Tuesday, May 24, 2016

Sariawan dan Vitamin

Kemarin, badan saya panas berat. Akibat sariawan gara2 beberapa hari lalu saya makan terlalu cepat dan beberapa kali dinding mulut saya tergigit. Alhasil selama 3 hari saya melawan marah2 akibat sariawan. Maklum, kalau orang sariawan itu bawaannya nggak pengen ngomong, dan kalo ngomong itu pasti bawaannya emosi. Untung saya tidak sedang dalam masa PMS.

Nah jadi ceritanya, kemarin malam, saya makan malam dengan sahabat saya, orang jepang. Saya cerita bahwa saya sedang sariawan, dan sakit sekali sehingga makan saya sedikit dan pelan. Lantas, kita masuk ke dalam pembicaraan seperti ini:

Saya : "kayaknya habis ini saya mampir ke Drug Yutaka beli vitamin C deh"

Dia : "Vitami C untuk apa?"

Saya : " Ngobatin sariawan. Sakit banget nih, ada banyak lagi"

Dia : " Bukan Vitamin C, tapi Vitamin B kalau sariawan itu"

Saya : "He?? Vitamin B?"

Iya, kata teman saya itu bahwa sariawan itu akan cepat sembuh ketika kita menambah konsumsi Vitamin B. Kata dia, makanan seperti tahu dan daging mengandung vitamin B. Jadi, saat kamu sariawan, banyakin makan daging. Atau konsumsi Vitamin B. Saya sih nurut aja, cuma bingung juga. Masih agak nggak percaya. Secara, di Indonesia, kita selalu diajarkan di iklan untuk minum Vitacimin atau Vit C yang mana lebih banyak mengandung Vitamin C untuk mencegah sariawan. Terkadang, saya juga mikir, apa malah justru saya yang selama ini nggak tahu kalau sariawan itu obatnya Vitamin B bukan Vitamin C ya?

Dan alhasil semalam, saya minum Enervon C yang juga ada banyak vitamin B nya (meski sedikit) kemudian minum susu sebelum tidur. Dan eh...lha koq entah sugesti atau memang manjur, sariawan saya mengecil dan membaik jauh sekali dari kemarin. Karena penasaran, akhirnya hari ini saya putuskan untuk googling. Dan beberapa artikel saya temukan secara mengejutkan.

Menurut artikel kecil dari Medscape ini, pengobatan sariawan bisa dilakukan salah satunya adalah dengan pemberian Vitamin B 12.

Menurut Volkov, et. al (2008) , dari uji yang dilakukan kepada para relawan, 74% terbukti bahwa pemberian treatment vitamin B 12 mampu bereaksi positif terhadap kesembuhan sariawan. Dan menurut Chui et.al (2016), bahwa orang yang terkena sariawan harus memperhatikan kadar zat besi, zinc, vitamin B1. B2, B 6 dan B12. Apabila kekurangan, maka sariawan akan menjadi melebar dan makin lama.

Dan, nggak kalah mengejutkannya, menurut Khabbazi et.al (2015), ternyata bahwa kekurangan Vitamin D merupakan salah satu pemicu keberlangsungan sariawan di mulut kita. Pendapat ini juga didukung oleh Stagi et.al (2014).

Wow...

Saya jadi berfikir, apakah saya yang memang benar2 tidak tahu tentang ini, atau di Indonesia memang ada missed information?

Tapi, walaupun begitu, ada baiknya jika mulai sekarang kitapun juga harus memperhatikan kadar vitamin dalam tubuh kita. Mulai membaca tentang kesehatan, sehingga tahu mana yang terbaik untuk sebuah masalah kesehatan. Dan, tidak ragu untuk bertanya kepada orang yang lebih tahu. Dan dengan ini semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk pembaca semua. Mulai sekarang, jika sariawan, maka jangan mengonsumsi vitamin C berlebihan.

1 comments so far

Diiii..aku ini juga karena kegigiiit.. Huhu..

Aku 2 hari ini minum uc 1000 lhoo..dan ga ada perubahan. Makasih yaa udah berbagi info. Jadi mending banyak2 makan tahu ya.. Okee.. Makasiiih. :*


EmoticonEmoticon