Tuesday, June 26, 2018

Kyuushoku Touban di TK Jepang

Halo readers, seperti janji saya di twitter kemarin, saya akan menulis tentang Kyuushoku touban atau dalam bahasa Indonesianya adalah pelayan makan siang. Sebelum kita membahas lebih lanjut, mari kita uraikan dulu tentang apa itu Kyuushoku Touban.

Kyuushoku atau 給食-きゅうしょく 

artinya adalah school lunch.

Touban atau 当番 - とうばん

artinya adalah duty atau tugas.

Jadi, Kyuushoku Touban definisinya adalah petugas pemlayan makan siang di sekolah.

Di sekolah saya, setiap hari, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok guna melaksanakan tugas tersebut. Setiap harinya mereka akan bergiliran menjadi Kyuushoku Touban.

Karena di sekolah saya adalah sekolah TK, maka euforia anak-anak masih sangat bersemangat sekali. Tak jarang mereka akan dengan bangganya berkata kepada saya yang kebetulan lewat di depan kelas, seperti ini

" Sensei, hari ini saya jadi o kyuushoku touban loh"
atau
" Sensei, tadi saya ganbatta (berusaha keras-kata lampau) jadi o kyuushoku touban loh"

Apa sih tugas dari kyuushoku touban? Mengapa anak-anak begitu bangganya?

Sejarah Kyuushoku Touban


Sejarah mencatat bahwa school lunch pertama di Jepang terjadi pada tahun 1889 di Kota Tsuruoka, Perfektur Yamagata. Dimana menunya pada saat itu adalah dua buah onigiri (nasi kepal), ikan asin, dan asinan sayuran. Di tahun 1914, mulai diadakan makan siang di sekolah di Tokyo, lantas kemudian pemerintah jepang mulai memberikan subsidi untuk makan siang di sekolah. Menu kebanyakan menggunakan nasi. Menu roti sebagai makanan pokok pengganti nasi mulai diperkenalkan pada sekitar tahun 1919.

Kyuushoku Touban sendiri dimulai pada sekitar perang dunia kedua. Tepatnya pada bulan Desember 1946 di Tokyo, dimulailah sistem Kyuushoku Touban, yang kemudian diikuti oleh Perfektur Chiba dan Kanagawa. Hingga saat ini, dari tingkat TK hingga SD, sekolah diwajibkan untuk menggunakan sistem Kyuushoku Touban. Sedangkan di SMP dan SMA, hanya beberapa sekolah yang menggunakannya, selebihnya, biasanya anak-anak SMP dan SMA membawa bekal makan siang sendiri dari rumah.

Tugas Kyuushoku Touban

Jumlah anak yang biasa menjadi kyuushoku touban dalam satu harinya kira-kira 6 anak. Dua anak akan bertugas menjemput nasi dan sayur dari dapur sekolah menuju ke kelas masing-masing. Dua orang akan membawa keranjang piring dan mangkok. Dan dua orang akan membawa minumannya (karena anak TK, maka mereka akan membawa beberapa box susu).

Sesampainya di kelas, mereka akan bertugas kembali untuk membagikan nasi, sayur, lauk, buah dan pencuci mulut kepada teman-temannya. Untuk takaran nasi, biasanya guru kelas yang akan mengambilkannya. Sedangkan untuk miumannya, guru kelaslah yang akan menuangkannya.

Setelah selesai makan siang, kyuushoku touban juga akan bertugas mengangkut kembali perkakas makan siang kembali ke dapur. Guru kelasnya juga memastikan bahwa setiap anak sudah harus mendapatkan jatah makan siang yang sama sebelum tanda makan siang dimulai.

Seragam kyuushoku touban berbeda-beda di setiap sekolah. Namun, mereka harus menggunakan celemek, penutup kepala, dan kadang juga harus menggunakan masker penutup mulut. Sebelum memulai tugasnya, anak-naka juga diharuskan untuk mencuci tangan dan menyeterilkan tangan dengan menggunakan antiseptik.

Kyuushoku Touban
Sumber: http://web-japan.org/kidsweb/ja/cool/17/kyushoku.html

Tujuan adanya Kyuushoku Touban

Orang Jepang sangat menjunjung tingi adab dalam setiap partikel kehidupan. Dengan adanya kyuushoku touban, mereka mengajarkan kepada anak-anak tentang bagaimana tata krama di saat makan. Selain itu, anak-anak juga diajarkan mengenai nutrisi melalui menu-menu makanan setiap harinya. Hal yang paling penting dari tujuan adanya kyuushoku touban ini adalah tentang tanggungjawab. Dimana mereka yang bertugas harus melakukan pekerjaannya dengan baik dan penuh tanggung jawab. Selain itu, anak-anak juga diajarkan mengenai bagaimana cara melayani publik, dan juga kerja sama tim.

Saya sendiri selalu menikmati melihat anak-anak yang sedang menjalankan tugas sebagai Kyuushoku touban. Karena betul-betul mereka dididik untuk bertanggungjawab terhadap makanan tersebut supaya tidak tumpah, atau benar-benar memastikan bahwa teman-temannya sudah mendapatkan semua porsi dari menu hari itu.

Bagaimana dengan Indonesia? Teman-teman ada cerita? Yuk boleh dibagikan di kolom komentar.

Neither Queen nor Princess. I'm just a Luminous Angel. Too much, huh?? Nah! That's my name, Luminous Angel or let say in my language, Diana Hapsari :)


EmoticonEmoticon