Wednesday, July 4, 2018

Renungan Pagi Ini: Tentang Kepercayaan

Gosip itu cepat sekali menyebar. Entah benar, entah tidak. Entah ditambahi, entah dikurangi. Dan kali ini, sahabat saya yang terkena gosip. Setelah bertahun-tahun saya yang selalu jadi korban gosip.

Pasalnya, gosip yang tersebar itu sama sekali tidak benar. Yang membuat saya marah adalah, gosip itu tersebar dengan salah kaprah dan seharusnya adalah bukan berita yang harus disebarkan ke orang-orang begitu saja. Ibarat hal ini adalah memancing di air keruh.

Source: https://www.lakebaldwindental.com/blog/2017-07-25-spicy-food-and-oral-health


Saya kemudian teringat pada perkataan mentor kejiwaan saya beberapa tahun yang lalu,

Jika kamu ingin menguji seseorang itu bisa dipercaya atau tidak, berilah dia sebuah berita bohong. Apabila berita itu tidak tersebar meski sudah cukup lama, artinya bahwa dia adalah orang baik. Apabila berita itu tersebar dalam hitungan jam, maka hindari orang itu karena dia tidak bisa dipercaya.


Saya membayangkan kondisi mental sahabat saya yang saat ini sedang dilanda masalah tersebut. Sudah hati dan pikirannya kacau, ditambah dengan orang-orang sekelilingnya memberitakan dia yang tidak benar. Kemudian atas dasar berita tersebut, sahabat saya dinilai macam-macam dan disalahkan oleh orang-orang yang tidak mengetahui seperti apa yang dirasakan oleh sahabat saya.

Tuhan, saya pernah ada di posisinya tepat berada diatas sepatu dia saat ini, saya paham sekali rasanya dan galaunya seperti apa. Saya hanya ingin berteriak apda orang-orang yang pandai menilai itu, agar semoga suatu saat nanti mereka akan merasakan apa yang kami pernah rasakan ini, sehingga mereka akan menyadari seperti inilah rasanya menerima perlakuan dari orang-orang seperti mereka. Suatu saat nanti, Tuhan.

Hari ini saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari kisah sahabat saya. Tentang berharganya sebuah kepercayaan, tentang harapan, tentang perjuangan, dan tentang makna dibalik semua ujian Tuhan. Dan yang pasti, bagi saya, sekarang saya paham untuk harus berkawan dengan siapa. Dan saya pun harus terus memperbaiki diri untuk tetap berusaha menjadi orang yang lebih baik, dan lebih dapat dipercaya. Karena memang, kepercayaan itu penting. Apalagi, kita hidup di Jepang dimana orang Jepang sangat memegang tinggi kepercayaan.

Neither Queen nor Princess. I'm just a Luminous Angel. Too much, huh?? Nah! That's my name, Luminous Angel or let say in my language, Diana Hapsari :)


EmoticonEmoticon