Saturday, June 2, 2018

Pengalaman Mencari Kerja di Jepang

Halo readers, apa kabar? Sepertinya sudah lama sekali saya tidak menulis. Mati ide menjadi alasan utama saya kenapa tidak menulis sekian lama. Tapi, saya paksakan juga hari ini untuk menulis tentang sesuatu yang pernah saya alami, yaitu tentang pengalaman saya kesana kemari mencari alamat kerja.

Sekedar berbagi pengalaman mencari kerja yang pernah saya lakukan, ada beberapa cara yang bisa kita tempuh untuk mencari kerja di Jepang.

Source: https://www.talentsquare.com/blog/9-qualities-great-job-seekers/

Beberapa cara mencari kerja di Jepang


1. Melalui rekomendasi tempat kerja dari kampus

Pertama, hal yang paling dekat dengan kita adalah kampus atau universitas tempat kita belajar. Kampus merupakan tempat utama dari perusahaan untuk berpromosi dan mencari calon-calon pekerja terbaik. Disamping itu, kita akan mendapatkan rekomendasi dari sensei kita secara langsung, yang akan menjadi pertimbangan kuat perusahaan untuk menerima kita.

2. Datang ke Job Fair

Di Jepang juga ada Job Fair. Memang tidak semua perusahaan yang membuka booth stand di Job Fair itu juga akan melakukan penerimaan formulir atau aplikasi penjaringan tenaga kerja, namun beberapa perusahaan melakukannya bahkan hingga ke tahap wawancara di tempat. Untuk yang bahasa Jepang-nya pas-pasan, jangan patah semangat, karena beberapa perusahaan, terutama perusahaan multinasional atau perusahaan besar dan berskala internasional, selalu menyediakan staff yang bisa berbahasa asing dan juga sangat welcome terhadap pelamar orang asing. Informasi mengenai Job Fair bisa didapatkan juga melalui universitas, ataupun situs-situs penyedia layanan pencarian kerja.

3. Melamar langsung ke perusahaan

Saya pernah beberapa kali melamar langsung ke perusahaan, atas rekomendasi dari beberapa orang-orang besar yang kebetulan saya pernah bekerja sama dengan beliau-beliau di sebuah kesempatan. Biasanya, tes seleksi akan dilakukan secara online, dan dalam waktu yang tidak bersamaan dengan pelamar lainnya. Meskipun gagal dalam wawancara terakhir, namun bagi saya, tipe melamar pekerjaan ini menjadi beban yang sangat berat dibandingkan dengan tipe melamar kerja lainnya. Karena kita membawa nama seseorang dan harus berjuang keras membuktikan bahwa rekomendasi nama kita ke perusahaan yang dibawa benar-benar terbukti akurat.

Ketiga cara diatas, pengalaman saya, saya harus mengisi Entry Sheet, formulir pendaftaran dan CV dengan bahasa Jepang dengan (tentu saja) ditulis tangan. Seperti melamar kerja jaman dulu pada umumnya, kadang saya juga kesal karena harus berkali-kali berganti lembar karena satu kesalahan dalam penulisan huruf kanji. Belum lagi, kalau salah kalimat dan tata bahasa. Menulis CV dalam bahasa Jepang haruslah berhati-hati. Karena jika tertinggal 1 huruf saja, maka formulirmu tidak akan dimengerti, bisa-bisa, kamu tidak akan mendapatkan email panggilan untuk wawancara.

4. Melamar melalui perusahaan pencari tenaga kerja (Recruiters/Hakken Kaisha)

Cara keempat yang saya tempuh adalah dengan mendaftarkan diri ke perusahaan-perusahaan recruiter di Jepang. Perusahaan ini ada yang berbasis bahasa jepang, ada pula yang berbasis bahasa Inggris, bahkan bahasa Indonesia. Beberapa perusahaan recruiter ini ada yang sengaja mencari bantuan melalui PPI atau grup-grup komunitas sebuah negara. Namun, kita juga harus berhati-hati, karena tidak semua perusahaan recruiter ini mempunyai reputasi yang baik juga. Ada juga yang sedikit nakal.

Ada perusahaan pencari tenaga kerja di Jepang yang menyediakan visa namin (visa pengungsi), bukannya visa kerja. Ada juga yang menahan paspor kita. Ada pula yang pekerjaan kita ternyata tidak sesuai dengan yang ditawarkan sebelumnya. Parahnya, banyak pula yang menjadi korban, terutama orang Indonesia, dengan iming-iming bisa bekerja dan mendapat gaji puluhan juta di Jepang. Nyatanya, kita malah kehilangan status kewarganegaraan karena kita malah diajukan visa pengungsi oleh perusahaan tersebut. Pernah suatu ketika, saya mendapatkan pesan dari seseorang yang menawarkan saya pekerjaan dengan visa pengungsi. Sontak saja saya tolak. Perusahaan-perusahaan yang seperti ini yang harus benar-benar kita hindari.

tetapi, ada banyak sekali perusahaan pencari tenaga kerja di Jepang yang memiliki reputasi bagus dan recommended. Berikut adalah beberapa situs perusahaan recruiter yang saya ikuti.

DODA JAPAN

NODE INC

YOLO Japan

Gaijin Pot

Daijobs

Asian Youth Network Japan

PASONA


FYI. Di Pasona, ternyata recruiters nya banyak yang merupakan orang Indonesia loh. 

Situs-situs tersebut menyediakan banyak sekali lowongan kerja untuk orang asing, terutama yang bisa berbahasa Inggris, selain bisa bahasa Jepang tentunya. Dan mudahnya, disini pula kita bisa mengirimkan CV dalam bahasa Inggris. Jadi, untuk readers yang belum terlalu pede menggunakan bahasa Jepang, bisa sedikit tenang karena bisa mengirimkan CV dan surat lamaran dalam bahasa Inggris.

Bagi saya, disini, saya bisa dengan bebas memilih pekerjaan yang saya inginkan. Karena setiap informasi lowongan diberikan gambaran secara detail, termasuk urusan gaji, lokasi dan persyaratan khusus. Dan puji syukur pada Tuhan, kerja yang saat ini saya dapatkan ternyata justru yang saya daftar melalui salah satu situs tersebut.

Nah, begitulah pengalaman saya kesana kemari mencari alamat pekerjaan di jepang. Semoga pengalaman saya ini bisa membantu readers yang sedang bingung mau bagaimana mencari pekerjaan di Jepang ini. Semoga bermanfaat :)


Neither Queen nor Princess. I'm just a Luminous Angel. Too much, huh?? Nah! That's my name, Luminous Angel or let say in my language, Diana Hapsari :)


EmoticonEmoticon