Friday, December 21, 2018

Aku Benci Kamu!

Kamis lalu adalah hari terakhir di salah satu sekolah TK tempat saya mengajar. Ada hal yang membuat saya tersenyum pada hari itu.

Sebut saja namanya A, 3 tahun. Setiap minggu saat saya jemput untuk dibawa ke kelas saya, dia selalu mengatakan "Aku benci Diana sensei!!".

Aku selalu menjawab dengan, " Terima kasih, A".

Lalu dibalasnya, "Ini bukan pujian!!".

A adalah anak yang pintar untuk usianya. Dia bisa mengingat alfabet dari A ke Z ataupun Z ke A. Artinya, dia sudah mengenal huruf alfabet. Tentu saja dia sudah bisa membaca huruf hiragana.

A tidak bisa diam. Saat di kelas, dia suka berkeliling. Tapi hebatnya, dia mendengarkan apa yang saya sampaikan, dan mengingatnya.

A menyukai Shinkalion. Setiap minggu pasti dia akan bercerita kepada saya tentang Shinkalion.

Minggu ini adalah minggu terakhir di tahun 2018 untuk kelas saya. Dan karena berdekatan dengan hari Natal, maka sekolah kami memberikan hadiah natal berupa candy canes.

Kamis itu, waktu saya menjemput anak-anak, saya bertemu A di depan gerbang. Dan beginilah percakapan kami.

"Diana sensei, terima kasih permennya (candy cane). Aku sudah makan semalam. Enak sekali."

Lalu saya elus pipi A seperti biasanya. A nampak senang sekali sampai memegang tangan saya, tanda dia enggan melepaskan tangan saya dari pipinya.

Tiba-tiba dia memeluk saya. Lalu saya peluk dia erat.

"Besok libur musim dingin ya? Sensei ga ketemu lagi donk sama A. Selamat liburan yaa"

"Tapi tahun depan kan kita ketemu lagi. Diana sensei jangan sedih"

Saya tersenyum geli mendengar penuturan A. Biasanya, dia selalu bilang kalau dia membenci saya.

Kemudian datanglah B. Teman satu kelas A, tapi di kelas saya berbeda jam kelas. B ini salah satu anak favorit saya, namun juga jadi salah satu anak yang paling susah untuk saya kendalikan.

B datang dan meminta tos tangan. Kami melakukan tos. Lalu A bilang ke B.

"Kamu dapat permen dari Diana sensei?"

"Iya dapat, tapi aku belum makan."

"Aku udah habis. Enak lho, buruan dimakan."

Kemudian B berkata pada saya,

"Sampai ketemu lagi tahun depan"

"B kun, B kun, tadi aku dapat gyuut (pelukan) dari Diana sensei lho", kata A dengan raut wajah yang bahagia.

Kemudian B pun langsung memeluk saya.

Lucu rasanya melihat tingkah anak-anak seperti A.

Meski dimulut mereka bilang benci, aslinya mereka suka.

Saya belajar banyak dari anak-anak.

Neither Queen nor Princess. I'm just a Luminous Angel. Too much, huh?? Nah! That's my name, Luminous Angel or let say in my language, Diana Hapsari :)


EmoticonEmoticon