Friday, November 16, 2018

Tips: Mencari Apartment di Jepang

Hi readers, lama juga nih saya tidak nulis tentang kehidupan di Jepang. Kali ini, saya ingin membagikan pengalaman saya mencari apartemen di Jepang sendiri. Karena kadang, kita mahasiswa biasanya akan diberikan "jatah" untuk tinggal di asrama kampus setidaknya selama 1 tahun. Nah setelah itu, kita diharuskan untuk tinggal sendiri di tempat lain. Kali ini, saya bagikan beberapa langkah yang pernah saya tempuh. Kalau misal teman-teman ada yang punya pengalaman berbeda, boleh banget lho ditambahkan.

Tips mencari apartment di Jepang


1. Gali informasi melalui Website


Bagi kita yang masih susah berkomunikasi dalam bahasa Jepang, terkadang ada rasa tidak enak atau sungkan untuk bertanya banyak mengenai mana saja apartemen yang tersedia (ada kamar kosong). Dan tidak semua teman jepang kita tahu informasi apartemen secara lengkap. Oleh karena itu, mencari sendiri melalui website broker apartemen adalah cara yang dapat kita tempuh.

Tapi kan website-nya dalam bahasa Jepang?
Kan ada opsi terjemahkan dalam bahasa Inggris, bahkan bahasa Indonesia.
Pertama, ketik kata kunci di Google Translate tentang kampusmu dengan menggunakan bahasa Jepang. Contoh dalam gambar ini, saya menggunakan kampus saya, Gifu University, atau dalam bahasa Jepangnya saya tulis Gifu Daigaku.

Kedua, copy-paste kata kunci tersebut ke dalam tab baru, seperti gambar dibawah ini. Disini akan muncul beberapa website yang merujuk ke website dari broker apartemen. Ada beberapa broker yang terpercaya, kota per kota ada broker lokal dan juga ada broker yang sama sejepang. Diantaranya adalah HomesDaimaruHeyasapoMini-Mini, dan Nissho.



Ketiga, klik websitenya dan masukkan informasi yang kamu inginkan, seperti gambar di bawah ini.


Pada gambar yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris ini, kita bisa memilih apa saja yang sesuai dengan keinginan kita. Pada pilihan Rent, kita bisa mengisi rentangan harga terendah dan tertinggi apartemen yang kita inginkan. Pada pilihan Floor Plan, kita bisa pilih bentuk ruangan apa yang kita inginkan. Contohnya seperti 1R atau one room, artinya bahwa dapur dan kamar tidak ada sekat, sedangkan 1LDK artinya one living dining kitchen, artinya kamar tidur dan dapur terpisah dengan 1 kamar, sedangkan 2LDK dengan 2 kamar, dan seterusnya.

Kita juga bisa memilih fasilitas yang diinginkan, seperti kamar mandi yang terpisah dengan toilet, AC di banyak ruangan, dan sebagainya. Setelah kita memasukkan pilihan, kita klik tombol untuk pencarian. Hasil pencarian akan berupa gambar beberapa profil apartemen yang available untuk dipesan. Selain itu, akan ada pula pilihan lokasi yang bisa kita pilih langsung untuk pencarian yang lebih spesifik, seperti yang tertampil dalam gambar berikut ini.



Keempat, kemudian kita bisa melihat-lihat apartemen yang kita inginkan. Di website, akan tertampil semua informasi mengenai denah ruangannya, sewa perbulan, dan biaya lain-lain yang dibayarkan. Selain itu, informasi mengenai perusahaan gas, listrik dan air yang dipakai juga tersedia. Informasinya sangat lengkap, hingga posisi AC dimana pun ditampilkan.



Setelah mendapatkan beberapa calon apartemen yang kita inginkan, kita bisa print atau catat nama apartemen tersebut.

2. Datang ke perusahaan broker apartement


Setelah kita mendapatkan calon-calon apartemen, kita datang ke perusahaan. Seperti yang disebutkan diatas, pilih perusahaan terdekat dari tempat tinggal untuk menghindari merepotkan diri sendiri atau orang lain. Namun, jika kita mau berusaha sedikit lebih keras, kita bisa membandingkan harga antara broker satu dengan yang lain. Perbedaannya biasanya ada di deposit money, key money dan bayar jasa ke perusahaan tersebut.

Deposit money adalah uang yang kita bayarkan pada saat tanda tangan kontrak apartemen. Uang ini biasanya akan digunakan jika ruangan kita ada kerusakan selama kita tinggal disana. Uang ini bisa kembali sejumlah sisa total uang yang digunakan untuk perbaikan. Namun, biasanya untuk kita yang sudah terlalu lama tinggal di apartemen tersebut, kita jarang mendapatkan uang deposit kembali.

Key money adalah uang yang kita bayarkan kepada perusahaan broker. Kita tidak akan mendapatkan uang ini kembali. Yang saya dengar dari beberapa penjelasan, key money ini adalah uang yang nantinya akan dibagi antara pemilik apartemen dan perusahaan.

Uang jasa, adalah uang yang kita bayarkan ke perusahaan sebagai jasa mereka menguruskan kontrak apartemen.

Kebanyakan, deposit money dan key money besarannya sama dan sejumlah harga sewa apartemen 1 bulan. Sedangkan uang jasa biasanya diambil setengah harga sewa satu bulan. Jadi, misalkan kamar saya sewanya 25.000 yen, maka di kontrak pertama, saya akan membayar sejumlah:

Uang sewa bulan pertama : 25.000 yen
Deposit money                  : 25.000 yen
Key money                        : 25.000 yen
Uang jasa                           : 12.500 yen

Total uang yang kita bayarkan dalam kontrak pertama adalah 87.500 yen

Namun, terkadang, ada broker yang menggabungkan key money dengan uang jasa, sehingga kita hanya membayar total 75.000 yen.

Ada juga apartemen yang meminta deposit money sejumlah yang sudah ditentukan, misalkan 100.000 yen di awal.

Tentu saja, semua informasi terkait ini sudah tertera di websitenya. Oleh karena itu, jika kita ingin mendapatkan yang termurah, kita harus sabar dalam membandingkan antara broker satu dengan broker lainnya.

Kita juga akan diantar untuk melihat apartemen yang kita pilih satu per satu. Di situ, kita bisa mencocokkan keinginan kita dengan realita yang ada. Apakah sesuai dengan yang kita inginkan, dan lainnya.

Survival Tips

a. Karena kita akan tinggal bercampur dengan orang jepang, jika kita sering mengadakan pesta kecil di rumah, atau kita sering nyanyi, atau kita sensitif terhadap suara di malam hari akan mengganggu kita tidur, sebaiknya kita memilih apartemen yang temboknya dari beton, bukan tembok triplek. Karena orang jepang tidak akan segan-segan memanggil polisi jika kita ribut. Sedangkan kita pasti akan sungkan jika kita ingin menegur tetangga yang ribut.
 
b. Pilih apartemen yang menggunakan layanan jasa dari perusahaan gas yang tidak membutuhkan abodemen bulanan. Sehingga kita bisa sedikit berhemat biaya pemakaian gas dengan hanya membayar sesuai penggunaan saja, dan tidak dibebani biaya abodemen bulanan yang sangat mahal. Apartemen saya menggunakan layanan jasa gas dengan biaya abodemen bulanannya sebesar 2200 yen. Artinya, saya pakai ga pakai gas tetep sebulan bayar 2200 yen. Mahal sekali.

c. Pilih apartemen yang mempunyai layanan dari perusahaan air minum yang siap minum, bukan air tanah. Sehingga kita dapat menghemat pembelian air mineral.

3. Mendapatkan surat dari guarantor / penjamin


Setelah kita menentukan apartemen mana yang akan kita tinggali, maka nanti kita akan mendapatkan banyak penjelasan dari abroker tersebut mengenai surat kontrak, penjelasan apartemen dan peraturan apartemennya. Maka kita akan diminta untuk menandatangani kontrak perjanjian sewa apartemen.

Kemudian, kita akan diminta membawa dokumen tersebut ke kampus (atau ke kantor tempat bekerja) untuk mendapatkan penjamin. Jika kita adalah mahasiswa, maka penjamin kita adalah kampus. Jika kita pekerja, agak susah dan sedikit tricky. Jika perusahaan mau menjadi penjamin, maka hal ini akan mudah. Namun perusahaan tidak bersedia untuk menjadi penjamin, maka ada beberapa opsi yang bisa kita ambil:

1. Meminta orang jepang terdekat untuk menjadi penjamin
2. Mendaftar untuk program rental guarantor

Untuk kasus saya, kebetulan bos perusahaan saya bersedia menjadi guarantor.

Guarantor ini adalah orang yang bertanggungjawab apabila suatu saat ada masalah dengan kita. Entah itu nanti apartemen kita kebakaran, atau kita kabur.

4. Membayar Asuransi Apartemen


Setelah kita mendapatkan surat guarantor, maka kita akan diminta baik dari pihak kampus maupun kantor, untuk membayar asuransi. Besarannya berbeda untuk mahasiswa dan pekerja.

Ketika saya menjadi mahasiswa, saya cukup membayar sekitar 4600 yen (jumlah tepatnya saya lupa) untuk masa tenggang 2 tahun. Sedangkan ketika saya sudah bekerja (menggunakan working visa), saya diminta membayar sejumlah sekitar 9000 yen untuk 1 tahun atau 17.000 yen untuk 2 tahun. Setelah kita membayar itu, kita akan mendapatkan semacam sertifikat yang harus kita sertakan dalam dokumen untuk dikembalikan ke broker.

5. Mengambil Certificate of Residence (住民票 / Jyuumin hyou)


Tidak semua broker meminta untuk menyertakan jyuuminhyou. Namun jika ada yang meminta untuk menyertakan, maka kita dapat mengambil jyuuminhyou melalui city hall (市役所/shiyakushou) atau di kantor-kantor kelurahan (区役所/ kuyakushou). Kita tinggal datang, bilang minta jyuuminhyou, membayar sekitar 300 yen, kemudian kita akan dapatkan jyuuminhyou tersebut.

Selain itu, tentu saja kita akan diminta untuk menyertakan fotokopi residence card.


6. Membayar uang kontrak sesuai kesepakatan


Setelah semua dokumen terkumpulkan, maka kita akan kembali lagi ke broker dengan membawa semua dokumen dan uang. Kemudian, kita akan menandatangani kontrak sewa apartemen. Kemudian, biasanya kita sudah akan dapat kunci, atau akan ada pemberitahuan kapan dan bagaimana cara mengambil kunci apartemennya.

Setelah kita menandatangani kontrak perjanjian tersebut, maka kita sudah sah menjadi penyewa kamar pada apartemen yang dituju. Dengan begini, kita sudah dapat memulai proses pindahan.



Nah, beginilah pengalaman saya beberapa kali pindahan apartemen di jepang. Semoga bisa membantu readers semua dalam proses mencari apartemen.



Neither Queen nor Princess. I'm just a Luminous Angel. Too much, huh?? Nah! That's my name, Luminous Angel or let say in my language, Diana Hapsari :)


EmoticonEmoticon