Wednesday, March 20, 2019

Busana Formal Wanita di Jepang

Dua hari kemarin, saya berkesempatan untuk menghadiri upacara kelulusan siswa di sekolah-sekolah tempat saya mengajar. Biasanya saya menghadiri sebuah upacara sebagai peserta, kali ini saya berperan sebagai seseorang yang bekerja di balik layar. Ya, saya seorang guru.

Rupanya, sebagai salah seorang yang bekerja di balik layar, pakaian formal yang digunakan sungguh berbeda dengan orang yang berperan sebagai peserta upacara. Meski sama-sama menggunakan setelan jas, namun ada kode warna yang berbeda yang saya pelajari kali ini.

Sebagai peserta, kita boleh menggunakan pakaian formal dengan dalaman atau luaran warna cerah, seperti gambar di bawah ini. 


Meskipun berwarna hitam, namun dalaman yang dipakai boleh berwarna cerah. Dan juga, korsase bunganya pun pasti akan berwarna cerah.

Namun, bagi yang dibelakang layar, tidak seperti itu. Kami diharuskan memakai pakaian serba hitam. Dalaman pun berwarna hitam. Sama halnya dengan pakaian formal serba hitam ketika menghadiri upacara pemakaman. 

Berikut adalah gambaran pakaian formal yang dipakai oleh kami, para guru.


Aksen berwarna tidak boleh ada dalam baju dan rok, juga sepatu. Aksen berwarna pastel biasanya digunakan pada korsase bunga, dan juga pita rambut. Sedangkan aksen putih digunakan pada anting dan kalung.

Sayangnya, atas ketidak tahuan saya, di hari pertama, saya salah kostum. Saya menggunakan celana panjang, dan dalaman baju warna putih. Tidaklah salah secara definisi pakaian formal secara umum. Hanya saja, itu bukan gaya formal wanita jepang ketika menghadiri sebuah upacara resmi.

Gaya busana saya kemarin, seperti ini.
Satu pelajaran budaya yang saya pelajari di tahun ke 8 saya tinggal di negara ini. Sungguh, tidak habis saya belajar meski sudah lama menetap disini.


EmoticonEmoticon