Wednesday, November 29, 2017

Travelling: Koga Ninja Mura, Shiga Prefecture

Wisata Ninja di Kyoto

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi Koga Ninja Mura atau Ninja Village Koga di Shiga Prefecture, Jepang, di dekat kota Kyoto. Bersama dengan kekasih saya, yang kebetulan punya hobi yang sama, kali ini kami menjelajah ke prefektur lain.

Koga Ninja Mura terletak di kaki bukit dan merupakan tempat yang disetting selayaknya jaman ninja pada masa lalu. Transportasi termudah untuk mencapai lokasi ini adalah dengan menggunakan mobil pribadi. Karena letaknya cukup jauh dari pusat kota, maupun daerah wisata lainnya. Namun, jika ingin menggunakan kereta api, kita bisa pergi ke Koka Station kemudian menaiki bus dari stasiun ke tempat ini.

Namun, disini kita bisa mengunjungi museum ninja yang memperlihatkan artefak peninggalan ninja. Kita bisa melihat berbagai macam kunai (pisau berujung kecil yang digunakan ninja sebagai alat pertahanan diri dan menyerang), shuriken (senjata yang berbentuk seperti bintang atau tanda nazi, yang digunakan ninja sebagai alat pertahanan diri dan menyerang), katana (pedang yang digunakan oleh samurai), kitab-kitab ninja, pakaian ninja dan juga alat-alat yang digunakan ninja dalam aksinya seperti menyeberang sungai, berjalan di air, memanjat dinding hingga bersembunyi.

alat ninja
Berbagai macam alat-alat yang dipakai ninja: shuriken dan semacam bumerang
Bangunannya pun didesain menyerupai bangunan tradisional Jepang pada jaman dahulu kala. Yaitu bangunan yang dibangun dari kayu dan beratapkan anyaman jerami sedemikian rupa, lengkap dengan fasilitas tempat persembunyian dan jalan rahasia untuk melarikan diri.

rumah ninja ailovecinta4.blogspot.com
salah satu bangunan rumah tradisional ala jaman ninja yang saat ini digunakan sebagai museum
Selain itu, kita juga bisa menikmati Ninja Course, yaitu bagaimana pelatihan untuk menjadi seorang ninja. Mulai dari berjalan di atas air, melempar shuriken, hingga memannjat tembok. Untuk berjalan diatas air, tidak dikenakan biaya, namun kebanyakan course ini diminati oleh anak-anak. Selain berjalan di atas air, bergelantungan di tali juga merupakan course yang banyak digemari oleh anak-anak. Sedangkan untuk orang dewasa, lebih banyak pada Shuriken Course dan memanjat tembok. Kita juga bisa menyewa pakaian ninja dengan berbagai warna, ada hitam, kuning, pink dan merah. Biaya sewa pakaian dikenakan 1000 yen untuk sekali sewa dengan deposit 1000 yen yang nanti akan dikembalikan setelah selesai memakai pakaian. Jika kita ingin membawa pulang pakaiannya, maka uang deposit tersebut tidak akan kembali.
melompat dinding ailovecinta4.blogspot.com
Saat saya berusaha memanjat dinding

Untuk Shuriken Course, kita dikenakan biaya 200 yen untuk mendapatkan 8 buah Shuriken yang bisa kita lempar. Ada 3 pilihan course, yaitu Nintama Course (untuk anak-anak), Kunoichi Course (untuk wanita dewasa) dan Ninja Course (untuk laki-laki dewasa). Saya memilih Kunoichi Course dan si dia memilih Ninja Course. Melempar shuriken itu ternyata susah, dari 8 shuriken yang kita punya, kami hanya mampu menancapkan 3 shuriken saja. Rupanya, cara melempar shuriken itu tidak seperti yang pernah kita lihat di anime Naruto. 

Cara melempar shuriken yang benar adalah:

1. Pegang hanya 1 ujung shuriken saja, bukan diletakkan di telapak tangan seperti di anime
2. Pegang shuriken dengan 3 jari dimana posisi jari tengah dan jari telunjuk di bagian belakang ujung dan ibu jari di bagian depan
3. Ketika melempar shuriken, angkat tangan kita hingga diatas kepala, kemudian arahkan ke target dan lempar dengan mengayun tangan kuat-kuat
ninja course ailovecinta4.blogspot.com
Hasil lemparan si dia, tidak kena target
kunoichi course ailovecinta4.blogspot.com
Hasil lemparan saya 1 tepat di tengah target, 1 masih di lingkaran, 1 tidak tepat
Jika kamu berniat untuk tinggal lama di Jepang, maka kamu harus memasukkan Koga Ninja Mura ke dalam daftar travellingmu. Biaya masuk ke Koga Ninja Mura 1000 yen. Tempat ini sungguh merupakan tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi dan menambah pengalaman serta pengetahuan tentang sejarah ninja jepang.

Neither Queen nor Princess. I'm just a Luminous Angel. Too much, huh?? Nah! That's my name, Luminous Angel or let say in my language, Diana Hapsari :)


EmoticonEmoticon