Wednesday, January 17, 2018

Biaya Hidup Di Jepang

Halo readers, apa kabar? Semoga selalu dalam lindungan Tuhan YME.

Kali ini, atas banyaknya permintaan yang masuk, saya akan membahas mengenai biaya hidup di jepang. Berapa perkiraan biaya yang kita butuhkan untuk tinggal seorang diri di Jepang. dikarenakan saya masih single bukan jomblo dan belum menikah, maka saya akan memaparkan perkiraan biaya dari segi individu. Yuk dibaca sampai akhir.


Sumber dari sini.

Rincian Biaya Hidup di Jepang per Bulan


Untuk memperkirakan biaya hidup di jepang, kita harus dibagi menjadi beberapa bagian. Sebelum itu, penting untuk kita mengetahui berbagai pertimbangan yang menentukan besar kecilnya biaya yang akan dikeluarkan.

Pertimbangan dasar tinggal di Jepang:

a. Daerah tempat tinggal

Poin ini sangat penting dalam menentukan perkiraan biaya hidup di jepang. Pasalnya, biaya hidup di Tokyo berbeda jauh dengan biaya hidup di Gifu. Semakin besar kota tempat tinggal, maka semakin besar pula pengeluaran kita.

b. Moda transportasi yang digunakan


Moda transportasi juga merupakan poin terpenting dalam menentukan perkiraan biaya hidup di jepang. Karena, akan menjadi berbeda pengeluaran kita apabila kita berangkat ke kampus dengan berjalan kaki atau bersepeda dibandingkan dengan yang menggunakan mobil atau transportasi umum.

Dengan dua pertimbangan di atas, maka saya akan mencoba membedah perkiraan biaya melalui rata-rata terendah (diperuntukkan bagi readers yang akan tinggal di kota kecil) dan rata-rata terendah tertinggi (diperuntukkan bagi readers yang akan tinggal di kota besar). Rata-rata terendah tertinggi ini adalah rata-rata  terendah dari pengeluaran tertinggi yang dapat dikeluarkan oleh teman-teman yang tinggal di daerah metropolitan. Disini saya akan mengeluarkan perkiraan biaya apabila tinggalnya di Asrama Kampus. Karena sudah pasti biaya untuk sewa tempat tinggal beserta pemakaian listrik, gas dan air dapat berkurang hingga 50%.

Perkiraan Biaya Hidup di Jepang
Berikut adalah hasil pembedahan saya tentang biaya hidup di jepang tidak termasuk biaya transportasi. Karena, biaya transportasi adalah salah satu biaya yang bagi saya sulit untuk diperkirakan. jadi, saya asumsikan biaya perkiraan ini adalah untuk kita yang menggunakan moda transportasi jalan kaki dan bersepeda.

1. Biaya Sewa Apartemen di Jepang

Seperti yang sudah dijelaskan di atas pada poin pertimbangan (a), semakin besar kota tempat kita tinggal, semakin tinggi pula biaya pengeluaran kita. contohnya, untuk sewa apartemen saya, satu bulan sebesar 25.000 yen untuk single room. Untuk kota kecil seperti saya, harga tersebut merupakan harga sewa yang tergolong murah, meskipun ada yang lebih murah lagi sekitar 12.000 yen. Namun, mari kita pakai harga apartemen saya sebagai patokan rata-rata terendah. Untuk kota besar, rata-rata biaya apartemen murah adalah sekitar 40.000 hingga 60.000 yen (bisa lebih) untuk ukuran single room. Mari kita ambil rata-rata tertinggi, yaitu 60.000 yen per bulan.

2. Biaya Pemakaian Air, Gas dan Listrik di Jepang


Pemakaian air, gas dan listrik tentu saja menyesuaikan dengan penggunaan. namun, mari kita asumsikan pemakaian tertinggi dari kebutuhan tersebut. Pemakaian tertinggi gas dan listrik di jepang akan terjadi pada saat menjelang akhir musim gugur ke musim dingin hingga menjelang akhir musim semi. Sedangkan untuk musim panas, kita masih bisa mengontrol sedikit pengeluaran terutama di pengeluaran gas.

Untuk pemakaian air, dapat berbeda-beda. Beberapa apartemen memasukkan biaya air dalam biaya sewa bulanan, dan beberapa apartemen menarik biaya air per bulan sebesar 1000 yen hingga 2000 yen.

Untuk pemakaian gas, akan berbeda juga tergantung dengan penggunaan. Berapa kali sehari kita mandi, dan berapa sering kita memasak juga mempengaruhi besarnya biaya gas. Satu lagi yang paling penting dalam menentukan biaya perkiraan gas adalah, apakah apartemenmu menggunakan jasa perusahaan gas yang menarik biaya abodemen atau tidak. Untuk kasus apartemen saya, saya diwajibkan membayar biaya abodemen sebesar 2200 yen setiap bulan, dimana apabila 1 bulan saya tidak menggunakan gas sekalipun, saya tetap harus membayar sejumlah sekian kepada perusahaan gas. Buat saya itu sungguh lintah darat memberatkan. Kita ambil pemakaian gas sebesar 5000 yen hingga 7000 yen per bulan. Pemakaian tersebut saya dapat pada saat musim gugur. Dimana saya tidak terlalu sering memasak dan juga tidak terlalu sering mandi. Ingat, biaya gas dapat membengkak di tengah musim dingin.

Pemakaian listrik pun sangat tergantung seberapa borosnya kita. Namun, di masa musim dingin, kita benar-benar tidak bisa lepas dari penggunaan Air Conditioner (AC). AC di jepang adalah ebnar-benar Air Conditioner yang bisa diatur sebagai pendingin dan juga pemanas. Saya ambil contoh penggunaan rata-rata listrik saya satu bulan, yaitu 10.000 yen hingga 18.000 yen.

Mari kita jumlahkan dua poin penting ini terlebih dahulu kedalam biaya dasar.

Biaya Apartemen       : 25.000 yen             hingga            60.000 yen
Biaya Air                   :   1.000 yen             hingga               2.000 yen
Biaya Gas                   :  5.000 yen             hingga               7.000 yen
Biaya Listrik              : 10.000 yen             hingga            18.000 yen

Total biaya dasar       : 41.000 yen hingga 87.000 yen

3. Biaya Makan dan Belanja Makanan di Jepang


Biaya tersebut bisa kita bagi menjadi biaya masak sendiri dan biaya makan diluar. Untuk readers yang tidak bisa memasak, atau tidak punya waktu memasak, maka kita bisa kategorikan sebagai biaya makan diluar. Tentunya, jika biaya makan diluar akan mengurangi biaya pemakaian gas.

Untuk masak sendiri, dalam satu minggu, rata-rata saya berbelanja kebutuhan saya sebesar 5000 yen. Jumlah tersebut sudah saya asumsikan dengan harga beras sebulan yang dibagi per minggu dan biaya daging dan ayam per kilo yang tentu saja kita tidak mungkin memasak itu dalam seminggu, kecuali untuk kebutuhan acara kumpul-kumpul. sehingga kita akan membutuhkan sekitar 20.000 yen per bulan.

Untuk makan di luar, biayanya pun bervariasi. Jika makannya bento dari convenience store, kita dapatkan harga rata-rata 500 yen (bento dan minum) sekali makan. Namun, jika kita makan di warung makan, kita ambil rata-rata 1000 yen untuk sekali makan. Mari kita asumsikan kita makan di rumah makan. Jadi, untuk 1 kali makan, kita dapatkan biaya 750, maka kita akan menghabiskan 2250 yen dalam sehari. Itu artinya, kita membutuhkan  67500 yen sebulan.

4. Biaya Rumah Tangga Bulanan di Jepang


Tentu saja kita memerlukan keperluan lain, misalkan membeli pembalut untuk wanita, membeli air minum galon (apabila air ledeng nya terasa tidak enak), kebutuhan mandi, bersih-bersih rumah dan sebagainya. Kita asumsikan antara 10.000 yen hingga 20.000 yen.

5. Biaya Tidak Terduga


Untuk biaya tidak terduga adalah biaya yang saya asumsikan untuk keperluan seperti kesehatan atau kecelakaan, tiba-tiba ingin beli baju atau sepatu dan lain sebagainya. Kita asumsikan besarnya biaya tersebut adalah 10.000 yen hingga 20.000 yen.

6. Biaya Komunikasi


Terakhir dan yang paling penting adalah biaya komunikasi. Biaya ini mencakup telepon dan juga internet. Biaya ini tergantung oleh model telepon/smartphone yang digunakan, dan juga paket data internet yang digunakan. Saya akan menjabarkan paket terendah hingga pemakaian tertinggi, yaitu mulai dari 1.980 yen hingga 15.000 yen.

Total

Maka dengan begitu, perkiraan biaya hidup di jepang adalah:

Biaya dasar                : 41.000 yen   hingga   87.000 yen
Biaya makan              : 20.000 yen   hingga   67.500 yen
Biaya rumah tangga   : 10.000 yen   hingga   20.000 yen
Biaya tak terduga       : 10.000 yen   hingga   20.000 yen
Biaya komunikasi      :   1.980 yen   hingga   15.000 yen
Biaya asuransi            :  2.200 yen 

Total pengeluaran dalam sebulan: 85.180 yen hingga 211.700 yen.

Tentu saja kita bisa menyesuaikan pengeluaran tersebut menjadi lebih kecil. Tetapi, sebagai gambaran readers dalam mencari beasiswa, diharapkan jumlahnya melebehi jumlah pengeluaran rata-rata terendah yang saya rumuskan tersebut.

Jepang itu keras, kawan. Biasakanlah.

Semoga hitungan saya ini dapat menjadi manfaat untuk readers semua yang akan tinggal di jepang dan sedang mencari beasiswa.

Neither Queen nor Princess. I'm just a Luminous Angel. Too much, huh?? Nah! That's my name, Luminous Angel or let say in my language, Diana Hapsari :)

2 comments

Berdasarkan pengalaman, tinggal di Jepang gampang gampang susah. Ada hal yang di Indonesia susah tapi di Jepang simpel begitu pun sebaliknya di Indonesia mudah mendapatkannya di Jepang susah hehe..
Visit blog saya tentang Jepang juga di https://robbymardiansyah.blogspot.co.id/. ditunggu visit nya ya..
yoroshiku ne...

terima kasih sahabat robby :)


EmoticonEmoticon