Wednesday, November 21, 2018

Tips: Hemat dalam Berpakaian

Halo readers, setelah tahun lalu saya menulis tentang tips bertahan dari serangan dingin di Jepang, kal ini saya akan membagikan tips berhemat ketika tinggal di luar negeri.

Untuk ukuran mahasiswa miskin seperti saya dulu, tidak ada cara lain dibandingkan berhemat untuk selalu bisa bergaya bertahan. Mau gimana lagi, Indomie mahal.

Berikut saya bagikan pengalaman saya berhemat di Jepang. Kali ini tentang hal-hal yang berhubungan dengan fashion.

Tips Berhemat Dalam Urusan Fashion



Pertama: Belilah Pakaian Bekas


Selain pakaian dalam, ada baiknya kita membeli pakaian di toko bekas. Terutama saat membeli coat atau jaket tebal musim dingin.

Kebetulan di Jepang, kualitas pakaian di toko bekas masih bagus dan harganya jauh lebih murah. Jika kita beruntung, kita pun dapat menemukan barang baru yang sebenarnya merupakan stok lama barang dari toko yang tidak terjual.

Kuncinya, jangan malas untuk mencari dari toko satu ke toko lain. Sesekali hunting sambil menikmati kota kan menyenangkan.

Kita juga bisa membeli aksesori seperti topi, sabuk atau syal di toko bekas.


Kedua: Beli Pakaian Dalam di Toko Murah


Tidak diragukan lagi bahwa pakaian dalam di Jepang itu mahal. Harga satu set pakaian dalam wanita setara dengan harga satu coat musim dingin. Keduanya barang baru.

Ada satu toko rekomendasi saya untuk membeli pakaian dalam. Namanya Onsendo. Toko ini banyak tersebar di daerah Chubu dan Kansai.

Di toko ini pula, kita dapat membeli pakaian dengan harga jauh lebih murah. Karena barang dari toko ini disinyalir merupakan barang cacat dari pabrik. Meski kadang catatnya hanya satu benang.

Logo khas Onsendo
sumber

Ketiga: Beli Pakaian saat SALE


SALE adalah masa yang ditunggu oleh mahasiswa. Dimana kita bisa mendapatkan barang baru tetapi dengan harga murah. 

Saya biasanya menunggu sampai FINAL SALE untuk mendapatkan barang dengan harga paling miring. Namun, disisi lain, terkadang saya tidak kebagian size yang diinginkan hehe.

Di Jepang, SALE itu sendiri sering diadakan menjelang pergantian musim, atau di akhir tahun. Bahkan, menjelang tahun baru, orang Jepang banyak yang mengantri untuk mendapatkan fukubukuro

Fukubukuro diartikan sebagai kantong keberuntungan dari sebuah toko yang berisi banyak macam barang namun dijual dengan harga murah. Harganya bermacam-macam. Jika satu kantong seharga 10 ribu yen, didalamnya ada berbagai macam barang yang jika ditotal dapat mencapai harga 50 ribu yen.

Saya bukan penggemar fukubukuro. Saya pernah mencoba sekali, tetapi kemudian menyesal karena tidak mendapatkan barang yang berguna. Mungkin karena saya memang jarang beruntung.

Salah satu penawaran fukubukuro
sumber

Keempat: Hunting Barang dari Kakak Tingkat


Jangan sungkan untuk menerima hibahan pakaian dari kakak tingkat yang akan kembali ke Indonesia. Saya bahkan tidak ragu untuk meminta jauh-jauh hari sebelum beliaunya pulang, hehe.

Karena dengan begitu, kita dapat menghemat pengeluaran. Hal ini juga berlaku untuk barang rumah tangga lainnya.


Kelima: Lebih Baik Menjahit daripada Membuang Baju


Karena di Jepang itu ongkos menjahit mahal, maka kita mau tidak mau harus berlatih untuk menjahit. Daripada membuang baju sobek, ada baiknya kita menjahitnya. 

Tips untuk menjahit dapat dipelajari melalui video-video dari youtube.

Dengan menjahit, kita bisa membendung keinginan untuk membeli baju baru, karena baju yang sobek masih dapat dipakai.


Nah tadi adalah beberapa tips dari saya soal masalah pakaian. Jika ada yang mau menambahkan, jangan lupa ditulis di komentar ya...

Semoga bermanfaat.

💝



Neither Queen nor Princess. I'm just a Luminous Angel. Too much, huh?? Nah! That's my name, Luminous Angel or let say in my language, Diana Hapsari :)


EmoticonEmoticon