Tuesday, September 15, 2020

Coretan Pagi Ini: Pasangan Beda Budaya

Beberapa hari yang lalu, saya dan sahabat sempat berbincang mengenai pasangan masing-masing. Saya kebetulan mempunyai pasangan beda negara, dan sahabat berbeda suku dengan pasangannya. Dari perbincangan kami, saya dapat mengambil beberapa tantangan yang terjadi ketika kita menjalin hubungan dengan pasangan yang berbeda budaya.

Beda tata krama


Meskipun satu negara, tetapi beda suku juga mempunyai perbedaan dalam budaya. Yang pertama adalah tata krama. Misalkan saja pengalaman saya makan dengan teman-teman dari salah satu suku di Indonesia.

sumber gambar

Saya yang orang Jawa ini akan ditampar ibu saya apabila ketika setelah makan saya bersendawa sangat keras dengan tidak menutup mulut atau menyingkir dari meja makan. Ketika saya berhadapan dengan teman dari suku lain yang justru kalau tidak bersendawa keras berarti tidak menghormati yang menyajikan makanan, saya sempat berpikiran buruk terhadapnya.

Saya menganggap dia tidak sopan. Begitu juga sebaliknya, dia menganggap saya tidak sopan.

Beda jenis makanan


Perbedaan budaya juga akan nampak dari makanannya. Orang Jawa seperti saya lebih cenderung menyukai masakan manis dan sayur-sayuran. Ketika saya bertandang ke rumah teman dari suku lain, saya pernah kaget mendapati pengakuannya bahwa orang di sukunya rata-rata tidak menyukai sayuran dan makan dengan daging-dagingan saja.

sumber gambar

Soal rasa juga ternyata berbeda antara suku satu dengan yang lain. Saya yang menyukai makanan manis-gurih, teman saya menyukai pedas-segar, yang satunya pedas-bersantan dan yang satunya asin-gurih ada pula yang menyukai rasa asam dalam masakan. Padahal kita satu negara.

Beda pemikiran


Beda budaya juga akan mempengaruhi jalan pikiran masing-masing individu, loh. Misalkan, orang Minangkabau berpendapat bahwa orang itu harus merantau. Tetapi orang Jawa punya prinsip "mangan ra mangan ngumpul" atau makan tidak makan yang penting bsia berkumpul dengan keluarga.

Perbedaan pemikiran itu yang pada akhirnya secara tidak sadar akan memicu perselisihan antar pasangan beda budaya. Dan hal ini yang nantinya akan membawa kepada masalah yang lebih luas lagi, yaitu ke ranah keluarga besar. 

Lalu bagaimana solusinya?


Komunikasi.


Komunikasi adalah kunci dari masalah perbedaan budaya yang ada. Adalah tentang keterbukaan dari masing-masing pasangan untuk mengenalkan budayanya, lalu berdiskusi mengambil jalan tengah. Adalah juga keberanian dari masing-masing pasangan beda budaya untuk mengkomunikasikan itu pada keluarganya masing-masing. 

Beruntung apabila kedua keluarga besar saling menerima perbedaan budaya dan mengambil jalan tengah. Apabila ada satu yang bersikukuh, maka salah satu harus mengalah. 

Lantas bagaimana jika keduanya tidak ada yang mau mengalah?

Hmmm...sepertinya kamu akan butuh biaya tambahan untuk memenuhi keduanya hehe.

Tapi, intinya adalah, tentang bagaimana kamu mengkomunikasikan itu dengan keluargamu, dengan pasanganmu, dan dengan keluarga pasanganmu.


This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon