Thursday, June 21, 2018

Perbedaan Hoikuen dan Yochien

Halo readers, kali ini saya akan membahas mengenai bidang yang sangat dekat dengan saya 2 bulan terakhir ini. Yaitu tentang Pendidikan Anak Usia Dini di Jepang. Kebetulan, salah satu lokasi kerja saya sebagian besar bersinggungan dengan sekolah PAUD, disamping SD dan SMP, dan saya sendiri selama 6 tahun di Jepang baru ngeh tentang hal ini.

PAUD di jepang dibedakan menjadi 2, hoikuen (保育園) dan youchien (幼稚園). Selama 6 tahun saya tinggal di Jepang, saya belum paham juga dalam membedakan antara Hoikuen dan Youchien ini. Dulu, saya mengiranya bahwa Hoikuen adalah untuk anak usia 0 - 3 tahun, sedangkan Youchien adalah untuk anak usia 3 - 6 tahun. Ternyata saya tidak salah. Namun, saya kurang lengkap. Berikut penjelasan singkat mengenai Hoikuen dan Yochien.

Hoikuen (保育園) / Nursery School

Hoikuen disebut juga Nursery School atau Day Care. Biasanya, PAUD ini diperuntukkan bagi ibu yang bekerja. Karena disini, para ibu bekerja bisa menitipkan anaknya dari usia 6 bulan hingga 6 tahun (tergantung peraturan setiap Hoikuen di setiap kota). Di Hoikuen, orang tua tidak perlu menyediakan bekal makan siang, karena pihak sekolah yang menyediakannya.

Secara akademis, di hoikuen rata-rata anak akan lebih diajarkan tentang fun activity seperti prakarya, olahraga, mendongeng, musik dan sebagainya. Sehingga, dalam hal pelajaran, akan dirasa lebih kurang dari Youchien. Hoikuen tidak mempunyai seragam khusus dan tidak ada target akademis yang harus dicapai anak.

Tujuan dari Hoikuen ini adalah untuk membangtu tumbuh kembang anak baik secara fisik ataupun mental. Karena ibu yang bekerja tentu saja akan mempunyai waktu yang lebih sedikit dari ibu rumah tangga, sehingga disinilah tempat yang terpercaya bagi para ibu bekerja untuk menipkan anaknya. Oleh karena itu, hampir semua Hoikuen bekerjasama dengan dokter, suster dan ahli nutrisi.

Youchien (幼稚園) / Kindergarten

Youchien disebut juga Kindergarten atau Taman Kanak-Kanak. PAUD ini lebih dikhususkan untuk tujuan edukasi. Sehingga Youchien mempunyai lebih banyak pelajaran dibandingkan dengan Hoikuen. Anak-anak yang bersekolah di Youchien pun diharuskan membawa bekal makan siang (meski terkadang ada Youchien yang menyiapkan bekal makan siang dari sekolah), dan belajar seperti matematika, PE, menulis dan membaca, dan pelajaran lainnya. Di Youchien, anak-anak diharuskan memakai seragam sekolah.

Anak-anak boleh masuk Youchien setelah melewati ulang tahun ke 3. Biasanya, setelah seorang anak berulang tahun ke 3, dia dapat masuk ke kelas pra-TK. Satu tahun kemudian, dia  baru akan ke kelas paling muda di TK (nenshou/ 年少). Waktu anak-anak berada di Youchien pun lebih sedikit daripada di Houkuen. Di Youchien, anak-anak mulai masuk kelas pada jam 10 pagi hingga jam 2:50 siang. Sedangkan di Houikuen bisa dari pagi jam 7:30 hingga 19:00 (tergantung orang tua). Namun, di Youchien tidak terdapat tidur siang seperti di Hoikuen.

Hanazono Kindergarten, tempat saya bekerja saat ini

Tingkatan Kelas pada Hoikuen dan Youchien

Pada Youchien, tingkatan kelas dimulai ketika seorang anak sudah mencapai usia 3 tahun. Berikut adalah tingkatan kelas pada Youchien:

Pra-TK --> Mulai usia 3 tahun hingga bulan April tahun berikutnya. Sehingga anak-anak akan masuk ke kelas Pra-TK dalam waktu yang tidak bersamaan.

Nenshou / 年少 --> Usia 3 (sudah berusia 3 tahun di bulan April) - 4 tahun
Jika seorang anak lahir di bulan Mei, maka dia harus menunggu tahun berikutnya untuk masuk ke kelas Nenshou, sebagai gantinya, dia akan masuk ke kelas Pra-TK, karena di bulan April, dia belum berusia 3 tahun.

Nenchuu / 年中 --> Usia 4 - 5 tahun

Nenchou / 年長 --> Usia 5 - 6 tahun

Pada Hoikuen, tingkatannya sama dengan Youchien, hanya saja untuk pra-TK mempunyai rentang waktu yang lebih panjang, yaitu sejak anak menginjak usia 6 bulan (beberapa Hoikuen membolehkan usia 4 bulan).

Kurikulum PAUD di Jepang

Sejauh yang saya tahu, PAUD di Jepang mempunyai standar kurikulum yang sama. Anak-anak diajar tentang tata krama, interaksi dengan orang lain, bahasa nasional (bahasa jepang), dan juga diajarkan tentang bagaimana bekerja sama dengan orang lain (team work) juga tentang rasa bertanggungjawab.

Guru PAUD biasanya tidak diperkenankan untuk mengajarkan tentang membaca dan menulis huruf dan angka. Karena di Jepang, hal itu merupakan tugas orang tua di rumah. Sepulang anak-anak dari sekolah, guru PAUD akan mengirimkan email yang berisi kegiatan anak-anak pada hari itu. Dan juga mereka akan menuliskan beberapa catatan penting dalam buku harian tumbuh kembang anak yang selalu ada di dalam radoseru anak.

Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan kurikulum PAUD di Youchien dan Hoikuen, akan saya bahas di artikel selanjutnya.


Neither Queen nor Princess. I'm just a Luminous Angel. Too much, huh?? Nah! That's my name, Luminous Angel or let say in my language, Diana Hapsari :)


EmoticonEmoticon