Saturday, June 13, 2020

Benarkah Pria Jepang itu Dingin?

Dulu banyak larangan berkencan dengan pria Jepang karena konon katanya mereka adalah makhluk dingin dan tidak berperasaan. Mitos itu disinyalir justru beredar dari para istri pria-pria Jepang yang kecewa ternyata suaminya dingin dan tidak romantis. Lalu berkembang menjadi sebuah klise bahwa pria Jepang itu dingin.

Pada kenyataannya, hampir satu dekade keberadaan saya di Jepang justru menemui kebalikannya. Saya sering sekali menemui pria-pria Jepang yang sangat romantis. Pun juga dalam kehidupan pertemanan saya.

Ketika saya berkuliah dulu, teman pria Jepang saya rela mengirimkan sebuah bucket bunga yang besar berisikan 98 bunga mawar di hari ulang tahun kekasihnya di Amerika Serikat. 98 bunga itu sebagai tanda kebetulan juga pada hari itu adalah hari ke 98 mereka jadian.

Di tahun depannya, si pacar kembali ke Jepang dan bekerja menjadi guru bahasa Inggris dan menemani si pria ini sampai lulus S3. Tahun lalu, mereka pindah ke Amerika Serikat. Saya dengar bahwa mereka akan melangsungkan pernikahan tahun ini, namun karena corona, terpaksa ditunda tahun depan.

Bukankah itu romantis?


Benarkah Pria Jepang itu Dingin?

Buket bunganya kira-kira seperti ini.
sumber
Teman pria saya yang lain tak segan-segan mengajak dinner romantis setiap bulan di tanggal jadiannya bersama dengan kekasihnya. Entah itu di restoran, ataupun mereka memasak sendiri. Terkadang, dia juga memasakkan sesuatu untuk si wanita. Bukankah ini juga romantis?

Ilustrasi makan malam romantis teman saya
sumber

Kekasih saya menyatakan perasaan cintanya di tempat yang paling romantis yang pernah saya kunjungi, Nabana no Sato. Di bawah bunga sakura, di atas cahaya lampu kerlap-kerlip warna biru yang mengelilingi taman, saat kita berdiri tepat di tengah.

Saya ditembak di sini.
Dokumen pribadi

Katanya, setelah menikah, mereka akan berubah sifatnya menjadi dingin. Saya pikir tidak semuanya begitu. Saya sering sekali melihat orang tua murid yang kepergok jalan di mall tanpa anak-anak dan saling bergandengan tangan mesra. Usia mereka sudah di atas 35 tahun.

Papah-papah muda juga terlihat sangat romantis bukan hanya dengan istrinya, tetapi juga dengan anaknya. Mereka tak pernah berkeberatan membawa tas bayi!!! Coba kalau papah muda orang Indonesia, bersediakah membawakan tas bayi?

Keromantisan pria Jepang juga terjadi pada mereka yang lanjut usia. Tak jarang kita akan menemukan pasangan kakek dan nenek yang berjalan-jalan di taman, bercengkerama dengan penuh kemesraan.

Romantisme pasangan tua
sumber

Menurut saya, dingin atau tidaknya seseorang ditentukan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah sifat bawaan dari si pria tersebut memanglah dingin. Selain itu, bisa jadi berubahnya sikap dingin pria Jepang pada pasangannya dipicu oleh masalah diantara keduanya. Komunikasi memang penting dalam sebuah hubungan. Sehingga ada baiknya apabila kita tidak lantas serta merta melabeli pria Jepang sebagai pria yang dingin.

Kita juga tidak bisa menilai bahwa semua pria Jepang itu dingin. Pria saya tidak koq. Dia sangat hangat sekali dan ramah.

Untuk urusan romantisme, saya rasa orang Indonesia masih jauh sekali dari kata romantis. Saya yakin tak banyak pria Indonesia yang mau untuk membelikan kado romantis, atau makan malam romantis tiap bulan dengan pasangannya. Dan saya juga yakin, pria Indonesia akan gengsi untuk menunjukkan kemesraan dengan istri ketika berbelanja di mall. Untuk urusan itu, mohon maaf sekali, pria Jepang masih lebih unggul dari pria Indonesia.

Pada akhirnya, sifat orang per orang lah yang akan membedakan. Bukan bangsa. Sebagaimana pria Indonesia, pria Jepang pun ada yang dingin, yang hangat, yang aneh, yang main tangan, yang flamboyan. Semua tipe itu ada pada berbagai macam pria di seluruh dunia, tidak terbatas negara.

Oleh karena itu, pilihlah priamu dengan baik dan seksama. Agar kamu tidak kecewa di kemudian hari.




This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon