


Batik


Batik biasanya menjadi salah satu pilihan terbaik. Readers bisa memberikan baju batik, atau jarik batik, atau taplak meja dari kain batik untuk diberikan. Selain itu, hiasan dinding dari kain batik juga sangat direkomendasikan untuk menjadi oleh-oleh. Akan lebih baik lagi apabila readers bisa membawa hiasan dengan motif batik khas dari daerah tempat tinggal. Hal ini akan menjadi unik dan membedakan dari oleh-oleh teman lain sesama Indonesia.


Salah satu rekomendasi oleh-oleh
pajangan dari kain batik


Ukiran atau patung kecil


Selain pajangan bermotif batik, ukiran juga menjadi rekomendasi oleh-oleh untuk sensei dan pejabat perusahaan/institusi. Biasanya sensei sangat senang memajang ukiran dari Indonesia di dalam lemari kaca di ruangannya. Ai sering melihat ukiran garuda khas Bali hingga patung dari Papua yang dipajang dengan indah di ruangan sensei-sensei. 


Ukiran kayu lambang garuda dari Bali ini
sering Ai lihat di beberapa kantor dari dosen-dosen

Wayang


Untuk orang dari suku Jawa dan Sunda, wayang juga menjadi salah satu rekomendasi barang yang cocok untuk oleh-oleh. Tentu saja bukan wayang dalam ukuran sebenarnya, namun berupa pajangan wayang berukuran kecil, baik itu wayang kulit maupun wayang golek.


Salah satu rekomendasi pajangan wayang

Pada intinya adalah, untuk sensei dan petinggi perusahaan, berikanlah oleh-oleh berupa pajangan khas Indonesia atau khas dari suku masing-masing. 


Oleh-Oleh untuk Staff Kantor dan Teman Kerja


Staff kantor administrasi atau kantor jurusan jumlahnya sangat banyak. Bisa dalam satu kantor berjumlah 15 hingga 20 orang. Namun, ada juga yang kantor yang jumlah staffnya di bawah 10 orang. Biasanya adalah kantor program, seperti program Basin Water Environmental Leaders (BWEL) di Gifu University, tempat Ai menimba ilmu selama 6.5 tahun. 


Untuk diberikan di kantor, oleh-oleh yang direkomendasikan adalah berupa makanan ringan atau snack khas dari Indonesia atau dari daerah masing-masing. Eits, tapi bukan sembarang snack yang bisa diberikan. Bukan juga sncak seperti Chitato atau keripik singkong dengan saus kental seperti kepunyaan merk Camelia Malik. 


Makanan yang direkomendasikan untuk diberikan adalah makanan yang sudah terbungkus per itemnya. Karena di Jepang itu tidak lazim ada jajanan seperti keripik singkong dalam jumlah besar yang kemudian seperti di Indonesia yang bisa dimakan ramai-ramai satu kantor. Di Jepang tidak seperti itu. Oleh-oleh di Jepang sudah dibungkusin satu per satu makanan di dalamnya. Sehingga, ini adalah beberapa rekomendasi dari Ai, khususnya yang berasal dari Jawa.


Yangko

 

Orang Jawa, terutama yang dari Jogja, siapa sih yang tidak kenal yangko? Makanan ini cocok untuk diberikan ke orang kantor karena sudah terbungkus satu-satu. Selain sudah terbungkus satu per satu, tekstur yangko sangat menyerupai mochi namun dengan cita rasa khas Indonesia (Jogja).


Yangko

Dodol


Dodol, baik itu dodol garut maupun dodol biasa juga direkomendasikan untuk menjadi oleh-oleh. Namun, readers harus hati-hati ketika membawa dodol. Karena suhu di dalam bagasi pesawat itu cukup panas, seringkali dodolnya lumer dan menjadi lengket di plastik atau kertas pembungkusnya.


Ini dodol kesukaan saya, yang rasa durian

Cokelat


Coklat juga menjadi rekomendasi untuk diberikan ke kantor. Namun juga bukan sembarang jajanan coklat. Namun coklat yang sudah dikemas dalam satu box besar. Untuk kali ini, boleh tidak dibungkus satu-satu asalkan cokelatnya satu dengan yang lain sudah terpisah oleh pembatas pada wadahnya. 


Coklat Monggo menjadi rekomendasi kuat

Sebaiknya tidak membawa cokelat dari brand Cadbury, Milka, Tobleron, atau Delfi. Karena brand tersebut bukan dari Indonesia dan sudah banyak tersebar di toko-toko di Jepang.


Pada intinya, untuk diberikan ke orang kantor, direkomendasikan membawa makanan yang sudah terbungkus satu-satu.


Oleh-Oleh untuk Teman Satu Laboratorium


Ketika di Jepang, terutama yang kuliah S-2 dan S-3, pasti akan ditempatkan pada satu ruangan kerja atau ruangan belajar bersama dengan mahasiswa lain. Berikut adalah beberapa rekomendasi oleh-oleh yang bisa readers berikan kepada teman satu lab.


Cokelat


Sama seperti sebelumnya, cokelat yang sudah terbungkus satu-per satu dalam box atau yang tidak asalkan sudah terpisah pembatas dalam wadahnya menjadi tidak masalah. Readers bisa memberikan produk cokelat yang sama dengan yang diberikan kepada staff kantor, bisa juga memberikan cokelat Beng-Beng atau TOP. Namun, Beng-Beng dan TOP kurang cocok diberikan untuk staff kantor dan teman kerja karena rata-rata para staf di kantor usianya jauh lebih senior dibanding dengan mahasiswa. Sehingga dua produk ini direkomendasikan untuk diberikan kepada teman satu lab. 


Beng-Beng untuk teman lab, mereka pasti suka!

Snack ringan bermicin


Snack ringan bermicin kuat seperti Momogi juga cocok untuk menjadi oleh-oleh untuk diberikan kepada teman lab. Meskipun begitu, kurang cocok untuk diberikan untuk teman kerja. 


Rekomendasi snack ringan untuk teman lab, pasti diserbu!

Gantungan kunci


Gantungan kunci juga menjadi rekomendasi untuk diberikan kepada teman lab. Readers boleh memberikan baik gantungan kunci yang sudah dijual di tempat wisata, seperti gantungan kunci Borobudur, maupun readers membuat custom gantungan kuncinya sendiri. Banyak mahasiswa Jepang yang mengoleksi gantungan kunci dari berbagai dunia, oleh karenanya, memberikan gantungan kunci khas Indonesia pasti membuat mereka lebih senang dibanding sekedar snack atau cokelat.


Gantungan kunci, oleh-oleh paling afdol

Tempelan magnet kulkas


Sama seperti gantungan kunci, banyak mahasiswa Jepang yang juga senang mengoleksi tempelan kulkas dari berbagai negara. Oleh karena itu, tempelan kulkas juga sangat direkomendasikan untuk diberikan pada teman lab. 


Tempelan kulkas unik khas Indonesia

Rekomendasi dari Ai adalah, berikan gantungan kunci atau tempelan kulkas untuk teman lab karena sifatnya lebih personal.


Oleh-Oleh untuk Tetangga Asrama atau Apartemen


Hal ini yang biasanya luput dari perhatian readers yang ingin berangkat ke Jepang. Karena jarang yang mengetahui bahwa ada juga budaya berkenalan dengan tetangga di Jepang. Jangankan baru pertama kali ke Jepang, kita yang sudah lama di Jepang saja ketika pindah rumah atau pindah apartemen ada adab yang harus dilakukan, yaitu memberikan bingkisan salam perkenalan untuk tetangga. Meskipun begitu, budaya ini biasanya jarang dilakukan oleh anak muda. Namun, apa salahnya bila kita berniat baik untuk berkenalan dengan tetangga, siapa tahu jodoh. Ai juga dapat jodoh karena bertetangga, loh!


Dan berikut adalah rekomendasi untuk oleh-oleh yang dapat diberikan sebagai salam perkenalan pada tetangga.


Indomie


Indomie sudah menjadi khas Indonesia yang sangat unik. Namun, jangan memberikan Indomie Goreng original dan Indomie Soto. Karena dua varian Indomie itu dapat ditemukan di supermarket di Jepang. Sebaiknya berikanlah Indomie dengan varian yang unik atau khas makanan daerahmu seperti Indomie Goreng Mie Aceh, Indomie Goreng Rendang, Indomie Soto Lamongan, dan lain sebagainya. Mie Sedap juga boleh. Lemonilo juga boleh. 


Tak ada yang bisa menolak ramen

Tidak ada salam perkenalan terindah selain Indomie untuk tetangga


Nah, itulah dia rekomendasi oleh-oleh yang harus dibawa readers ketika pertama kali ke Jepang. Nantinya, apabila readers kembali ke Indonesia untuk liburan dan kembali lagi ke Jepang, maka readers boleh memberikan oleh-oleh untuk teman lab atau teman main sesuka hati readers. Boleh saja membawakan mangga berkilo-kilo, atau minyak rambut Ellips. Boleh saja snack kiloan seperti keripik singkong, makaroni ngehe, atau mie lidi. Namun untuk kesan pertama, readers sebaiknya memikirkan apa yang sudah Ai rekomendasikan di atas.

Semoga sukses yaaa!!!! Jangan lupa kalau sudah sampai di Jepang, lalu melihat Ai di jalan, sapa Ai yaaa readers!!!

Thursday, March 10, 2022

Pengalaman Menghadapi Musim Dingin di Jepang

Halo readers, menyambung tulisan sebelumnya mengenai kebiasaan orang Jepang pada musim dingin, kali ini Ai akan bercerita mengenai pengalaman menghadapi musim dingin di Jepang. Seperti yang kita semua tahu bahwa Jepang mempunyai 4 musim yang salah satunya adalah musim dingin, berikut adalah pengalaman Ai tinggal di negara dengan musim dingin selama 11 tahun ini.


Salju

Seperti Apa Sih Rasanya Tinggal di Daerah Dingin Bersalju?


Tinggal di daerah yang dingin dan mempunyai 4 musim pastinya berbeda dengan tinggal di daerah dengan 2 musim saja. Meskipun sama-sama "sedang musim dingin", namun tinggal di daerah 4 musim ketika musim dingin mempunyai sensasi tersendiri yang tidak bisa kita temukan di daerah dingin di Indonesia. Berikut Ai bagikan pengalaman Ai tentang rasanya tinggal di daerah dingin di Gifu.


Kedinginan di musim dingin, kepanasan di musim panas


Gifu, terutama di daerah sekitar Gifu University, adalah daerah yang sangat dikelilingi dengan perbukitan. Dari depan apartemen, Ai sudah bisa melihat dengan jelas pergunungan dan perbukitan yang akan menjadi putih ketika sedang turun salju. 


Di belakang Ai itu sebetulnya adalah gunung,
tidak terlihat karena sedang bersalju

Karena dekat sekali dengan perbukitan, maka hal tersebut mempengaruhi suhu di daerah sekitar. Di musim dingin, kota Gifu itu tidak pernah mencapai di bawah -5 derajat Celcius, namun katanya, dinginnya melebihi Hokkaido yang selalu mencapai suhu -20 derajat Celcius. Hal ini disebabkan karena adanya angin


Aliran angin di Gifu ini sungguh tidak santai sekali. Angin berhembus dari atas bukit dan dinginnya merasuk hingga ke tulang. Tak jarang suara angin di luar itu menakutkan sekali. Serasa mau ada badai, padahal hanya angin saja. Sebaliknya, ketika musim panas, karena angin jugalah yang kemudian membuat Gifu menjadi tempat paling panas se-Jepang dengan suhu maksimal hingga mencapai lebih dari 40 derajat Celcius setiap tahunnya. Angin ketika musim panas sangat menampar kulit hingga membakar. Bahkan menyebabkan orang masuk rumah sakit hingga meninggal dunia akibat terkena heat stroke


Readers di Indonesia saja suhu AC 20 derajat sudah mengeluh dingin, kan? Nah ini suhu sampai -2 derajat loh!! Lalu readers di Indonesia juga selalu mengeluh dengan panasnya suhu 33 derajat. Bayangkan tinggal di Gifu dengan suhu 40 derajat. Bayangkan sengatannya seperti apa. Bagi kami. suhu 33 derajat adalah suhu yang sangat nyaman ketika musim panas. Dan suhu 20 derajat adalah suhu yang sangat hangat ketika musim dingin.


Musim dingin membuat boros pengeluaran


Bagaimana Ai tidak boros, readers? Setiap mandi harus menggunakan air hangat. Mencuci piring juga dengan air hangat. Sedangkan air hangat butuh gas dan listrik. Belum lagi, setiap makan maunya pakai sup agar badannya hangat. Butuh gas lagi. Lalu, ketika tidur juga harus menggunakan penghangat, bisa pakai AC, bisa pakai penghangat listrik. Karena itulah, tagihan listrik dan gas akan meningkat hingga dua atau tiga kali lipat selama musim dingin. 


Waktu tidur lebih lama


Musim dingin mempunyai waktu malam yang lebih panjang. Maghrib biasanya dimulai dari pukul 4 sore dan subuh pada pukul setengah 6 pagi. Oleh karena itu, Ai seringkali tidurnya lama. Di musim dingin, Ai biasa bangun pukul setengah 7 pagi dan masih mendapat waktu subuh. Sayangnya, kebiasaan ini tidak bisa hilang saat musim panas. Di musim panas, waktu subuh sedari pukul setengah 3 pagi. Sehingga ketika Ai bangun pukul setengah 7, Ai seharusnya shalat dhuha saja T_T.


Banyak virus influenza


Influenza di Jepang sangat berbeda dengan influenza di Indonesia. Influenza dari Indonesia, bagi orang Jepang adalah masuk angin saja atau yang biasa disebut dengan kaze. Sebaliknya, influenza dari Jepang, bagi orang Indonesia disebut sebagai flu burung. 


Selama musim dingin, virus influenza ini sangat merajalela. Sebelum era pandemi Covid-19, influenza merupakan penyakit endemik yang menyerang dari anak kecil hingga orang dewasa. Ai sendiri pernah dua kali terserang influenza, padahal sudah vaksin loh! Sehingga, untuk mencegah penularan virus ini, penduduk disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza setiap tahunnya. 


Harga sayur dan buah naik


Karena musim dingin, produksi sayur dan buah terbatas. Sehingga harga sayur dan buah akan mengalami kenaikan. Namun sebaliknya, harga jeruk sedikit turun. Hal ini disebabkan karena di musim dingin adalah masa di mana banyak varietas jeruk yang memasuki masa panen. 


Merindukan Indonesia yang hangat


Sebagai orang Indonesia totok yang tidak tertarik mengganti kewaranegaraan, Ai selalu merindukan hangatnya sinar matahari di Indonesia. Sungguh, Jepang memang sangat indah dengan segala pesona alamnya. Namun, untuk tinggal lama, Indonesia masih lebih nyaman untuk Ai dibandingkan dengan Jepang. Indonesia hangat. Jika pagi hari sangat sejuk dengan udara yang segar. Di Gifu terutama, di musim dingin, udara yang dihirup sangat dingin. Membuat hidung mimisan. Sedangkan ketika musim panas, jam 5 pagi saja menghirup udara sudah tidak enak karena kelembabannya yang tinggi namun suhunya juga tinggi. 


Begitulah, readers, pengalaman Ai tinggal di daerah dingin. Sungguh, jika setiap tahun harus mengalami kedinginan ini, lebih baik Ai tidak usah merantau ke luar negeri saja. Sungguh.

Tuesday, March 8, 2022

Kebiasaan Orang Jepang di Musim Dingin

Halo readers, di Jepang saat ini sedang berada di penghujung musim dingin menjelang musim semi. Suhu mulai menghangat dan bunga plum mulai bermekaran. Tapi, pernahkah readers penasaran, orang Jepang itu tiap musim dingin ngapain aja sih? Biar readers nggak penasaran, Ai kali ini ingin berbagi kebiasaan yang banyak dilakukan orang Jepang selama musim dingin.


Sakura yang dinanti selama musim dingin

Menghangatkan diri pada Kotatsu


Kebiasaan orang Jepang selama musim dingin salah satunya adalah menghangatkan diri di dalam meja penghangat yang biasa disebut sebagai kotatsu. Jika readers adalah penggemar anime dan manga Jepang, maka sudah tidak asing lagi dengan kebiasaan orang Jepang makan jeruk di atas kotatsu. Itu betul sekali. Karena selama musim dingin, buah jeruk sedang musimnya panen. Selain buah jjeruk, orang jepang juga makan malam di atas kotatsu.




Bahkan, kadang sampai tidur di dalam kotatsu karena lebih menggemat listrik dibandingkan dengan menggunakan AC. Namun hati-hati, tidur di dalam kotatsu biasanya akan menyebabkan masuk angin.


Berendam di dalam ofuro atau onsen


Selain menghangatkan diri dalam kotatsu, orang Jepang selama musim dingin juga senang berendam di dalam ofuro atau onsen. Ofuro adalah bathtub di dalam kamar mandi, sedangkan onsen adalah pemandian air panas. Karena tidak mungkin setiap hari pergi ke onsen, orang Jepang lebih sering berendam dalam ofuro setiap malam menjelang tidur. 



Jika rumahnya mempunyai kamar mandi dengan ofuro yang besar, baisanya bisa untuk mandi bersama dengan anak-anak, seperti yang biasanya kita tonton di serial Crayon Shinchan ketika Misae atau Hiroshi mandi bersama Shinchand an Himawari.


Memakai baju dalam penghangat


Baju dalam penghangat di jaman sekarang biasa diucap sebagai heattech. Meskipun heattech pada dasarnya adalah sebuat teknologi fashion yang dipopulerkan oleh Uniqlo yang membuat baju dalam hangat, namu sekarang penggunaan kata heattech sudah merujuk kepada semua merk baju dalam penghangat di Jepang. 




Memakan oden dan nabe


Selama musim dingin, orang Jepang lebih sering menghidangkan sup panas dibandingkan dengan jenis masakan lainnya. Yang paling sering dihidangkan adalah oden dan nabe. Oden adalah sup yang berisi beraneka macam fish cake, telur, rumput laut, chikuwa, lobak, dan sate otot daging.




Sedangkan nabe adalah sup yang disajikan di atas panci yang bernama nabe. Supnya bisa bermacam-macam bumbu, sesuai dengan selera.




Dengan memakan sup, badan menjadi lebih hangat di musim dingin.


Selain kebiasaan orang Jepang melakukan sesuatu, ada juga kebiasaan orang Jepang yang merupakan reaksi dari adanya sesuatu. Salah satunya adalah kesetrum.


Tersengat listrik statis


Orang Jepang di musim dingin sering sekali tersengat listrik statis ketika menyentuh benda-benda logam. Daun pintu rumah, pintu mobil, bahkan meja dan kursi berbahan logam pun bisa menyengat. Sengatan listrik statis itu rasanya mengagetkan dan sakit loh, readers. Karena terkadang menimbulkan percikan api yang mengejutkan kulit kita sehingga kita menjadi kaget dan tak jarang Ai malah sampai melompat mundur ke belakang karena saking kaget dan sakitnya.



Listrik statis ini disebabkan karena adanya tumbukan ion dari benda logam ke tubuh kita akibat udara sekeliling yang kering. Selama musim dingin, jangan dibayangkan kelembaban udaranya tinggi ya, readers. Justru sebaliknya, kelembaban udara di Jepang selama musim dingin justru sangat rendah. hal itu mengakibatkan udara menjadi kering dan mudah menjadi sarana pertukaran aliran ion. Sehingga, listrik statis sering kali timbul karenanya.


Mengganti ban mobil


Sebelum memasuki musim dingin, orang Jepang juga mempunyai kebiasaan untuk mengganti ban mobilnya menjadi ban mobil khusus salju. Bannya lebih tebal dan dikondisikan untuk melewati jalanan licin dan bersalju sehingga aman untuk dikendarai selama musim dingin.




Nah itu adalah beberapa kebiasaan orang Jepang di musim dingin. Kalau di negara lain, seperti apa ya, readers? Ai penasaran juga nih!!!