Thursday, August 9, 2018

Diary Ai: 10 Agustus 2018 (Belajarlah karena Kamu Suka)

Melanjutkan cerita kemarin, hari ini saya akan melanjutkan bercerita tentang murid2 saya di hari senin kelas SD. Di kelas hari senin jam 6-7 malam, dihuni oleh 2 cewek sebut saja D dan E dan 2 cowok sebut saja F dan G.


D ini adalah adik dari salah satu anak didik saya di tempat saya kerja sambilan tahun lalu. Di kakak memutuskan pindah karena ada saya di sekolah baru ini, sayangnya si kakak tidak masuk ke kelas saya hehe. D ini sangat cantik, dan dia tau dia cantik. Selain cantik, dia juga pintar dan pandai bergaul. Ketika saya tanya cita2nya jadi apa, dia selalu bilang bahwa dia ingin jadi model.

E ini adalah anak yang sangat aktif dan lincah. Dia cepat belajar dan diantara teman-teman satu kelasnya, dia adalah yang paling bisa menebak apa yang saya mau ketika saya hanya berbicara dengan bahasa Inggris. Ibunya cantik sekali, saya selalu mengagumi selera fashion dan make up ibunya. 

F adalah anak yang ganteng dan lucu. Dia tidak pernah bisa serius, tetapi di sisi lain dia adalah anak yang paling bersemangat untuk belajar bahasa Inggris. Dia paham kalau dibandingkan dengan kedua cewek itu, dia masih banyak kekurangan, tetapi dia tak pernah mengeluh dalam belajar. Bahkan selalu mendesak kakeknya untuk belajar. Dia tinggal bersama ibu dan kakek neneknya. Dia punya keluarga yang tidak utuh. Ibunya masih seumur saya, menikah muda, lalu ditinggal suaminya pergi, sehingga dia harus banting tulang bekerja. Untungnya kakek neneknya sangat baik dan merawat F dengan kasih sayang. Tapi tidak seperti anak serupa lainnya, dia tidak pernah berusaha mencari perhatian orang lain dengan kenakalan. Justru dia malah selalu menebar senyum dan tawa.

G adalah anak yang pendiam, tapi dia suka olah raga. Cita2nya adalah menjadi pemain baseball. Namun, G ini juga yang paling angin-anginan. Adakalanya dia bersemangat, adakalanya dia turun semangatnya dan ngambek. Tapi, meskipun ngambek, dia selalu bilang kalau bakal belajar bahasa Inggris lebih keras lagi. Dia bilang akrena motivasi dari saya yang mencontohkan pemain baseball kesukaan dia, Ichiro, bisa bahasa Inggris dengan bagus jadi terkenal. Sungguh hati saya trenyuh mendengar pengakuannya minggu lalu.

Di antara kelas yang lain, kelas inilah yang paling termotivasi. Karena mereka dengan sadar ingin belajar bahasa Inggris, bukan karena orang tuanya yang memintaya. Ketika saya tanya D, dia bilang bahwa dia ingin bisa bahasa Inggris karena untuk menjadi seorang model internasional harus menguasai bahasa Inggris agar mudah berkomunikasi. E yang bercita2 menjadi seorang pegawai kantor ingin bisa bicara bahasa Inggris agar dia bisa pergi ke luar negeri dengan mudah. Sedangkan F, dia belajar bahasa Ingrgis karena dia senang. 

Perkataan F ini kemudian membuatku merenung setelahnya. Terkadang selama ini saya melakukan sesuatu karena terpaksa, karena tuntutan, karena tidak ada pilihan lain. Tapi, jarang sekali saya belajar karena saya suka. Mungkin sudah saatnya saya menilik kembali dan menata hidup. Agar melakukan sesuatu karena saya senang. Bukan hanya karena saya tidak ada pilihan lain. 

Ya...mungkin sudah saatnya saya memberanikan diri saya sendiri untuk memutuskan apa yang paling baik untuk diri saya. Ah...sudah tua juga ya....

Neither Queen nor Princess. I'm just a Luminous Angel. Too much, huh?? Nah! That's my name, Luminous Angel or let say in my language, Diana Hapsari :)


EmoticonEmoticon